---
id: -AJTRWdGtTQy
cluster_id: 39-1RUNOAVgw
title: Dua Lembaga Lembek! Kejagung-KPK Kompak Gebuk Pejabat Korupsi
slug: dua-lembaga-lembek-kejagung-kpk-kompak-gebuk-pejabat-korupsi
excerpt: Awal Juni 2026 jadi saksi mata dua institusi penegak hukum, Kejagung dan
  KPK, sama-sama beraksi menggebuk pejabat negara yang terjerat kasus korupsi. Dari
  program makan bergizi sampai urusan imigrasi, para petinggi ini tercokok dalam rentang
  waktu berdekatan. Ini lomba apa kolaborasi? Rakyat menunggu jawabannya!
category: korupsi
tags:
- korupsi
- Kejagung
- KPK
- pejabat
- Makan Bergizi Gratis
source_urls:
- https://nasional.kompas.com/read/2026/06/05/06494021/kala-kejagung-dan-kpk-berpacu-tersangkakan-pejabat-di-awal-juni?page=all
source_names:
- Kompas.com
image_url: https://asset.kompas.com/crops/ycVtV_LFiBlFRQsGEJYnVpapghs=/141x0:1293x768/1200x675/filters:watermark(data/photo/2026/01/30/697c815a5f0b9.png,0,-0,1)/data/photo/2026/06/05/6a2224a7bf07c.png
meta_title: Kejagung dan KPK Berpacu Ungkap Korupsi Pejabat
meta_description: Awal Juni 2026 jadi saksi mata Kejagung dan KPK kompak menetapkan
  pejabat negara sebagai tersangka kasus korupsi. Dari BGN hingga Imigrasi, siapa
  lagi yang akan dicokok?
canonical_url: https://berita.media/dua-lembaga-lembek-kejagung-kpk-kompak-gebuk-pejabat-korupsi
schema_type: NewsArticle
status: published
created_at: '2026-06-05T08:01:55Z'
published_at: '2026-06-05T08:01:55Z'
---

Ceritanya begini. Pekan pertama Juni 2026, jagat penegakan hukum Indonesia seperti dikejutkan badai. Belum juga kopi pagi dingin, Kejaksaan Agung sudah mengumumkan berita panas: eks petinggi Badan Gizi Nasional (BGN) resmi jadi tersangka korupsi! Belum selesai kita mencerna kabar itu, esok harinya giliran Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang beraksi, mencokok delapan pejabat Imigrasi terkait kasus dugaan pemerasan. Wah, ini namanya balapan terselubung, atau memang sudah waktunya para tikus kantor ini diganyang? Kompas.com

Yang bikin greget, Kejagung duluan yang memecah keheningan. Rabu (3/6/2026), Dadan Hindayana sang mantan Kepala BGN, bersama dua wakilnya, Sony Sonjaya dan Lodewyk Pusung, dicokok. Mereka diduga bermain api dalam tata kelola program Makan Bergizi Gratis (MBG). Diduga kuat, penunjukan yayasan mitra Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) itu tidak sesuai prosedur. Yayasan-yayasan yang dipilih, kata penyidik, terafiliasi dengan para tersangka ini, padahal syaratnya tidak memadai. Parahnya, mereka diduga menyalahgunakan portal mitra BGN untuk meloloskan yayasan abal-abal ini. Alhasil, miliaran rupiah diduga mengalir ke kantong pribadi, sementara pengadaan barang dan jasa di BGN pun ikut di-mark up. Negara dirugikan, sementara para pejabatnya sibuk bikin pundi-pundi mereka tebal. Kompas.com

Belum juga kita selesai menghela napas, KPK yang katanya musuh bebuyutan korupsi, tak mau kalah. Keesokan harinya, delapan pejabat Direktorat Jenderal Imigrasi diringkus. Kasusnya? Dugaan pemerasan dalam pengurusan dokumen keimigrasian. Entah itu paspor, visa, atau izin tinggal, semuanya diduga diperjualbelikan dengan tarif 'ketuk pintu'. Gilanya, ini terjadi di tengah sorotan publik terhadap kedua lembaga penegak hukum ini. Apakah ini sinyal positif bahwa aparat kita mulai serius memberantas korupsi? Atau justru ini pertanda, betapa banyak pejabat busuk yang masih berkeliaran dan baru terendus sekarang? Kompas.com

Nah ini dia yang bikin bingung. Di satu sisi, penetapan tersangka yang berdekatan ini memang menarik perhatian. Publik berharap penegak hukum bekerja keras. Tapi, di sisi lain, ada yang bertanya-tanya, apakah ini benar-benar semangat pemberantasan korupsi yang murni, atau ada faktor lain yang mendorong kedua lembaga ini 'berpacu' dalam pengungkapan kasus. Yang jelas, bagi para tersangka ini, lebaran tahun ini mungkin jadi lebaran yang paling menyedihkan. Anggota keluarga mereka harus meringkuk di balik jeruji besi, mempertanggungjawabkan perbuatan mereka yang merugikan negara dan rakyat. Selesai sudah kebebasan mereka.

---
**Sumber:** [Kompas.com](https://nasional.kompas.com/read/2026/06/05/06494021/kala-kejagung-dan-kpk-berpacu-tersangkakan-pejabat-di-awal-juni?page=all)
