---
id: 2rRn-HGrtfHV
cluster_id: cdQkw_zRWvjM
title: Dua Bupati Kena OTT, Golkar Soroti Biaya Politik Gila-gilaan
slug: dua-bupati-kena-ott-golkar-soroti-biaya-politik-gila-gilaan
excerpt: Habis sudah! Dua bupati pengganti kini dicokok KPK gegara OTT. Anggota DPR
  dari Golkar, Ahmad Irawan, pasang badan soroti tingginya biaya politik yang bikin
  pejabat 'main serong'. Parahnya, sistem pencegahan korupsi dianggap masih lemah!
category: politik
tags:
- OTT
- KPK
- Korupsi
- Bupati
- Golkar
- Biaya Politik
source_urls:
- https://news.detik.com/berita/d-8560247/2-bupati-pengganti-kena-ott-legislator-golkar-soroti-tingginya-biaya-politik
source_names:
- detikNews
image_url: https://awsimages.detik.net.id/api/wm/2025/05/22/anggota-komisi-ii-dpr-ri-ahmad-irawan-1747865416771_169.jpeg?wid=54&w=1200&v=1&t=jpeg
meta_title: Dua Bupati Kena OTT, DPR Soroti Biaya Politik Gila
meta_description: Dua bupati pengganti kena OTT KPK beruntun. Anggota DPR sebut ini
  bukti sistem pencegahan korupsi lemah akibat tingginya biaya politik dan birokrasi
  rumit.
canonical_url: https://berita.media/dua-bupati-kena-ott-golkar-soroti-biaya-politik-gila-gilaan
schema_type: NewsArticle
status: published
created_at: '2026-07-06T17:03:24Z'
published_at: '2026-07-06T17:03:24Z'
---

Gila bro, dengerin nih! Dua bupati, Bupati Langkat dan Bupati Kuantan Singingi (Kuansing), nyaris bersamaan dicokok KPK dalam operasi tangkap tangan (OTT). Yang bikin makin ngeri, keduanya adalah pengganti pejabat sebelumnya yang juga pernah diamankan lembaga antirasuah! Anggota Komisi II DPR RI Fraksi Golkar, Ahmad Irawan, sampai geleng-geleng kepala lihat kelakuan para pejabat daerah ini. Beliau bilang, ini bukti nyata kalau sistem pencegahan korupsi di negeri ini masih bobrok abis, cuma ganti orang doang tapi masalahnya tetap sama! detikNews.

Menurut Irawan, aksi berulang ini bukan cuma soal oknum, tapi memang ada yang salah dengan sistemnya. "Kalau pendapat saya, itu karena setiap penindakan yang dilakukan oleh KPK tidak diikuti dengan perbaikan dan penguatan sistem pencegahan korupsi. Makanya perbuatan terus berulang. Hanya ganti orang dan pelaku saja," cetusnya geram. Beliau menambahkan, pihak yang masuk ke dalam sistem yang rawan itu sangat mungkin terpapar virus koruptif, sebabnya sudah budaya permisif di dalamnya. Parahnya lagi, penindakan hukum saja tidak cukup buat memutus rantai setan korupsi ini. Perlu banget dukungan kebijakan yang komprehensif biar tuntas! detikNews.

Nah ini dia biang keroknya! Kata Irawan, korupsi di daerah itu lahir dari persilangan berbagai faktor yang ruwet. Mulai dari budaya hedonisme yang kebablasan, sistem politik desentralisasi yang rentan celah, sampai birokrasi yang berbelit-belit. Tapi yang paling fatal, yang bikin pejabat 'main serong', adalah tingginya biaya politik dan rumitnya urusan birokrasi yang bikin pejabat baru pusing tujuh keliling. "Korupsi yang terjadi di daerah lahir dari persilangan seperti faktor hedonisme, politik desentralisasi dan budaya permisif. Salah satu picu paling dominan juga adalah tingginya biaya politik dan birokrasi yang rumit," ungkapnya dengan nada serius. Jadi, jangan harap masalah ini bisa selesai cuma dengan tangkap-tangkap saja, sebab masalahnya jauh lebih dalam! detikNews.

Kalian tahu nggak? Bupati Kuansing, Suhardiman Amby, yang kena OTT itu ternyata baru menjabat karena menggantikan bupati sebelumnya, Andi Putra, yang sudah duluan kena OTT pada Oktober 2021. Eh, baru saja kelewat sebulan, KPK langsung bergerak lagi, kali ini menyasar Bupati Langkat, Syah Afandin. Yang bikin heboh, Syah Afandin ini juga adalah 'pengganti'. Dia menjabat Plt Bupati Langkat setelah bupati sebelumnya, Terbit Rencana Perangin-angin, juga terciduk KPK pada tahun 2022. Gilanya, kabar terakhir menyebutkan KPK juga mendalami dugaan gratifikasi Rp 3,5 Miliar yang diterima Syah Afandin. Benar-benar gila, habis satu tersandung, yang lain langsung menyusul! Antara, detikNews.

Jadi, alhasil, dua bupati pengganti kini sudah masuk bui akibat OTT. Tingginya biaya politik dan sistem yang lemah jadi sorotan tajam. Padahal, rakyat cuma minta pemimpin yang jujur dan amanah, malah yang didapat cuma deretan kasus korupsi yang bikin geleng-geleng kepala. Ujung-ujungnya, siapa yang dirugikan? Ya jelas rakyat jelata yang semakin tercekik! Habis sudah cerita horor politik di daerah kita.

---
**Sumber:** [detikNews](https://news.detik.com/berita/d-8560247/2-bupati-pengganti-kena-ott-legislator-golkar-soroti-tingginya-biaya-politik)
