---
id: _Dpfo5eHN9aA
cluster_id: 9UCEUfaNrFM-
title: DUA CALON MANAJER KOK AMBLES SAAT RETRET, DPR MURKA!
slug: dua-calon-manajer-kok-ambles-saat-retret-dpr-murka
excerpt: Tragis nian! Dua calon manajer Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP)
  ini tewas saat mengikuti retret, bikin anggota DPR RI, Imas Aan Ubudiyah, mendesak
  skrining kesehatan diperketat.  Program gembleng mental malah jadi kuburan massal!
category: KDKMP
tags:
- KDKMP
- DPR RI
- Skrining Kesehatan
- Retret
- Kecelakaan Kerja
source_urls:
- https://aktual.com/dua-calon-manajer-kdkmp-tewas-dpr-desak-skrining-kesehatan-diperketat/
source_names:
- Aktual.com
image_url: https://aktual.com/wp-content/uploads/2026/06/Ilustrasi-Retreat-Calon-Manager-Koperasi-Desa-Merah-Putih-512x512.png
meta_title: Calon Manajer KDKMP Tewas Saat Retret, DPR Desak Skrining Ketat
meta_description: Dua calon manajer KDKMP tewas saat retret. Anggota DPR RI Imas Aan
  Ubudiyah mendesak skrining kesehatan ketat untuk mencegah tragedi serupa.
canonical_url: https://berita.media/dua-calon-manajer-kok-ambles-saat-retret-dpr-murka
schema_type: NewsArticle
status: published
created_at: '2026-06-25T05:02:42Z'
published_at: '2026-06-25T05:02:42Z'
---

Gila bro, baru saja kita dikagetkan berita yang bikin geleng-geleng kepala! Dua orang calon manajer Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) ini lenyap ditelan bumi—eh, bukan ditelan bumi, tapi tewas begitu saja saat lagi digembleng mental di kegiatan retret.  Yang bikin gregetan, anggota Komisi VI DPR RI, Imas Aan Ubudiyah, langsung ngegas dong! Dia mendesak agar skema rekrutmen dan skrining kesehatan calon manajer KDKMP ini dibenahi total.  Masa program yang harusnya bikin tangguh malah jadi ajang kematian? Ini sih namanya perencanaan gagal total! Aktual.com

Menurut Imas, kegiatan retret itu harusnya positif buat ngebangun disiplin, ketangguhan mental, integritas, dan komitmen kerja. Tapi kok jadinya begini? Dia bilang, 'Saya tentu setuju dengan kegiatan retret. Program seperti itu penting untuk menggembleng kedisiplinan, integritas, dan komitmen kerja para calon manajer. Namun, ke depan perlu ada penyempurnaan dalam proses seleksinya.' Nah ini dia! Harusnya program ini bisa bikin koperasi makin joss, malah dua calon penggeraknya udah keburu ngangkat koper duluan. Parahnya, mereka ini kan generasi muda yang siap ngabdi, tapi malah dipanggil Yang Maha Kuasa sebelum bertugas. Sungguh malang nasib mereka! Aktual.com

Politikus PKB ini punya usul brilian, tapi kok baru kepikiran sekarang ya? Katanya, ke depan, setiap calon manajer wajib banget menjalani pemeriksaan kesehatan secara independen dan profesional sebelum acara retret.  Kenapa? Supaya dipastikan dulu badannya kuat apa enggak buat ngikutin aktivitas yang butuh fisik prima.  Yang punya riwayat penyakit tertentu atau kondisi yang enggak memungkinkan buat aktivitas intensitas tinggi, harusnya dikasih alternatif pembinaan lain.  Jadi bukan dipaksa ikut sampai tumbang, kan? Gilanya, usulan ini sebenarnya untuk memastikan proses penguatan kapasitas SDM koperasi berjalan aman, terukur, dan inklusif. Bukan malah jadi ajang unjuk nyali sampai nyawa jadi taruhan.  Alhasil, keselamatan dan kesehatan harus jadi nomor satu! Aktual.com

Imas Aan Ubudiyah juga ngaku prihatin banget sama musibah yang menimpa dua calon manajer KDKMP itu. Menurutnya, mereka itu adalah putra-putri terbaik bangsa yang dipersiapkan jadi tumpuan masa depan koperasi. Kok bisa-bisanya mereka tewas saat sedang mengikuti pelatihan dasar? Ini pertanyaan besar yang harus segera dijawab! Yang bikin merinding, dia berharap banget peristiwa kelam ini jadi momentum buat semua pihak yang terlibat untuk evaluasi. Jangan sampai kejadian kayak gini terulang lagi. Keberhasilan program itu bukan cuma soal materinya bagus atau enggak, tapi yang paling penting adalah sistemnya bisa ngelindungin keselamatan dan kesehatan pesertanya. Habis sudah! Jangan sampai ada lagi korban berikutnya dalam program yang katanya untuk memajukan ekonomi kerakyatan. Sungguh bikin miris! Aktual.com

Celakanya, bagaimana mungkin Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih ini mau berkembang kalau calon pemimpinnya saja sudah pada amblas sebelum waktunya? Ini bukan sekadar evaluasi, ini harus jadi tamparan keras buat penyelenggara. Gimana pertanggungjawabannya? Apakah mereka akan memberikan kompensasi yang layak bagi keluarga korban? Pertanyaan ini menggantung tanpa jawaban.  Ini bukti nyata kalau dalam merekrut dan membina orang, kita tidak boleh setengah-setengah. Kalau tidak, ya beginilah jadinya, program mulia berakhir jadi tragedi yang memilukan hati. Selesai sudah!

---
**Sumber:** [Aktual.com](https://aktual.com/dua-calon-manajer-kdkmp-tewas-dpr-desak-skrining-kesehatan-diperketat/)
