---
id: wydofW-zNP2-
cluster_id: F1_c_dGoRT9C
title: Ekspor Sawit Lewat BUMN, Petani Trauma Cengkeh Orde Baru Datang Lagi!
slug: ekspor-sawit-lewat-bumn-petani-trauma-cengkeh-orde-baru-datang-lagi
excerpt: Petani sawit menjerit! Kebijakan ekspor satu pintu lewat PT DSI tanpa melibatkan
  mereka, dikhawatirkan mengulang trauma kelam BPPC era Soeharto yang bikin industri
  remuk redam. Ini bisa jadi monopoli baru ala negara, bikin pedagang kecil makin
  tercekik. Kompas.com
category: BUMN
tags:
- BUMN
- Sawit
- Ekspor
- Petani
- Monopoli
- Orde Baru
source_urls:
- https://video.kompas.com/watch/1932606/kritik-ekspor-sawit-lewat-bumn-bisa-ulangi-trauma-cengkeh-era-soeharto
source_names:
- Kompas.com
image_url: https://assets-studiohub.kompas.com/video2019/73f614858444241bddf143/54767abab8d5c9eabc9364b4c622bbc6/p_54767abab8d5c9eabc9364b4c622bbc6.jpg
meta_title: Ekspor Sawit Lewat BUMN, Petani Khawatir Trauma Cengkeh Orde Baru Terulang
meta_description: Kebijakan ekspor sawit satu pintu lewat BUMN PT DSI dikritik keras
  petani. Dikhawatirkan mengulang kegagalan BPPC era Soeharto dan menciptakan monopoli.
canonical_url: https://berita.media/ekspor-sawit-lewat-bumn-petani-trauma-cengkeh-orde-baru-datang-lagi
schema_type: NewsArticle
status: published
created_at: '2026-05-28T20:01:53Z'
published_at: '2026-05-28T20:01:53Z'
---

Ceritanya begini. Para petani sawit di seluruh Tanah Air lagi pada deg-degan. Ada kebijakan baru nih dari pemerintah, soal ekspor sawit. Bukan sembarangan, ini mau dilewatkan satu pintu lewat PT Danantara Sumberdaya Indonesia (PT DSI), sebuah badan baru di bawah BUMN. Yang bikin geram, kata petani dan pelaku usaha, kebijakan ini dicetuskan tanpa sedikit pun melibatkan mereka yang paham betul kondisi di lapangan. Bayangkan, kok bisa? Kompas.com

Alhasil, para petani langsung teriak ketakutan. Mereka khawatir banget kebijakan ini malah bakal mengulang trauma kelam yang pernah mereka rasakan di era Orde Baru dulu. Ingat kasus Badan Penyangga dan Pemasaran Cengkeh (BPPC)? Dulu katanya mau melindungi petani, tapi ujung-ujungnya malah bikin industri hancur lebur dan petaninya merugi. Nah, pola yang sama ini yang ditakutkan bakal terjadi lagi dengan DSI. Ini namanya 'state capitalism' kata mereka, kepentingan negara yang berpotensi menciptakan monopoli, yang jelas makin mencekik rakyat kecil. Kompas.com

Padahal, pemerintah sendiri bilang bakal ada masa transisi dan evaluasi ketat. Katanya sih, buat menghindari manipulasi data dan menjaga agar DSI tidak mengulangi kegagalan sistem tata niaga di masa lalu yang memang terbukti merusak ekosistem pasar. Tapi ya, namanya juga pemerintah, omongan doang seringkali beda sama kenyataan. Petani sudah kenyang pengalaman pahit. Kompas.com

Jadi begini kronologinya. Awalnya kan ada dugaan praktik 'under invoicing' alias manipulasi harga ekspor sawit yang katanya sudah berlangsung 34 tahun terakhir. Kerugian negara gara-gara ini disebut-sebut mencapai Rp15.400 triliun! Gila apa gila? Nah, sebagai respons, pemerintah lewat Danantara akhirnya membentuk PT DSI ini untuk jadi penjaga gawang tunggal ekspor sawit. Seluruh transaksi wajib lewat DSI, biar nilai barang tercatat akurat dan devisa negara masuk utuh ke kas negara. Bagus sih niatnya, tapi pelaksanaannya ini yang bikin petani merinding disko. Kompas.com

Parahnya, kalau sampai DSI ini bikin petani sengsara lagi, siapa yang mau tanggung jawab? Jangan sampai kejadian cengkeh terulang. Petani kerja keras bertahun-tahun, ujung-ujungnya cuma jadi korban kebijakan yang diputuskan oleh orang-orang yang duduk manis di belakang meja. Ini bukan cuma soal ekonomi, tapi soal keadilan dan trauma sejarah yang jangan sampai terulang lagi di negeri ini. Rakyat kecil butuh perlindungan, bukan kebijakan yang malah jadi alat monopoli. Kompas.com

---
**Sumber:** [Kompas.com](https://video.kompas.com/watch/1932606/kritik-ekspor-sawit-lewat-bumn-bisa-ulangi-trauma-cengkeh-era-soeharto)
