---
id: fuwtQG13gY-v
cluster_id: hwduycBiEhlF
title: DUA BUPATI PEMALANG KEJEROKESIKPK, DEMOKRASI LOKAL KOK MALAH JADI PASAR GELAP?
slug: dua-bupati-pemalang-kejerokesikpk-demokrasi-lokal-kok-malah-jadi-pasar-gelap
excerpt: Gila, Pemalang lagi-lagi diguncang operasi tangkap tangan! Kali ini Bupati
  Anom Widiyantoro dicokok KPK bersama 21 orang lainnya.  Ini bukan yang pertama,
  bupati sebelumnya juga pernah kejerokersiak.  Hebatnya lagi, dugaan korupsi dan
  jual beli jabatan jadi biang keroknya. Kompas.com
category: politik
tags:
- KPK
- OTT
- Pemalang
- Korupsi
- Politik Lokal
source_urls:
- https://nasional.kompas.com/read/2026/07/30/08450071/demokrasi-lokal-dan-bayang-bayang-politik-transaksional
source_names:
- Kompas.com
image_url: https://asset.kompas.com/crops/KMkHTIr56-fzuCg2k8Gdo06-Se0=/0x55:1600x1122/1200x675/filters:watermark(data/photo/2026/01/30/697c815a5f0b9.png,0,-0,1)/data/photo/2026/07/19/6a5c0961c9279.jpeg
meta_title: Bupati Pemalang Dicokok KPK, Demokrasi Lokal Jadi Pasar Gelap?
meta_description: Dua bupati Pemalang berturut-turut terjaring OTT KPK. Akankah praktik
  korupsi dan jual beli jabatan terus merajalela di demokrasi lokal?
canonical_url: https://berita.media/dua-bupati-pemalang-kejerokesikpk-demokrasi-lokal-kok-malah-jadi-pasar-gelap
schema_type: NewsArticle
status: published
created_at: '2026-07-30T05:01:47Z'
published_at: '2026-07-30T05:01:47Z'
---

Gila bro, dengerin dulu nih! Selas malam (28/7/2026) kemarin, KPK kembali bikin gebrakan di Pemalang. Alhasil, Bupati Anom Widiyantoro dicokok bareng 21 orang lainnya di tiga kota berbeda! Mereka diduga main mata dalam proyek pemerintah daerah dan parahnya lagi, tega-teganya praktik jual beli jabatan. Nah ini dia, urusan ini baru bergulir, tapi asas praduga tak bersalah tetep wajib dijunjung tinggi ya. KPK sendiri belum berani ngomong banyak soal status hukum para tersangka ini. Tapi, jangan harap bisa ngelak dari fakta pahit yang kesekian kalinya terulang. Kompas.com

Yang bikin geram, Pemalang ini bukan pertama kalinya kehilangan nahkoda gara-gara kasus begini. Pendahulu Anom, Mukti Agung Wibowo, juga pernah kejerokersiak OTT serupa dan akhirnya dicokok pengadilan karena terima suap dan gratifikasi. Gilanya, dua bupati berturut-turut, dua kasus yang berbeda tapi polanya kok ya sama persis! Kalau kursi yang sama jatuh ke lubang yang sama untuk kali keduanya, ya kali kita masih mau bilang ini cuma salah satu oknum doang. Susah bro, ini udah kayak sinetron yang episodenya gak abis-abis. Kompas.com

Parahnya, peristiwa di Pemalang ini jadi cerminan buram demokrasi lokal kita. Padahal udah lebih dari dua dekade reformasi dan desentralisasi berjalan, pilkada langsung udah ratusan kali digelar, kok ya masih aja melahirkan tikus-tikus koruptor di kursi pemerintahan. OTT Bupati Anom ini menambah daftar kepala daerah yang keseret KPK di tahun 2026 jadi dua belas orang. Mulai dari Sukoharjo, Muara Enim, sampai Kuantan Singingi, wajah-wajahnya berganti tapi modus operasinya tetep sama. Bukan anomali lagi ini, tapi pola berulang yang bikin kita miris lihatnya. Kompas.com

Ini semua terjadi karena demokrasi prosedural kita kebablasan, lupa sama substansinya. Robert Dahl aja udah ngingetin dari dulu, pemilihan bebas itu cuma salah satu syarat awal demokrasi, bukan tujuan akhir. Demokrasi sejati itu soal pertanggungjawaban pemerintah ke rakyat, bukan cuma sekadar pencoblosan di bilik suara. Larry Diamond juga ngasih tahu, rezim bisa aja menang di pemilu tapi jebol di sisi akuntabilitas dan hukum. Makanya, demokrasi lokal kita ini udah sah secara prosedur, tapi substansinya masih keropos kayak kerupuk kena air. Kompas.com

Celakanya lagi, kesenjangan ini makin lebar gara-gara partisipasi politik lokal melonjak drastis sejak awal 2000-an pasca desentralisasi. Tapi, institusi yang harusnya jadi wadah pengawal aspirasi rakyat kayak partai politik, birokrasi profesional, dan lembaga pengawasan gak tumbuh sekencang itu. Jadinya ya begini, partisipasi ada tapi gak terarah, malah seringkali disalahgunakan buat kepentingan pribadi para pejabat. Benar-benar bikin geleng-geleng kepala. Kompas.com

---
**Sumber:** [Kompas.com](https://nasional.kompas.com/read/2026/07/30/08450071/demokrasi-lokal-dan-bayang-bayang-politik-transaksional)
