---
id: mDOOwMg0Rh_9
cluster_id: ekPSLxkHj5WU
title: Ekonomi Indonesia Lumpuh! Menkeu Dulu & Kini, Nasib Sektor Riil Malah Terpuruk
slug: ekonomi-indonesia-lumpuh-menkeu-dulu-kini-nasib-sektor-riil-malah-terpuruk
excerpt: Urusan perut rakyat diabaikan, angka statistik jadi panglima. Menkeu 'koboi
  moneter' bikin sektor riil kolaps. Ironisnya, pabrik dipecat, kelas menengah amblas,
  sementara politisi sibuk jual beli kursi. Beritajatim.com
category: politik
tags:
- ekonomi indonesia
- politik anggaran
- sektor riil
- inflasi
- PHK
- Menteri Keuangan
source_urls:
- https://beritajatim.com/saatnya-politik-ekonomi-fokus-ke-sektor-riil-menengah-bawah
source_names:
- beritajatim.com
image_url: https://cdnmedia.beritajatim.com/images/2026/03/Hadipras-1.webp
meta_title: 'Ekonomi RI Terpuruk: Sektor Riil Kolaps, Kelas Menengah Amblas'
meta_description: Mengapa kebijakan ekonomi Indonesia gagal? Menkeu ala 'koboi moneter'
  abai pada sektor riil, sementara kelas menengah terpuruk. Cek analisanya di sini!
canonical_url: https://berita.media/ekonomi-indonesia-lumpuh-menkeu-dulu-kini-nasib-sektor-riil-malah-terpuruk
schema_type: NewsArticle
status: published
created_at: '2026-06-07T11:02:11Z'
published_at: '2026-06-07T11:02:11Z'
---

Siang bolong-bolong, dunia politik ekonomi Indonesia lagi kalut parah! Bayangkan, rapat di ruangan berpendingin AC mewah, ekonom berdebat soal angka statistik doang. Dolar naik berapa? Inflasi stabil nggak? PDB gemuk nggak? Semua diitung pakai rumus steril, lupa kalau di luar sana dapur rakyat ngebul karena beras nggak kebeli. Celakanya lagi, duit tabungan jutaan orang tua ludes menguap gitu aja. Ini bukan soal drama perebutan kursi menteri, bro. Ini benturan paradigma yang parah, antara yang mau 'jinakkan' jumlah uang beredar ala monetarisme, sama yang sadar republik ini lagi nyungsep menuju bunuh diri ekonomi-politik kalau otot fiskal nggak digerakkan buat sektor riil. 

Parahnya, data terbaru bikin geleng kepala. Defisit APBN nganga lebar sampai 2,92 persen. Rasio pajak jeblok ke angka memalukan 9,31 persen. Belum lagi, kelas menengah kita eksodus massal! Lebih dari 100 juta jiwa—jika dihitung sama yang ngarep jadi kelas menengah—udah kepretan atau terjungkal parah gara-gara daya beli rontok. Ini bukti nyata kalau manajemen ekonomi kita cuma gaya koboi moneter. Begitu rupiah goyang, suku bunga langsung ditarik kayak pistol. Tapi nggak pernah tuntas! Ibarat diobati demamnya, tapi penyakitnya di jantung. Beritajatim.com 

Gilanya, mereka masih aja ngikutin teori Chicago School yang yakin kalau suplai uang dikontrol, semua bakal aman. Lupa sama kritik Keynes soal *liquidity trap*. Di tengah ketidakpastian kayak gini, suku bunga tinggi malah bikin korporasi nahan duit dan perbankan tumpuk likuiditas. Takut kredit macet, bro! Pendapatan negara turun 3,3 persen, malah mau memperketat moneter? Itu namanya nambah dosa buat sektor riil. Biaya modal membubung tinggi, gelombang PHK siap menerjang. Kata Olivier Blanchard sih, moneter itu cuma penstabil jangka pendek. Jangkar utamanya tetaplah determinasi fiskal yang kuat. Tapi siapa peduli? 

Yang bikin makin runyam, Menteri Keuangan kita nggak punya 'perisai' politik yang kokoh. Ini masalah serius, sesuai teori kredibilitas kebijakan Kydland dan Prescott. Pasar global lihat ini sebagai risiko *time inconsistency*. Kebijakan hari ini bisa dibatalin besok gara-gara tekanan politik di parlemen yang doyan anggaran jangka pendek. Figur non-partai yang punya basis kuat itu yang kita butuhkan. Kalau nggak, siap-siap saja kita lihat Menkeu jadi 'boneka' dadu di tangan politikus partai yang syahwat anggarannya nggak pernah puas. Beritajatim.com. Sampai kapan negara ini mau digerogoti kebuntuan ekonomi kayak begini? Entahlah.

---
**Sumber:** [beritajatim.com](https://beritajatim.com/saatnya-politik-ekonomi-fokus-ke-sektor-riil-menengah-bawah)
