---
id: zlN7m4G44Ff0
cluster_id: OvsQqW7IT9ln
title: Elite Pilih Zona Nyaman, Oposisi Dibuang Demi Proyek Negara
slug: elite-pilih-zona-nyaman-oposisi-dibuang-demi-proyek-negara
excerpt: Gilanya, elite politik Indonesia sekarang terang-terangan membuang oposisi
  demi jabatan menteri dan proyek negara. Kebudayaan musyawarah cuma jadi alasan basi,
  padahal intinya rebutan kue kekuasaan, kata Pengamat Kompas.com.
category: politik
tags:
- politik
- elite
- oposisi
- kekuasaan
- anggaran
source_urls:
- http://nasional.kompas.com/read/2026/08/08/07020051/warisan-politik-merangkul
source_names:
- Kompas.com
image_url: https://asset.kompas.com/crops/PqSBEYS0GIrfVvzL_sHSOYguxw0=/0x0:0x0/1200x675/filters:watermark(data/photo/2026/01/30/697c815a5f0b9.png,0,-0,1)/data/photo/2026/06/09/6a27990a880ff.jpg
meta_title: 'Politik Elite: Oposisi Dibuang Demi Jabatan dan Proyek'
meta_description: Elite politik Indonesia pilih zona nyaman demi jabatan menteri dan
  proyek negara, budaya musyawarah cuma jadi dalih. Pelajari mengapa oposisi dibuang
  dalam sistem politik kita.
canonical_url: https://berita.media/elite-pilih-zona-nyaman-oposisi-dibuang-demi-proyek-negara
schema_type: NewsArticle
status: published
created_at: '2026-08-09T05:02:24Z'
published_at: '2026-08-09T05:02:24Z'
---

Gila bro, dengerin nih cerita panas dari dunia politik kita! Oposisi itu sekarang dianggap barang haram, katanya sih gara-gara budaya bangsa yang katanya suka musyawarah. Tapi, jangan ketipu deh sama alasan budaya itu. Ujung-ujungnya cuma biar kedengeran sopan aja, padahal intinya mah urusan perut! Sumber Kompas.com bilang, yang sebenarnya bikin partai-partai pada ogah jadi oposisi itu jelas soal jabatan menteri, akses proyek duit negara, sama anggaran yang mengalir deras ke kantong mereka. Makanya, semua pada ngibrit nggak mau disentuh oposisi, walhasil sistem politik kita jadi mandek, bro!

Nah ini dia yang bikin geram, legislatif yang seharusnya jadi rem buat eksekutif malah milih kompromi terus. Alhasil, banyak banget kebijakan aneh dan bermasalah lolos begitu saja tanpa ada evaluasi atau koreksi yang beneran dari parlemen. Yang lebih parah, fungsi dan batas kekuasaan antara eksekutif dan legislatif nyaris nggak ada artinya lagi. Keduanya sama-sama nangkring di singgasana kekuasaan, nggak ada lagi yang namanya kontrol sosial, semua sibuk nyari aman. Sumber Kompas.com.

Dan bukan main, kebiasaan "merangkul" ini ternyata udah mendarah daging sejak era Jokowi. Di awal pemerintahannya aja, dukungan parlemen udah naik drastis dari 37 persen jadi 69 persen dalam dua tahun. Terus pas periode kedua, rivalnya sendiri si Prabowo direkrut jadi Menteri Pertahanan. Nggak cuma berhenti di situ, di era Prabowo sekarang, Koalisi Indonesia Maju (KIM) Plus malah menguasai 81 persen kursi DPR! Bayangin coba, 470 dari 580 kursi digasak habis, bro! Sumber Kompas.com.

Ini namanya bukan lagi berpolitik, tapi lebih kayak rebutan warisan kekuasaan. Siapa yang dapat jabatan menteri, siapa yang dapat proyek gede, itu yang paling penting. Kalau ada yang berani ngomong beda, langsung dicap pengkhianat atau nggak nasionalis. Parahnya lagi, elite-elite ini berani ngomong soal kebudayaan dan musyawarah, padahal di balik layar mereka cuma mikirin gimana caranya biar bisa terus duduk di kursi empuk sambil ngabisin duit rakyat. Habis sudah, kalau begini terus bangsa ini mau dibawa ke mana?

---
**Sumber:** [Kompas.com](http://nasional.kompas.com/read/2026/08/08/07020051/warisan-politik-merangkul)
