---
id: F8n3zaHFNF6n
cluster_id: A0K-g2ixjCei
title: Gaspol Abis! Cholil ERK Hajar Habis Anggapan Musik Politik Itu Tabu
slug: gaspol-abis-cholil-erk-hajar-habis-anggapan-musik-politik-itu-tabu
excerpt: Cholil Mahmud, vokalis Efek Rumah Kaca, menegaskan bahwa tidak bersikap politik
  juga adalah sikap politik. Gilanya, kritik yang cuma olok-olok tanpa gerakan cuma
  menangkap angin. Kompas.com
category: politik
tags:
- politik
- musik
- cholil-mahmud
source_urls:
- https://nasional.kompas.com/read/2026/08/24/20325251/gaspol-people-bersama-cholil-mahmud-erk-bermusik-tanpa-politik-emang-bisa
source_names:
- Kompas.com
image_url: https://asset.kompas.com/crops/sbCrJbn5Jgbk3f_TgFwE6QoajcY=/0x0:0x0/1200x675/filters:watermark(data/photo/2026/01/30/697c815a5f0b9.png,0,-0,1)/data/photo/2026/08/24/6a8c377c111ba.jpg
meta_title: 'Gaspol! Cholil ERK: Musik dan Politik Nempel Abis'
meta_description: Cholil Mahmud, vokalis ERK, hajar habis anggapan musik tak boleh
  politik. Kritik tanpa gerakan cuma menangkap angin. Simak di Kompas.com
canonical_url: https://berita.media/gaspol-abis-cholil-erk-hajar-habis-anggapan-musik-politik-itu-tabu
schema_type: NewsArticle
status: published
created_at: '2026-08-24T17:01:57Z'
published_at: '2026-08-24T17:01:57Z'
---

Gila bro, dengerin nih! Cholil Mahmud, vokalis Efek Rumah Kaca (ERK), baru saja menggebrak dunia musik dan politik sekaligus. Lewat Podcast Gaspol yang tayang di YouTube Kompas.com, Senin (24/8/2026), dia menegaskan bahwa musik dan politik itu nempel kayak lem, nggak bisa dipisah-pisah. "Tidak bersikap politik adalah sebuah sikap politik," katanya dengan santai. Alhasil, anggapan bahwa musik harus steril dari politik langsung tumbang di depan mata. Kompas.com melaporkan pernyataan itu tanpa tedeng aling-aling.

Tapi tunggu dulu, ada juara yang lebih pedas lagi. Cholil membedah para pengkritik kekuasaan yang cuma berani mengolok-olok, tanpa mau lanjut ke gerakan politis. "Kalau cuma mengolok-olok saja, sampai kapan pun bisa jadi enggak akan kejadian satu perubahan politik yang baik," ujarnya. Parahnya, dia menambahkan kalau yang diolok-olok punya malu, mungkin masih mempan. Gilanya, kalau yang diempuk enggak punya malu, kritik itu seperti menangkap angin aja! Kompas.com mengutip langsung sindiran tajam itu.

Nah, ini dia yang bikin kita semua menggaruk kepala. Cholil, yang juga anggota Badan Pengawas KontraS, mengingatkan soal reformasi 1998. Reformasi sempat membawa hasil baik untuk demokrasi kita, tapi dalam 20 tahun belakangan, kita lengah. "Reformasi punya hasil yang baik-baik, tapi dalam waktu 20 tahun ternyata kita lengah," keluhnya. Ujung-ujungnya, semua capaian itu bisa amblas kalau cuma dipandang tanpa dijaga. Kompas.com menyoroti kegusaran vokalis yang satu ini.

Jadi, buat kalian yang sibuk bilang "musik itu jangan politik", Cholil sudah menjawab dengan telak. Bukan cuma musisi, dia juga aktivis yang nggak mau kritik berhenti di ketawa-ketiwi. Dia mengajak semua orang untuk nggak cuma nyinyir di warung kopi, tapi beneran terlibat dalam perubahan. Kompas.com menuliskan semua itu dalam Podcast Gaspol People. La wong judulnya saja sudah menggugah: "Bermusik Tanpa Politik Emang Bisa?" - dan dijawab dengan cerdas, bukan dicibir.

Habis sudah perdebatan yang nggak ada ujungnya itu. Cholil sudah menunjukkan bahwa manusia kadang suka pura-pura buta. Yang jelas, dia berani terang-terangan di depan Kompas.com. Silakan simak tayangan perdananya malam ini pukul 20.00 WIB di YouTube Kompas.com. Siapa tahu, setelah dengerin Cholil, kita enggak cuma bisa geleng-geleng, tapi ikut gerak.

---
**Sumber:** [Kompas.com](https://nasional.kompas.com/read/2026/08/24/20325251/gaspol-people-bersama-cholil-mahmud-erk-bermusik-tanpa-politik-emang-bisa)
