---
id: EcvreIhri44i
cluster_id: 2G0HF1K9jHNZ
title: Dua Warga Keok Ikut Latihan Kemenhan, Militerisasi Sipil Dikritik Keras!
slug: dua-warga-keok-ikut-latihan-kemenhan-militerisasi-sipil-dikritik-keras
excerpt: Gila! Dua warga harus meregang nyawa demi program latihan militer calon pengelola
  koperasi desa. Amnesty International Indonesia berang, mendesak Kemenhan hentikan
  praktik keliru yang mengorbankan rakyat sipil ini.
category: KDKMP
tags:
- militerisasi sipil
- KDKMP
- KNMP
- Amnesty International Indonesia
- Kementerian Pertahanan
- hak asasi manusia
source_urls:
- https://www.amnesty.id/kabar-terbaru/siaran-pers/usut-kematian-peserta-latsarmil-stop-libatkan-militer-dalam-kdkmp/06/2026/
source_names:
- Amnesty Indonesia
image_url: https://www.amnesty.id/wp-content/uploads/2026/06/Latsarmil1-scaled.jpg
meta_title: 'Amnesty: 2 Warga Tewas Latihan Kemenhan, Hentikan Militerisasi Sipil!'
meta_description: Dua warga tewas saat latihan dasar militer Kemenhan. Amnesty International
  Indonesia kritik keras militerisasi sipil dan minta investigasi independen.
canonical_url: https://berita.media/dua-warga-keok-ikut-latihan-kemenhan-militerisasi-sipil-dikritik-keras
schema_type: NewsArticle
status: published
created_at: '2026-06-25T05:02:34Z'
published_at: '2026-06-25T05:02:34Z'
---

Astaga naga, dengarkan cerita pilu ini! 

Bukan main kagetnya mendengar kabar dua warga sipil harus kehilangan nyawa hanya karena mengikuti program latihan dasar kemiliteran (Latsarmil) untuk calon pengelola Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) dan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP). Direktur Eksekutif Amnesty International Indonesia, Usman Hamid, angkat bicara dengan nada geram, menyebut tragedi ini potret buruk bahaya militerisme yang merangsek ke ruang sipil. Ia mempertanyakan kenapa Kementerian Pertahanan baru mengungkap ke publik setelah beberapa hari jenazah dimakamkan, padahal keluarga dan publik punya hak tahu penyebab kematian yang janggal ini. "Patut disayangkan warga harus meregang nyawa hanya karena mengikuti pelatihan program pemerintah yang bermasalah sejak awal," cetusnya, Amnesty International Indonesia.

Gilanya, pelatihan yang dirancang untuk manajemen usaha ini justru lebih banyak ditekankan pada aspek fisik dan kedisiplinan yang kental bela negara, ketimbang bekal manajerial yang dibutuhkan. Alhasil, dua nyawa melayang sia-sia dalam program yang terkesan memaksakan pendekatan militeristik kepada masyarakat sipil. "Yang diperlukan adalah pelatihan keterampilan manajemen usaha, dan komunikasi yang dialogis, bukan pelatihan militer yang berbasis kekuatan fisik dan komunikasi monologis," tegas Usman Hamid, Amnesty International Indonesia. Ia menambahkan bahwa mewajibkan latihan militer bagi 35 ribu warga sipil calon pengelola koperasi adalah kekeliruan fatal yang harus segera dihentikan. Ini jelas cerminan militerisasi sipil yang mengaburkan batas antara domain pertahanan negara dan urusan sipil, berisiko membangkitkan kembali bayang-bayang dwifungsi ABRI era Orde Baru.

Parahnya, praktik militeristik ini justru bertentangan dengan prinsip dasar koperasi itu sendiri. Bapak Koperasi Indonesia, Mohammad Hatta, dan Undang-Undang No. 25 Tahun 1992, dengan tegas menyatakan bahwa pengelolaan koperasi dilakukan secara demokratis, di mana keputusan tertinggi berada pada rapat anggota, bukan pada sistem garis komando yang hierarkis ala militer. Ujung-ujungnya, program yang seharusnya memberdayakan masyarakat justru malah mengorbankan mereka. "Bagi kami urusan manajemen bisnis dan pemberdayaan ekonomi masyarakat sipil tidak relevan dengan pelatihan ala militer," pungkas Usman Hamid, Amnesty International Indonesia.

Celakanya, Kementerian Pertahanan sendiri mengklaim kedua korban telah melalui pemeriksaan kesehatan yang menyatakan mereka memenuhi syarat. Namun, fakta di lapangan menunjukkan sebaliknya, dua peserta program itu harus tumbang dan tak bernyawa. "Ini tragedi dan harus ada investigasi independen atas kematian mereka," serunya, Amnesty International Indonesia. Pemerintah diminta segera menghentikan pendekatan militeristik dalam pengelolaan koperasi desa dan memberikan pendidikan yang berfokus murni pada kerja-kerja manajerial dan bisnis koperasi yang humanis. Jangan sampai ada korban lagi dari program yang salah kaprah ini. Selesai.

---
**Sumber:** [Amnesty Indonesia](https://www.amnesty.id/kabar-terbaru/siaran-pers/usut-kematian-peserta-latsarmil-stop-libatkan-militer-dalam-kdkmp/06/2026/)
