---
id: VePrRCFdqN61
cluster_id: viOd9QqOBuFy
title: 'Eksportir ''Main Mata'' Curi Pajak! Wamentan: Ini Kriminal, Bukan Bisnis!'
slug: eksportir-main-mata-curi-pajak-wamentan-ini-kriminal-bukan-bisnis
excerpt: Gila bro, praktik _under invoicing_ dan _transfer pricing_ itu kriminal,
  bukan bisnis! Wamentan Mas Dar geram lihat eksportir sawit diduga main mata dengan
  memanipulasi harga ekspor demi tipu pajak negara. Ujung-ujungnya, duit rakyat amblas!
category: kriminal
tags:
- Wamentan
- Sudaryono
- Under Invoicing
- Transfer Pricing
- Kriminal
- Pajak
- Sawit
source_urls:
- https://money.kompas.com/read/2026/06/05/160200926/soal-eksportir-diduga-under-invoicing-wamentan--itu-kriminal-
source_names:
- Kompas.com
image_url: https://asset.kompas.com/crops/GSytraTtHWBYNI9Ta2EDrqxI8Uw=/0x0:3526x2351/1200x675/filters:watermark(data/photo/2026/01/30/697c815e7ef28.png,0,-0,1)/data/photo/2025/10/20/68f637742021f.jpeg
meta_title: 'Wamentan: Eksportir ''Under Invoicing'' adalah Kriminal!'
meta_description: Wakil Menteri Pertanian geram! Praktik eksportir main mata dengan
  memanipulasi harga ekspor demi hindari pajak disebutnya kriminal. Negara jadi korban!
canonical_url: https://berita.media/eksportir-main-mata-curi-pajak-wamentan-ini-kriminal-bukan-bisnis
schema_type: NewsArticle
status: published
created_at: '2026-06-05T14:01:17Z'
published_at: '2026-06-05T14:01:17Z'
---

Ceritanya begini. Wakil Menteri Pertanian, Sudaryono, yang akrab disapa Mas Dar, murka melihat kelakuan para eksportir yang diduga bermain curang. Praktik _under invoicing_ dan _transfer pricing_ ini bukan sekadar urusan bisnis, tapi murni tindak pidana, Bro! Mereka dituding memanipulasi dokumen ekspor, ngaku-ngaku barangnya sedikit atau harganya murah, biar pajaknya kecil. Lah gimana tidak geram, negara jadi korban pencurian asetnya sendiri.

Gilanya, Mas Dar menyebut ini kriminal. Bukan salah ngomong, dia tegas bilang, "Ya itu kriminal." Modusnya simpel tapi biadab: mencatatkan kuantitas ekspor lebih kecil dari kenyataan, atau menjual komoditas sawit ke perusahaan sendiri di luar negeri dengan harga miring. Alhasil, potensi pendapatan negara dari bea ekspor dan pungutan lainnya raib begitu saja. Siapa yang dirugikan? Ya kita, rakyat jelata yang pajaknya dipake buat bangun negara, tapi dipake buat bancakan oknum.

Parahnya, demi memberantas kelakuan biadab ini, pemerintah sampai harus bikin "pemain" baru. Namanya PT Danantara Sumberdaya Indonesia (DSI), BUMN baru yang jadi eksportir tunggal buat sawit, batu bara, dan _ferro alloys_. Jangan salah sangka, DSI ini bukan didirikan buat ngumpulin cuan segede-gedenya. Tujuannya mulia: memastikan negara tidak lagi ditipu mentah-mentah soal hak pungutan pajak dan royalti. Ujung-ujungnya, duit yang selama ini disinyalir dimanipulasi oknum, sekarang harus balik ke kas negara. Kompas.com

Dan Mas Dar punya pesan telak buat para pengusaha: kalau kelakuanmu selama ini lurus-lurus saja, ngapain takut? "Kalau, kalau pengusaha itu adalah pengusaha eksportir yang baik-baik saja sih enggak ada masalah itu ya kan," kata Mas Dar, menyindir para penipu ulung. PT DSI sudah mulai beroperasi sejak 1 Juni kemarin. Sampai Agustus nanti jadi masa monitoring, mulai September baru serah terima. Dan per 1 Januari 2027, semua ekspor tiga komoditas itu wajib lewat DSI. Habis sudah, para penipu pajak! Kompas.com

---
**Sumber:** [Kompas.com](https://money.kompas.com/read/2026/06/05/160200926/soal-eksportir-diduga-under-invoicing-wamentan--itu-kriminal-)
