---
id: PlzFItBhHPEH
cluster_id: YJ17WW7fAVpo
title: Gadis Cilik Dihajar Hinaan Miskin, Sempat Angkat Koper dari Sekolah
slug: gadis-cilik-dihajar-hinaan-miskin-sempat-angkat-koper-dari-sekolah
excerpt: Astaga! Cuma gara-gara jualan kertas mewarnai seribu rupiah demi bantu nenek,
  Rina (12) warga Cilincing, Jakarta Utara, dihajar habis-habisan hinaan miskin oleh
  teman sekelasnya. Yang bikin geram, bocah malang ini sampai malas masuk sekolah
  gara-gara dibully! Kompas.com
category: bullying
tags:
- bullying
- anak
- pendidikan
- jakarta utara
- hinaan
source_urls:
- https://megapolitan.kompas.com/read/2026/07/06/14054781/aku-dikatain-miskin-luka-bullying-yang-membuat-rina-sempat-putus-sekolah
source_names:
- Kompas.com
image_url: https://asset.kompas.com/crops/yh-MYBaapZSBoeFJbIz7Vd926vM=/0x0:1000x667/1200x675/filters:watermark(data/photo/2026/01/30/697c815a5f0b9.png,0,-0,1)/data/photo/2018/01/20/3979859302.jpg
meta_title: Bocah 12 Tahun Dihina 'Miskin' Gara-gara Jualan, Trauma Berat
meta_description: Terungkap! Rina (12) menderita bullying hebat di sekolah karena
  berjualan demi keluarga. Hinaan 'miskin' membuatnya trauma dan malas sekolah. Baca
  kisah lengkapnya!
canonical_url: https://berita.media/gadis-cilik-dihajar-hinaan-miskin-sempat-angkat-koper-dari-sekolah
schema_type: NewsArticle
status: published
created_at: '2026-07-06T17:02:19Z'
published_at: '2026-07-06T17:02:19Z'
---

Gila bro, dengerin dulu nih cerita yang bikin hati panas! Rina, bocah 12 tahun asal Cilincing, Jakarta Utara, ini harus menanggung luka dalam cuma karena ia dianggap 'miskin'. Hinaan pahit ini datangnya dari teman-teman sekolahnya sendiri di sebuah SD negeri di Kalibaru. Tempat yang seharusnya jadi ajang bermain dan belajar, malah berubah jadi arena penyiksaan mental buat Rina. Parahnya, ia dirundung gara-gara nekat jualan kertas mewarnai seharga seribu rupiah untuk bantu penuhi kebutuhan keluarganya. Kompas.com

Yang bikin miris, Rina ini cuma tinggal sama nenek dan ibunya yang kerjanya serabutan, jelas tak bisa diandalkan buat jajan atau beli buku. Biar dapur tetap ngebul dan dia tetap bisa sekolah, Rina usaha keras. Dia dagang kertas gambar yang dibeli teman-temannya seharga seribu perak. Lumayan lah, sehari bisa ngumpulin sepuluh sampai dua puluh ribu rupiah. Eh, tapi bukannya dapat pujian, malah jadi sasaran empuk bully. "Di-bully teman-teman aku dikatain miskin. Mereka bilang, 'lo ngapain sih jualan-jualan gitu, kayak orang miskin banget sih lo! Kayak enggak punya orangtua saja'," cerita Rina dengan mata berkaca-kaca. Gilanya, dia ngomong gini di depan Kompas.com di Kalibaru, Cilincing, Jumat (3/7/2026).

Nah ini dia yang bikin geram! Sehari-hari dihajar hinaan, Rina bukannya menangis meraung-raung, dia coba sabar dan pendam semua luka. Dia udah coba jelasin baik-baik ke temennya, "Aku jualan buat bantu nenek di rumah." Harapannya ya temen-temennya ngerti gitu kan, terus stop ngebully. Tapi apa daya? Celakanya, makin dijelasin, makin parah ejekan yang mendarat di telinga bocah malang ini. Ujung-ujungnya, semangat Rina buat ke sekolah langsung ciut, malas bukan main dia buat ngerasain siksaan lagi tiap hari. Bayangin coba, anak kecil kok digituin? Nggak habis pikir! Kompas.com

Padahal, Rina cuma berusaha jadi anak yang baik, bantu keluarga sebisanya. Tapi kok ya ada saja kelakuan manusia yang hatinya sekotor comberan. Dikatain miskin gara-gara jualan seribuan? Keterlaluan! Ini namanya bullying yang kebangetan, yang bikin anak berharga jadi menderita. Sampai kapan dunia bakal begini, ya Tuhan? Kompas.com

---
**Sumber:** [Kompas.com](https://megapolitan.kompas.com/read/2026/07/06/14054781/aku-dikatain-miskin-luka-bullying-yang-membuat-rina-sempat-putus-sekolah)
