---
id: RCPnViv25Wcw
cluster_id: gVftRj-zR2Vz
title: Gandum Naik Tajam, Rupiah Terjepit, Saham INDF Terancam Babak Belur
slug: gandum-naik-tajam-rupiah-terjepit-saham-indf-terancam-babak-belur
excerpt: Bahan baku gandum impor meroket tajam, diperparah rupiah loyo! Kenaikan 28,34%
  harga gandum dunia bikin industri terigu Indonesia terancam hancur lebur. Nasib
  emiten kayak INDF kini di ujung tanduk.
category: rupiah
tags:
- gandum
- rupiah
- INDF
- impor
- ekonomi
source_urls:
- https://insight.kontan.co.id/news/harga-gandum-melonjak-di-tengah-tekanan-rupiah-saham-indf-jadi-pilihan
source_names:
- KONTAN
image_url: https://foto.kontan.co.id/hPlKk76AHDljWV921q7cGtUbuJk=/smart/2024/08/01/658541911p.jpg
meta_title: 'Gandum Naik, Rupiah Loyo: Nasib INDF Terancam'
meta_description: Harga gandum melonjak 28,34%, rupiah tertekan! Industri terigu Indonesia
  megap-megap, saham INDF terancam anjlok. Nasib rakyat kecil di ujung tanduk.
canonical_url: https://berita.media/gandum-naik-tajam-rupiah-terjepit-saham-indf-terancam-babak-belur
schema_type: NewsArticle
status: published
created_at: '2026-08-13T05:02:29Z'
published_at: '2026-08-13T05:02:29Z'
---

Gila bro, dengerin nih! Industri terigu kita yang doyannya beli gandum impor kini terpaksa gigit jari. Soalnya, harga gandum dunia melambung gila-gilaan, udah naik 28,34% tahun ini, bikin geleng-geleng kepala, sebagaimana dilaporkan KONTAN. Dari yang tadinya cuma US$ 506,52 per bushel, sekarang udah nangkring di angka US$ 650,08 per bushel, parahnya lagi, kondisi rupiah yang makin melempem kayak kerupuk kena air bikin kerugian berlipat ganda. Padahal kita bukan negara produsen gandum, tapi makannya roti, mie, kue, semua dari gandum, lah gimana nasib petani lokal coba?

Nah ini dia yang bikin pusing tujuh keliling, para emiten yang setorannya gede dari tepung terigu sekarang ketar-ketir. Bayangin aja, bahan baku utama yang harganya melambung tinggi, plus kurs rupiah yang amblas, jelas bakal ngempesin keuntungan mereka. Indofood CBP Sukses Makmur (INDF) misalnya, emiten raksasa ini punya eksposur besar di bisnis terigu. Dengan kondisi begini, sahamnya bisa aja babak belur kayak main adu jotos kalau manajemen nggak sigap ambil langkah penyelamatan. Ibarat kapal besar yang dihantam badai, kalau nakhodanya nggak becus, ya tenggelam. KONTAN melaporkan bahwa lonjakan harga gandum global ini mencapai puncaknya di angka US$ 650,08 per bushel per Kamis lalu.

Yang bikin geram, konsumsi produk gandum di Indonesia itu gede banget, tapi kita nggak punya lahan buat nanamnya. Jadi, mau nggak mau kita harus impor, yang artinya kita selalu jadi tumbal kalau harga di pasar internasional naik. Ketergantungan impor ini bener-bener jadi jurang menganga buat ekonomi kita. Celakanya, pelemahan rupiah ini kayak bensin disiram ke api, bikin beban industri makin berat. Mana ada cerita negara mau maju kalau produsennya terus-terusan dihajar sama fluktuasi harga bahan baku impor dan kurs mata uang yang nggak stabil. KONTAN mencatat kenaikan signifikan ini sepanjang tahun ini.

Alhasil, bukan nggak mungkin kita bakal lihat harga-harga produk roti dan mie instan naik gila-gilaan. Ini jelas bakal jadi pukulan telak buat rakyat kecil yang lagi berjuang di tengah kondisi ekonomi yang makin sulit. Entah sampai kapan kita harus terus-terusan jadi bulan-bulanan pasar global dan permainan kurs mata uang yang bikin pusing. Habis sudah, kapan kita bisa mandiri di sektor pangan dasar ini kalau begini terus model bisnisnya. KONTAN juga menggarisbawahi potensi saham INDF sebagai salah satu yang paling terdampak.

---
**Sumber:** [KONTAN](https://insight.kontan.co.id/news/harga-gandum-melonjak-di-tengah-tekanan-rupiah-saham-indf-jadi-pilihan)
