---
id: Ka3WhlCequm7
cluster_id: KNDuM7pC2BZ9
title: 'Ekonom Ngamuk: APBN Cuma Jaga Defisit, Rupiah Makin Amblas!'
slug: ekonom-ngamuk-apbn-cuma-jaga-defisit-rupiah-makin-amblas
excerpt: Gilanya, ekonom Universitas Andalas Padang, Syafruddin Karimi, ngaku gregetan
  sama pemerintah yang dinilainya cuma sibuk mati-matian menjaga defisit APBN di bawah
  3 persen, padahal rupiah terus dihajar badai di pasar global. Ia menekankan kredibilitas
  APBN harus diperkuat, bukan sekadar angka defisit, demi menahan rupiah dari jurang
  pelemahan, demikian kutipannya dari Kompas.com.
category: rupiah
tags:
- rupiah
- ekonomi
- APBN
- Syafruddin Karimi
source_urls:
- https://money.kompas.com/read/2026/07/12/153900826/jaga-rupiah-ekonom-minta-pemerintah-perkuat-kredibilitas-apbn
source_names:
- Kompas.com
image_url: https://asset.kompas.com/crops/bdA6BnQvz77HLjppKyr4BUhigk0=/0x0:780x390/1200x675/filters:watermark(data/photo/2026/01/30/697c815e7ef28.png,0,-0,1)/data/photo/2009/12/23/1107303780x390.jpg
meta_title: 'Ekonom: APBN Harus Kuatkan Kredibilitas, Rupiah Makin Amblas!'
meta_description: Ekonom Syafruddin Karimi kritik pemerintah, dinilai fokus jaga defisit
  APBN ketimbang perkuat kredibilitas demi rupiah yang terus melemah. Rupiah terancam
  babak belur!
canonical_url: https://berita.media/ekonom-ngamuk-apbn-cuma-jaga-defisit-rupiah-makin-amblas
schema_type: NewsArticle
status: published
created_at: '2026-07-12T17:02:04Z'
published_at: '2026-07-12T17:02:04Z'
---

Gila bro, dengarkan dulu ini! Para pengamat ekonomi sekarang udah bukan cuma geleng-geleng kepala liat rupiah yang makin babak belur, tapi juga ngamuk ngeliat pemerintah kayaknya lebih mentingin angka di atas kertas doang. Kata pengamat dari Universitas Andalas, Syafruddin Karimi, nih, pemerintah sekarang itu udah kayak kena hipnotis sama angka defisit APBN yang katanya harus di bawah 3 persen PDB. Alhasil, fokusnya buyar! Harusnya tuh, pemerintah jor-joran perkuat kredibilitas APBN di paruh kedua 2026 ini, bukan malah cuma ngerem-ngerem doang biar defisit nggak kelewat batas. Begini kronologinya, pemerintah sibuk banget ngurusin duit keluar masuk, ngatur defisit, tapi lupa kalau investor itu liatnya nggak cuma angka doang, tapi seberapa kuat kebijakan fiskalnya. Nah ini dia, kepercayaan investor itu kunci banget buat bikin rupiah nggak lari terbirit-birit! Kompas.com.

Syafruddin gemas banget, bro. Katanya, prioritas fiskal di semester II-2026 itu mestinya nambah kualitas belanja negara, potong abis pos-pos yang nggak ngaruh ke ekonomi, biar rupiahnya nggak makin remuk redam. Belanja yang produktif kayak pembangunan infrastruktur dasar, ketahanan pangan, energi, pendidikan, kesehatan, plus sokongan buat UMKM itu harus jadi prioritas nomor satu, jangan sampai kesempetan kayak kelinci kejepit! Parahnya lagi, belanja subsidi dan kompensasi itu mestinya dikendaliin pake sistem yang lebih tepat sasaran, biar pelemahan rupiah nggak jadi beban dobel buat negara. Mana ada cerita begini bikin untung coba? Sumbernya bilang begitu, Kompas.com.

Ujung-ujungnya, pemerintah juga didorong buat ngebut penerimaan negara, tapi hati-hati dong, jangan sampe bikin aktivitas ekonomi makin tercekik. Caranya gimana? Kata Syafruddin, perluas basis pajak, awasin wajib pajak gede-gedean, pantau transfer pricing, berantas cukai ilegal, digitalisasi kepabeanan, sampai penegakan hukum perpajakan yang bener-bener pake data. Ini nih, percepatan penerimaan harusnya nggak nambahin beban kasar ke ekonomi, ngerti nggak? Tapi yaaa, namanya juga pemerintah, suka nggak kepikiran gitu deh, Kompas.com.

Dan bukan main, Syafruddin juga ngingetin biar pengelolaan pembiayaan negara tuh hati-hati. Penerbitan Surat Berharga Negara (SBN) jangan sampe bikin pasar keuangan domestik menjerit atau malah bikin sektor swasta nggak kebagian ruang gerak alias crowding out. Makanya, penting banget tuh, koordinasi yang super erat antara pemerintah sama Bank Indonesia biar stabilitas ekonomi terjaga. Komunikasi soal kebijakan fiskal dan moneter itu harus nyambung terus, nggak putus kayak jalan tol yang lagi diperbaiki. Kalo nggak kompak, yaudah, rupiah makin diganyang, Kompas.com.

---
**Sumber:** [Kompas.com](https://money.kompas.com/read/2026/07/12/153900826/jaga-rupiah-ekonom-minta-pemerintah-perkuat-kredibilitas-apbn)
