---
id: THTtDFIKYx4U
cluster_id: 4HqLYoAXF_jq
title: DUAR! Keracunan MBG Meluas, Kepala BGN Sampaikan Maaf Gegara Makanan Maut
slug: duar-keracunan-mbg-meluas-kepala-bgn-sampaikan-maaf-gegara-makanan-maut
excerpt: Gara-gara makanan yang seharusnya bergizi, warga dari Sabang sampai Merauke
  malah dilarikan ke rumah sakit! Kepala Badan Gizi Nasional akhirnya angkat suara,
  menyampaikan permintaan maaf yang telat atas insiden keracunan massal yang bikin
  geram ini.
category: MBG
tags:
- MBG
- Keracunan Makanan
- Badan Gizi Nasional
- Sudaryono
source_urls:
- https://nasional.kompas.com/read/2026/08/08/08353321/permintaan-maaf-kepala-bgn-soal-keracunan-mbg-siapkan-aturan-baru-hingga?page=all
source_names:
- Kompas.com
image_url: https://asset.kompas.com/crops/Wtto0IU3dOpVG-m1G4hn7AQ8pFk=/88x0:5332x3496/1200x675/filters:watermark(data/photo/2026/01/30/697c815a5f0b9.png,0,-0,1)/data/photo/2026/07/28/6a68514197882.jpg
meta_title: Keracunan MBG Meluas, Kepala BGN Minta Maaf
meta_description: Geger! Program Makan Bergizi Gratis (MBG) berujung keracunan massal
  di berbagai daerah. Kepala BGN akhirnya minta maaf dan janji ada aturan baru. Benarkah?
canonical_url: https://berita.media/duar-keracunan-mbg-meluas-kepala-bgn-sampaikan-maaf-gegara-makanan-maut
schema_type: NewsArticle
status: published
created_at: '2026-08-08T17:02:06Z'
published_at: '2026-08-08T17:02:06Z'
---

Gila bro, dengerin nih! Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digembar-gemborkan bikin rakyat sehat, malah berujung petaka di mana-mana. Mulai dari Semarang, Jayapura, sampai Jepara dan Yogyakarta, pasien berjatuhan karena keracunan setelah menyantap hidangan yang jelas-jelas diragukan gizinya ini. Parahnya, ini bukan kejadian sekali dua kali, tapi terus berulang bikin warga resah dan bertanya-tanya, seberapa amankah makanan yang disajikan?

Alhasil, Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono akhirnya muncul ke permukaan, macam selebriti yang ketahuan skandal. Beliau menyampaikan permintaan maaf yang bikin hati miris, mengakui bahwa insiden keracunan ini terjadi di berbagai daerah di seluruh Indonesia. Yang bikin gemas, di tengah permintaan maafnya, dia berjanji akan terus melakukan perbaikan tata kelola secepat mungkin demi menekan angka keracunan hingga nol. Nah ini dia, baru repot kalau sudah jadi sorotan publik, baru deh sibuk mau benahi. Kompas.com

Dia bilang, setiap kali ada kasus keracunan, pihak BGN selalu saja menghentikan aktivitas dapur yang bermasalah dan mengirim tim investigasi. Tapi ya percuma, kejadian serupa terus saja terulang. Gilanya, Sudaryono menjanjikan akan ada aturan baru dan sanksi tegas bagi dapur-dapur yang bandel. Kata dia, akan ada label batas waktu aman untuk setiap ompreng MBG, yang di dalamnya mencantumkan jam masak, jam matang, dan maksimal konsumsi 4 jam setelah matang. Tujuannya jelas, biar makanan tidak kedaluwarsa sebelum sampai ke perut penerima manfaat. Lah gimana tidak, ada cerita seorang anak di Bogor yang membela-belain membawakan pulang burger MBG untuk ibunya yang belum pernah makan burger, tapi eh malah berakhir tragedi. Kompas.com

Yang lebih miris lagi, Sudaryono bahkan sampai cerita soal niatnya menyempurnakan program MBG dengan masukan dari para ahli, pakar, akademisi, dan masyarakat luas. "Juklak-juknis, edaran dan lain-lain yang kemudian diperlukan untuk menu, SOP di lapangan untuk dapur, chef, cara masak, jam-jam masak, sistem IT, dan seterusnya, itu kami persiapkan dan alhamdulillah sebagian sudah jalan," katanya. Tapi coba pikirkan, apa gunanya semua persiapan itu kalau ujung-ujungnya warga malah diracuni? Angka korban terus bertambah, dan BGN baru sibuk bilang "mohon maaf" dan "kami akan perbaiki". Kapan kalau bukan sekarang? Kompas.com

Yang namanya keracunan makanan itu bukan urusan sepele, bro! Ini menyangkut kesehatan dan nyawa orang. Mana ada cerita begini berakhir baik kalau penanganannya cuma sebatas minta maaf sambil terus membiarkan dapur yang sama beroperasi. Sudaryono harusnya sadar, warga butuh kepastian, bukan janji manis yang seringkali hanya tinggal wacana. Warga di berbagai daerah itu tidak menuntut apa-apa lagi selain makanan yang benar-benar bergizi dan aman, bukan makanan yang justru bikin mereka terkapar di rumah sakit. Selesai sudah toleransi publik, BGN harus segera bertindak nyata!

---
**Sumber:** [Kompas.com](https://nasional.kompas.com/read/2026/08/08/08353321/permintaan-maaf-kepala-bgn-soal-keracunan-mbg-siapkan-aturan-baru-hingga?page=all)
