---
id: O2IfDREAvuVE
cluster_id: O9HWYtGN5G9I
title: Emas Dijual Mahal, Perak Kena Mental! Inflasi Bikin Dompet Menangis
slug: emas-dijual-mahal-perak-kena-mental-inflasi-bikin-dompet-menangis
excerpt: Siang bolong-bolong, para pakar malah pusing mikirin emas dan perak yang
  cuma gerak tipis. Dolar ngamuk, Timur Tengah panas, tapi harga logam mulia ini cuma
  konsolidasi. Mau investasi apa sekarang, Bro?
category: investasi
tags:
- emas
- perak
- investasi
- inflasi
- suku bunga
- TradingView
source_urls:
- https://id.tradingview.com/news/kontan:3a80f299787ea:0/
source_names:
- TradingView
image_url: https://s.tradingview.com/static/images/illustrations/news-story.jpg
meta_title: 'Emas vs Perak: Adu Cuan di Tengah Krisis Geopolitik & Inflasi'
meta_description: Investasi emas fisik atau digital? Pakar ekonomi bongkar faktor
  yang pengaruhi harga emas & perak, dari kebijakan AS hingga konflik Timur Tengah.
  Mana yang lebih cuan?
canonical_url: https://berita.media/emas-dijual-mahal-perak-kena-mental-inflasi-bikin-dompet-menangis
schema_type: NewsArticle
status: published
created_at: '2026-05-29T14:03:38Z'
published_at: '2026-05-29T14:03:38Z'
---

Ceritanya begini. Pasar lagi bingung tingkat dewa, apa mau invest emas fisik apa emas digital? Pusing tujuh keliling, soalnya harga emas dan perak dunia cuma gerak tipis, macem jalan di tempat. Pelaku pasar pada *wait and see*, nungguin Amerika Serikat mau bikin kebijakan moneter apa lagi, sama nungguin berita perang di Timur Tengah makin panas atau adem. TradingView ngabarin, harga emas *spot* naik dikit, tapi sebulan terakhir malah nyungsep. Perak lumayan lah, sehari naik tipis, sebulan juga ada untungnya. Tapi kok kayak gak greget gitu ya?

Ekonom CORE Indonesia, Yusuf Rendy Manilet, bilang ini namanya pasar lagi konsolidasi. Kayak mau lari tapi gak jadi. Katanya sih, dolar AS lagi nunduk dikit, itu jadi angin segar buat emas. Ditambah lagi, si Donald Trump teriak-teriak soal blokade Selat Hormuz. Langsung deh, investor panik nyari tempat aman, ya ke emas lagi. Tapi tunggu dulu, ada lagi nih yang bikin pusing. Pasar lagi nungguin data inflasi AS, namanya PCE. Ini nih yang jadi patokan bank sentral AS mau naikin atau nurunin suku bunga. Kalau inflasi masih tinggi, ya siap-siap suku bunga makin tinggi, investor makin males minjem duit. Yusuf Rendy ngomong lagi, katanya harga emas dan perak ketahan sama ekspektasi pasar soal Ketua The Fed yang baru, Kevin Warsh. Si Warsh ini gayanya *hawkish*, alias gak gampang nurunin suku bunga. Makin jelas deh, duit mahal bakal bertahan lama. Ditambah pejabat The Fed lain, Christopher Waller, udah mulai gak peduli sama pelonggaran moneter, plus data tenaga kerja AS masih bagus-bagus aja. Jadi wajar kalau emas dan perak cuma bisa naik tipis. Konsolidasi, kata Pakar. Alias, gak jelas arahnya mau kemana. TradingView, Kontan.

Nah ini dia yang beda. Perak ini lebih gampang goyang kalau industri global lagi gak enak, apalagi kalau suku bunga tinggi. Gilanya, gara-gara Timur Tengah panas, harga perak malah amblas 17%! Investor pada takut ekonomi global melambat. Beda sama emas yang biasanya buat jaga-jaga duit, perak ini lebih kesambet sama proyek-proyek industri. Yusuf Rendy ngasih saran lagi buat investor ritel. Katanya, kalau mau *trading* jangka pendek ya beda sama kalau mau investasi jangka panjang. Masalahnya, *spread* harga… nah ini yang belum selesai ceritanya. Entah kenapa, di tengah semua keributan global dan kebijakan moneter yang bikin puyeng, emas dan perak cuma bisa ngasih harapan tipis-tipis. Parahnya, yang tadinya mau investasi malah jadi ragu, mending duitnya buat jajan apa ya? TradingView, Kontan.

---
**Sumber:** [TradingView](https://id.tradingview.com/news/kontan:3a80f299787ea:0/)
