---
id: iH0B-7yqt3La
cluster_id: 6kb6VmUF6BKM
title: Gara-gara Tak Punya Kaus Kaki, Bocah NTT Dioles Arang Jadi Viral!
slug: gara-gara-tak-punya-kaus-kaki-bocah-ntt-dioles-arang-jadi-viral
excerpt: Demi berangkat sekolah, bocah NTT ini rela kakinya dioles arang karena tak
  punya kaus kaki. Pemkab TTS berdalih ada dana BOS dan PIP, tapi anak ini sudah terlanjur
  babak belur demi pendidikan. Gilanya, kejadian ini viral di TikTok!
category: viral
tags:
- pendidikan NTT
- siswa viral
- kaus kaki arang
- Pemkab TTS
- dana BOS
- kemiskinan
source_urls:
- https://news.detik.com/berita/d-8516416/viral-siswa-di-ntt-pakai-arang-gantikan-kaus-kaki-pemkab-tts-buka-suara
source_names:
- detikNews
image_url: https://awsimages.detik.net.id/api/wm/2026/06/03/siswa-sd-bernama-marciano-tefi-saat-digosokkan-arang-untuk-dijadikan-sebagai-kaus-kak-di-desa-lanut-kecamatan-amanatun-selatan-1780479035928_169.jpeg?wid=54&w=1200&v=1&t=jpeg
meta_title: Bocah NTT Pakai Arang Pengganti Kaus Kaki, Pemkab TTS Buka Suara
meta_description: Viral siswa SD di NTT gunakan arang sebagai pengganti kaus kaki.
  Pemkab TTS berdalih ada dana BOS dan PIP, namun ironisnya kondisi siswa ini baru
  ditindaklanjuti setelah kejadian viral.
canonical_url: https://berita.media/gara-gara-tak-punya-kaus-kaki-bocah-ntt-dioles-arang-jadi-viral
schema_type: NewsArticle
status: published
created_at: '2026-06-03T11:02:16Z'
published_at: '2026-06-03T11:02:16Z'
---

Ceritanya begini. Di Desa Lanut, Kecamatan Amanatun Selatan, Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), Nusa Tenggara Timur (NTT), ada seorang bocah SD bernama Marciano Tefi. Siapa sangka, bocah ini jadi sorotan se-Nusantara gara-gara harus rela kakinya dilelesi arang panas. Bukan arang buat masak, tapi arang sisa pembakaran yang entah kenapa dianggap pengganti kaus kaki. detikNews

Bayangkan — Marciano Tefi, bocah yang harusnya ceria berangkat sekolah, malah harus menerima 'ritual' aneh itu. Dalam video 19 detik yang bikin geleng-geleng kepala, seorang pria dewasa menggosokkan arang ke kaki Marciano. Alasannya? Kaus kakinya hilang! Luar biasa, ini bukan zaman batu, Bung! Tapi ya sudahlah, di pedalaman sana, apa saja bisa terjadi. "Tak ada kaus kaki, arang pun jadi," begitu bunyi keterangan video yang beredar. Selesai 'dirias' arang, Marciano malah sempat nyengir dan bilang "Selamat pagi" sebelum ngibrit ke sekolah. Gilanya, aksi ini disaksikan sambil tepuk tangan dan acung jempol. Seperti kemenangan besar saja, padahal ini tragedi kecil yang memalukan. detikNews

Parahnya, kejadian ini sampai ke telinga Pemkab TTS. Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten TTS, Apris Adrianus Manafe, bilang akan segera mengecek. "Di setiap sekolah ada anggarannya yang mestinya bisa digunakan untuk kebutuhan siswa," katanya. Betul Pak Kadis, ada dana BOS, ada PIP. Tapi kok bisa sampai bocah pakai arang jadi kaus kaki? Sejak kapan dana itu cairannya sebegitu sulit? Kalau memang sekolah punya anggaran, kenapa tidak ada satu pun yang peduli sama Marciano? Apa harus nunggu viral dulu baru bergerak? DetikNews

Apris menambahkan, kalau siswanya kurang mampu, kepala sekolah harus segera ambil tindakan. "Saya perintahkan kepala sekolah untuk melakukan penanganan darurat," jelasnya. Nah ini dia! Perintah datang setelah kejadian viral. Lantas, bagaimana dengan anak-anak lain yang mungkin mengalami nasib serupa tapi tidak terekam video? Apakah mereka dibiarkan saja? Alhasil, yang terjadi adalah kepanikan birokrasi setelah memalukan diri sendiri di depan publik. Harusnya dicegah, bukan diobati setelah luka. DetikNews

Yang bikin geram, di saat anak-anak lain di kota besar sudah pakai sepatu futsal terbaru, di sini ada yang harus pakai arang. Ini bukan sekadar soal kaus kaki hilang, ini soal kemiskinan yang dibiarkan merajalela sampai ke titik memalukan. Sampai kapan potret buram pendidikan seperti ini akan terus terjadi di sudut-sudut negeri? Nanti kalau ada yang protes, dibilang terlalu nyinyir. Padahal faktanya, ironi ini nyata. detikNews

---
**Sumber:** [detikNews](https://news.detik.com/berita/d-8516416/viral-siswa-di-ntt-pakai-arang-gantikan-kaus-kaki-pemkab-tts-buka-suara)
