---
id: WOPTCWicAv2z
cluster_id: ww_red2Fqzyy
title: Duit Miliaran Amblas! Emosi Jadi Bos Investor, Duitnya Raib!
slug: duit-miliaran-amblas-emosi-jadi-bos-investor-duitnya-raib
excerpt: 'Dinamika pasar global bikin investor pusing tujuh keliling. Malah, emosi
  serakah dan takut yang bikin dompetnya bolong. Kepala Divisi Standard Chartered
  saja sudah ingatkan: jangan sampai duitnya amblas gara-gara keliru ambil keputusan!'
category: investasi
tags:
- investasi
- pasar modal
- saham
- keuangan
- psikologi investor
source_urls:
- https://www.kompas.id/artikel/ketika-emosi-menjadi-risiko-terbesar-investor
source_names:
- Kompas.id
image_url: https://assetd.kompas.id/rLGbNV-INjQC_cQG7LgroT975HQ=/1024x683/smart/filters:format(webp):quality(80)/https://taja.kompas.id/wp-content/uploads/2026/04/Standard-Chartered-2.jpg
meta_title: Emosi Bikin Rugi Besar Investor, Duit Miliaran Bisa Amblas!
meta_description: Pasar global bikin investor pusing, tapi emosi justru risiko terbesar.
  Pelajari cara disiplin agar duit Anda aman dari keserakahan dan ketakutan.
canonical_url: https://berita.media/duit-miliaran-amblas-emosi-jadi-bos-investor-duitnya-raib
schema_type: NewsArticle
status: published
created_at: '2026-06-08T05:01:56Z'
published_at: '2026-06-08T05:01:56Z'
---

Bayangkan — duit miliaran rupiah di tangan. Mau diinvestasikan biar beranak-pinak. Tapi eh, kok malah raib begitu saja? Nah, ini cerita para investor yang sedang dibikin pusing tujuh keliling sama pasar global belakangan ini. Dikatakan oleh Tandy Cahyadi, Kepala Divisi Affluent Segment Standard Chartered Indonesia, perkembangan teknologi canggih, perang antarnegara, sampai suku bunga yang naik turun kayak yoyo, bikin pasar jadi makin nggak karuan. "Duh, repot bener," pikir investor kaya raya yang punya aset gede. Kompas.id

Yang bikin geram, di tengah pasar yang nggak jelas juntrungannya ini, investor malah disuruh disiplin. Disiplin buat apa? Buat baca pasar, biar tahu kapan harus masuk, kapan harus keluar. Soalnya, kalau sampai emosi yang jadi bos, siap-siap saja uangnya ludes. Apalagi buat nasabah kaya raya yang katanya punya aset gede, mereka itu nggak cuma mau untung cepet. Tapi juga mikirin buat anak cucu kelak. "Kalau nggak disiplin, portofolio gede bisa bergeser seenaknya gara-gara harga pasar naik turun. Risiko duitnya habis sebelum waktunya itu gede banget," kata Tandy Cahyadi. Kompas.id

Dan bukan main, yang namanya disiplin itu sekarang nggak main-main. Harusnya investor itu fokus nunggu pasar berbalik arah. Jangan malah coba-coba tebak kapan pasar bakal di puncak tertinggi atau terendah. Ini namanya market timing, kata Tandy. Katanya sih, lebih baik tetap berada di dalam pasar yang lagi 'panas'. Tapi pas pasar lagi 'adem ayem', eh, investor malah takut duluan. Gilanya, pas market lagi koreksi tajam atau perdebatan soal valuasi makin panas, investor malah panik. Langsung deh mengurangi investasi, sebelum tahu kenapa-kenapanya. Akibatnya? Duitnya jadi korban. Kompas.id

Parahnya lagi, banyak investor yang nggak tahan lihat portofolionya naik turun. Langsung deh, gatel tangannya pengen dagang terus-terusan. Ini yang namanya over-trading. Alhasil, momen pasarnya lagi bangkit, momennya lagi bagus-bagusnya untuk balik untung, malah kelewat. Jadi, gimana caranya biar nggak ketipu emosi sendiri? Pertama, hati-hati di atas segalanya. Waspadai semua godaan yang datang dari emosi, entah itu rasa takut pas pasar turun, atau serakah pas pasar lagi naik kencang. Supaya nggak kejadian beli pas mahal, jual pas murah. Kompas.id

Kedua, bikin rencana investasi yang jelas dari awal. Lakukan investasi rutin, jangan cuma pas lagi ada duit receh. Terus, dievaluasi juga secara berkala. Alokasi aset juga harus dijaga, jangan sampai satu aset jadi gede banget sendiri. Tujuannya biar arus kas lancar dan tetap bisa dapat untung. Memang sih, kata orang, pasar itu cenderung naik dalam jangka panjang. Tapi kalau udah kegedean satu aset, harus segera di-rebalancing. Kayaknya Standard Chartered Indonesia ini beneran serius bantu nasabah biar nggak emosi lagi. Mereka punya program namanya Today, Tomorrow, Forever. Biar pengelolaan duitnya selaras sama kebutuhan. Benar-benar sampai cucu-cucu! Kompas.id

---
**Sumber:** [Kompas.id](https://www.kompas.id/artikel/ketika-emosi-menjadi-risiko-terbesar-investor)
