---
id: vwTj5g7bWMU7
cluster_id: s3JCxQ5GzlSc
title: Ekspor Meroket Nyaris 22%, tapi Risiko Inflasi dan Rupiah Mengintai!
slug: ekspor-meroket-nyaris-22-tapi-risiko-inflasi-dan-rupiah-mengintai
excerpt: 'BPS ngasih kabar gembira: ekspor melonjak hampir 22% di April 2026! Tapi
  tunggu dulu, Prasasti Center for Policy Studies lewat Halim Alamsyah sudah kasih
  peringatan keras soal inflasi dan rupiah yang melemah. Ujung-ujungnya, kita tetap
  was-was!'
category: rupiah
tags:
- ekspor
- inflasi
- rupiah
- ekonomi
- BPS
- Prasasti Center
source_urls:
- https://ekonomi.republika.co.id/berita/tg73xd370/ekspor-melonjak-hampir-22-persen-prasasti-ingatkan-risiko-inflasi-dan-rupiah
source_names:
- republika.co.id
image_url: https://static.republika.co.id/uploads/images/kanal_slide/048611500-1750769842-830-556.jpg
meta_title: Ekspor Melonjak, Tapi Risiko Inflasi dan Rupiah Tetap Mengintai!
meta_description: Ekspor April 2026 meroket nyaris 22% tapi Prasasti Center ingatkan
  potensi inflasi dan pelemahan rupiah. Benarkah ekonomi Indonesia dalam bahaya?
canonical_url: https://berita.media/ekspor-meroket-nyaris-22-tapi-risiko-inflasi-dan-rupiah-mengintai
schema_type: NewsArticle
status: published
created_at: '2026-06-06T08:01:40Z'
published_at: '2026-06-06T08:01:40Z'
---

Siang bolong-bolong, tiba-tiba BPS pamer data! Ekspor Indonesia pada April 2026 meroket 21,98% dibanding tahun lalu. Gila bro, lonjakannya mantap! Hampir dua kali lipat dalam setahun! Sektor industri pengolahan jadi jawaranya, naik 29,07%. Produk hilirisasi, macam nikel olahan buat China, sampai tembus 73,6%! CPO juga ikutan naik 20,4%. Republika.co.id

Ini kabar baik buat negara, katanya Prasasti Center for Policy Studies. Halim Alamsyah, sang pakar ekonomi, sampai geleng-geleng kepala sambil senyum. Katanya, "Akselerasi ekspor pada April yang melonjak hampir 22 persen dan kenaikan ekspor nikel olahan ke China hingga 73 persen adalah kabar yang layak disyukuri." Soalnya, hilirisasi ini beneran bikin nilai tambah di dalam negeri dan gedein pasokan devisa negara. Mantap! Mantan Deputi Gubernur BI ini juga bilang, pembentukan PT Danantara Sumberdaya Indonesia (DSI) bisa jadi jurus jitu buat ngumpulin devisa. Republika.co.id

Eh, tapi jangan senang dulu! Ini yang bikin pusing. Di balik lonjakan ekspor itu, ada jurang menganga bernama inflasi dan rupiah yang mulai limbung. Data BPS bilang, inflasi Mei 2026 udah nyentuh 3,08% secara tahunan. Naik dari bulan sebelumnya yang cuma 2,42%. Malah udah nembus tiga persen lagi! Habis sudah senyum manisnya para ekonom. Republika.co.id

Parahnya, Halim Alamsyah sudah kasih kode keras. Kenaikan inflasi ini biang keroknya macam-macam: ada gangguan pasokan dari luar negeri yang lagi 'panas', komponen pangan yang naik-turun nggak karuan, dan yang paling ngeri, nilai tukar rupiah yang makin tergerus. Ini nih, udah kayak makan buah simalakama. Ekspor naik bikin dompet negara tebel, tapi inflasi naik bikin rakyat menjerit. Rupiah melemah, harga barang impor makin mahal. Gilanya, BPS baru aja ngasih data total ekspor Januari-April 2026 tembus 92,15 miliar dolar AS, tumbuh 5,48%. Tapi surpus perdagangan malah menyusut. Jadi, pertanyaannya, ini untung beneran apa cuma kelihatan untung di depan? Republika.co.id

Ujung-ujungnya, para pembuat kebijakan mesti gercep! Jangan cuma senang lihat angka ekspor meroket. Ingat, di tengah ketidakpastian ekonomi global, momentum perbaikan ini kudu dijaga bener-bener. Jangan sampai gegara inflasi bengkak dan rupiah nyungsep, semua capaian manis tadi jadi ampas. Ini bukan pertama kali kita ngalamin siklus begini. Sinyal positif sih oke, tapi antisipasi risiko harus jadi nomor satu. Kalau tidak, lebaran kuda pun kita nggak bisa ngerasain manisnya ekonomi yang beneran stabil.

---
**Sumber:** [republika.co.id](https://ekonomi.republika.co.id/berita/tg73xd370/ekspor-melonjak-hampir-22-persen-prasasti-ingatkan-risiko-inflasi-dan-rupiah)
