---
id: ew1jOJptH_s9
cluster_id: W-dmzUOhZtCV
title: Ekonom Ngeri! Kelas Menengah Terancam Jatuh Miskin Akibat PHK Massal
slug: ekonom-ngeri-kelas-menengah-terancam-jatuh-miskin-akibat-phk-massal
excerpt: Bayangkan, kelas menengah yang jadi tulang punggung ekonomi bangsa terancam
  amblas ke jurang kemiskinan! Ekonom Ronny Sasmita tak main-main, gelombang PHK dan
  biaya hidup yang meroket bisa membuat jutaan orang jatuh miskin sebelum 2026. Kontan.co.id
category: phk
tags:
- PHK
- Kelas Menengah
- Ekonomi
- Biaya Hidup
- Kemiskinan
source_urls:
- https://nasional.kontan.co.id/news/ekonom-warning-gelombang-phk-bisa-bikin-kelas-menengah-jatuh-miskin
source_names:
- kontan.co.id
image_url: https://foto.kontan.co.id/89YY0pWhYKhnuYMGIpLp-LHHG04=/smart/2024/10/21/1129438418p.jpg
meta_title: PHK dan Biaya Hidup Ancam Kelas Menengah Jatuh Miskin
meta_description: Ekonom peringatkan gelombang PHK dan kenaikan biaya hidup bisa mendorong
  jutaan kelas menengah Indonesia jatuh miskin sebelum 2026. Begini ancamannya.
canonical_url: https://berita.media/ekonom-ngeri-kelas-menengah-terancam-jatuh-miskin-akibat-phk-massal
schema_type: NewsArticle
status: published
created_at: '2026-05-28T05:02:19Z'
published_at: '2026-05-28T05:02:19Z'
---

Ceritanya begini. Kelas menengah Indonesia lagi dihajar habis-habisan, bro! Bukan soal sedikit kesulitan, ini soal ancaman serius buat mereka yang selama ini dianggap kuat. Analis senior dari Indonesia Strategic and Economic Action Institution (ISEAI), Ronny Sasmita, sudah kasih peringatan keras: biaya hidup naik lebih kencang dari gaji riil. Gimana tidak geram? BBM, pangan, sewa rumah, cicilan, semua pada naik gila-gilaan, sementara pendapatan stagnan. Nah ini dia, mereka ini posisinya serba salah. Tidak cukup miskin untuk dapat bantuan sosial, tapi juga belum punya aset buat bertahan kalau ekonomi terus babak belur. Ini yang disebut 'middle class squeeze' atau himpitan kelas menengah. Kontan.co.id

Parahnya, kalau tekanan ekonomi ini terus berlanjut sampai 2026, banyak dari mereka bisa terlempar dari status menengah ke kelompok rentan miskin. Indikasinya sudah kelihatan jelas kok. Coba lihat saja, orang-orang mulai nahan belanja yang tidak primer, tabungan dikuras, utang konsumtif nambah, bahkan dana darurat dipakai buat kebutuhan sehari-hari. Sinyal bantalan ekonomi rumah tangga menipis itu sudah kentara sekali. Padahal, merekalah motor utama konsumsi domestik yang selama ini jadi penopang pertumbuhan ekonomi nasional. Kalau mereka melemah, jangan kaget kalau ekonomi kita ikut tertekan. Kontan.co.id

Dan yang bikin merinding, ada lagi ancaman gelombang PHK yang siap memperparah keadaan. Pelemahan permintaan industri, biaya produksi membengkak, ditambah tekanan ekonomi global, bikin perusahaan pada milih efisiensi tenaga kerja. Celakanya, sebagian besar pekerja formal perkotaan itu ya dari kelompok kelas menengah ini. Kalau mereka sampai di-PHK, tekanan hidupnya bakal berlipat ganda. Kebanyakan kelas menengah kita masih sangat bergantung sama gaji bulanan, belum punya pegangan aset yang kuat. Jadi begitu pekerjaan terganggu, daya tahan ekonomi rumah tangganya pendek sekali. Kontan.co.id

Ujung-ujungnya, Ronny Sasmita mendesak pemerintah untuk bergerak cepat, bergerak di dua jalur sekaligus. Pertama, jaga daya beli masyarakat biar tidak amblas. Kedua, pertahankan lapangan kerja biar tidak semakin banyak yang kehilangan mata pencaharian. Kalau tidak, gelombang besar kelas menengah yang tadinya penopang bangsa bisa jadi malah jadi beban sosial yang berat. Kita nunggu, apakah pemerintah akan sigap atau malah keasyikan dengan urusan lain sementara rakyat kecil terhimpit? Kontan.co.id

---
**Sumber:** [kontan.co.id](https://nasional.kontan.co.id/news/ekonom-warning-gelombang-phk-bisa-bikin-kelas-menengah-jatuh-miskin)
