---
id: BgZdMnAoBK7K
cluster_id: 2mTJ0a8pleFK
title: Duit Rakyat Lenyap! Pejabat Ngantong Ratusan Dapur Bergizi, MAKI Lapor Kejagung!
slug: duit-rakyat-lenyap-pejabat-ngantong-ratusan-dapur-bergizi-maki-lapor-kejagung
excerpt: Gilanya, pejabat eselon I dan II kedapatan punya ratusan 'dapur makan bergizi
  gratis' (SPPG) alias gizi buruk buat rakyat tapi untung buat mereka! Koordinator
  MAKI, Boyamin Saiman, sudah serahkan data ke Kejagung, dan Ahmad Sahroni minta diusut
  tuntas!
category: korupsi
tags:
- korupsi
- MAKI
- Kejagung
- Ahmad Sahroni
- SPPG
source_urls:
- https://nasional.sindonews.com/read/1715581/13/maki-temukan-potensi-korupsi-dalam-kepemilikan-sppg-sahroni-kejagung-wajib-usut-1780977987
source_names:
- SINDOnews Nasional
image_url: https://pict.sindonews.com/dyn/850/pena/news/2026/06/09/13/1715581/maki-temukan-potensi-korupsi-dalam-kepemilikan-sppg-sahroni-kejagung-wajib-usut-rlv.jpg
meta_title: 'Korupsi SPPG: Pejabat Punya Ratusan Dapur Gizi, MAKI Lapor Kejagung'
meta_description: Dugaan korupsi besar terungkap! Pejabat eselon I dan II diduga miliki
  ratusan unit 'dapur makan bergizi gratis' (SPPG). MAKI serahkan data ke Kejagung,
  Ahmad Sahroni minta usut tuntas!
canonical_url: https://berita.media/duit-rakyat-lenyap-pejabat-ngantong-ratusan-dapur-bergizi-maki-lapor-kejagung
schema_type: NewsArticle
status: published
created_at: '2026-06-09T17:01:51Z'
published_at: '2026-06-09T17:01:51Z'
---

Bayangkan — pejabat eselon II pun bisa punya lebih dari 100 unit dapur makan bergizi gratis (SPPG)! Bukan dapur rumah tangga, tapi dapur yang seharusnya menyuplai gizi buat anak-anak yang membutuhkan. Gilanya lagi, pejabat eselon I pun tidak mau kalah, punya lebih dari 20 unit SPPG. Ini bukan soal inovasi, tapi soal kerakusan! Boyamin Saiman dari Masyarakat Antikorupsi Indonesia (MAKI) mencium bau busuk di balik kepemilikan ini dan langsung bergerak cepat, menyerahkan data temuan ini ke penyidik Kejaksaan Agung (Kejagung) pada Selasa (9/6/2026). Data yang diserahkan bukan sekadar rumor, tapi bukti kuat dugaan korupsi merajalela. SINDOnews Nasional

Yang bikin geram, program ini seharusnya membantu balita stunting atau kelompok rentan lainnya. Tapi malah jadi ajang bancakan para pejabat. Makanan bergizi yang harusnya sampai ke tangan rakyat miskin, malah jadi pundi-pundi kekayaan para 'pelayan rakyat' yang tak tahu diri. Jumlahnya mencengangkan, ratusan unit untuk satu orang! Sementara itu, di lapangan, banyak anak balita masih terancam gizi buruk. Celakanya, ini baru terungkap sebagian. Entah berapa banyak lagi dapur-dapur serupa yang diam-diam dikuasai pejabat lain, menjadi sapi perah pribadi di balik program pemerintah. MAKI

Tak tinggal diam, Wakil Ketua Komisi III DPR, Ahmad Sahroni, langsung pasang badan. Ia mendesak Kejagung agar segera menindaklanjuti laporan MAKI ini. 'Kejagung wajib usut!' tegas Sahroni, menyiratkan bahwa laporan ini bukan sekadar angin lalu. Pernyataan Sahroni ini bak cambuk bagi aparat penegak hukum agar tidak main-main dengan kasus korupsi yang jelas merugikan rakyat kecil. Alhasil, kita tunggu gebrakan Kejagung. Jangan sampai laporan MAKI ini jadi senjata makan tuan, dan malah membungkam mereka yang berani bersuara. Kejagung harus membuktikan bahwa negara tidak kalah kuat dari para koruptor berduit. SINDOnews Nasional

Ujung-ujungnya, ini bukan cuma soal kepemilikan SPPG. Ini soal moralitas pejabat publik. Mereka digaji rakyat untuk melayani, bukan untuk mengeruk keuntungan pribadi dari program yang seharusnya menolong. Kemiskinan, stunting, kelaparan — semua itu masih nyata. Tapi harta para pejabat malah makin bertambah. Ini penindasan namanya! Rakyat kecil hanya bisa gigit jari melihat kekayaan mereka yang terus bertambah, sementara porsi makan bergizi untuk anak-anaknya malah semakin menipis.

---
**Sumber:** [SINDOnews Nasional](https://nasional.sindonews.com/read/1715581/13/maki-temukan-potensi-korupsi-dalam-kepemilikan-sppg-sahroni-kejagung-wajib-usut-1780977987)
