---
id: B7sru3_cWbL_
cluster_id: HyXyTbIyvjfQ
title: Duit Mepet, India Jegal BUMN Jual Saham Gede-gedean!
slug: duit-mepet-india-jegal-bumn-jual-saham-gede-gedean
excerpt: Dalam kondisi defisit fiskal parah, India tak punya pilihan lain selain menggerogoti
  aset negara! Saham-saham BUMN ludes terjual demi nutupi lubang APBN, bahkan perusahaan
  asuransi raksasa pun tak luput dari aksi jual ini.
category: BUMN
tags:
- India
- BUMN
- Defisit Fiskal
- Divestasi Saham
- Ekonomi
source_urls:
- https://finance.detik.com/berita-ekonomi-bisnis/d-8609924/hindari-defisit-belanja-negara-ini-terpaksa-jual-saham-bumn
source_names:
- detikFinance
image_url: https://awsimages.detik.net.id/api/wm/2024/07/12/dolar-as-masih-di-atas-rp-16100-hari-ini-3_169.jpeg?wid=54&w=1200&v=1&t=jpeg
meta_title: India Jual Saham BUMN Rp 116 T Demi Tutupi Defisit
meta_description: India terpaksa jual saham BUMN senilai Rp 116 triliun demi atasi
  defisit fiskal yang membengkak. Perusahaan asuransi raksasa pun jadi korban!
canonical_url: https://berita.media/duit-mepet-india-jegal-bumn-jual-saham-gede-gedean
schema_type: NewsArticle
status: published
created_at: '2026-08-08T17:00:58Z'
published_at: '2026-08-08T17:00:58Z'
---

Gila, bro! Lagi-lagi negara lain bikin kita geleng-geleng kepala. India, yang katanya ekonominya ngebut kenceng di antara negara-negara besar, ternyata lagi kepateran duit alias defisit fiskal! Ujung-ujungnya? Mereka terpaksa ngeluarin jurus paling pamungkas: jual aset negara, tepatnya saham-saham BUMN, biar dapur tetap ngebul. Parahnya, ini bukan cuma sekali dua kali, tapi sudah jadi langganan tiap tahun, padahal pasarnya lagi lesu melulu, coba bayangin! Nah ini dia, sumber intelijen pasar India, Prime Database, melaporkan kalau sampai awal tahun ini aja, mereka sudah sukses nyikat habis saham di 10 perusahaan pelat merah, termasuk pemain besar kayak Coal India dan NHPC. Gimana nggak makin merinding, bos? 

Yang bikin gempar dan bikin kita berdecak kagum (atau prihatin?): India baru saja menghajar pasar dengan melepas 6,5% saham di perusahaan asuransi jiwa terbesar mereka, Life Insurance Corporation of India. Alhasil, duit segar Rp 59,06 triliun langsung mendarat di kas negara. Saking desperatnya nyari pembeli di tengah pasar yang lagi ciut, mereka ngasih diskon 10%! Ya gimana tidak, penawarannya langsung membludak melebihi target, sampai-sampai para ahli pun bilang kalau aksi jual saham ini udah mengumpulkan lebih dari Rp 116,33 triliun. Angka fantastis yang belum pernah terjadi lagi dalam satu dekade terakhir, menurut laporan detikFinance.

Yang lebih nyesek lagi, menurut kepala riset ekonomi India di Standard Chartered Bank, Anubhuti Sahay, negara ini justru dulu aman-aman saja dan nggak pernah serius soal divestasi saham BUMN. Tapi sekarang? Risiko pendapatan negara makin jeblok, sementara pengeluaran malah membengkak gara-gara subsidi yang makin berat. Jadi, selling saham BUMN ini ibarat "memanfaatkan aset berharga keluarga pada saat sangat dibutuhkan," katanya, dikutip detikFinance. Jadi, ini bukan soal kehebatan ekonomi, tapi soal bertahan hidup dari krisis fiskal yang mengancam. Habis sudah, mau bagaimana lagi kalau kondisi sudah begini, yang penting negara nggak kolaps dulu kan? Tapi melihat negara lain terpaksa jual 'barang pusaka' gini, bikin kita harusnya introspeksi diri, jangan sampai kejadian serupa terulang di sini.

---
**Sumber:** [detikFinance](https://finance.detik.com/berita-ekonomi-bisnis/d-8609924/hindari-defisit-belanja-negara-ini-terpaksa-jual-saham-bumn)
