---
id: f2wvnSspqMcl
cluster_id: QbaQ03VmXvov
title: Gawat! Murid SMPN 230 Jakarta Dibikin Bingung Soal Candaan dan Bullying
slug: gawat-murid-smpn-230-jakarta-dibikin-bingung-soal-candaan-dan-bullying
excerpt: Perundungan di sekolah lagi-lagi jadi sorotan! SMP Negeri 230 Jakarta adakan
  workshop demi murid paham bedanya bercanda sama nindas. Tapi kok ada murid yang
  bilang susah bedainnya? Kompasiana.com
category: bullying
tags:
- bullying
- sekolah ramah anak
- pendidikan karakter
- SMP Negeri 230 Jakarta
source_urls:
- https://www.kompasiana.com/dewitopanhalilintar0396/6a2f92e5c925c456bd50f7a2/bercanda-atau-bullying-smp-negeri-230-jakarta-ajak-murid-memahami-batasannya
source_names:
- Kompasiana.com
image_url: https://assets-a1.kompasiana.com/items/album/2026/06/15/whatsapp-image-2026-06-15-at-12-29-25-1-6a2f8e17c925c4244f0435e2.jpeg?t=o&v=1200
meta_title: Batas Candaan dan Bullying di SMPN 230 Jakarta Jadi Perdebatan Panas
meta_description: Workshop Sekolah Ramah Anak di SMPN 230 Jakarta malah bongkar kebingungan
  murid soal perbedaan candaan dan perundungan. Ada apa gerangan? Cari tahu di sini!
canonical_url: https://berita.media/gawat-murid-smpn-230-jakarta-dibikin-bingung-soal-candaan-dan-bullying
schema_type: NewsArticle
status: published
created_at: '2026-06-15T11:01:59Z'
published_at: '2026-06-15T11:01:59Z'
---

Gila bro, ini cerita bikin geleng-geleng kepala! Di SMP Negeri 230 Jakarta, para guru tampaknya panik melihat kelakuan murid-muridnya yang kadang kebablasan. Alhasil, mereka sampai gelar acara gede-gedean, namanya Workshop Sekolah Ramah Anak, demi ngajarin anak-anak biadab ini biar paham batasannya. Tujuannya sih mulia, menciptakan lingkungan sekolah yang aman dan nyaman, tapi kok malah jadi kayak gini endingnya? Kompasiana.com

Konon, acara ini mendatangkan narasumber sok pintar bernama Muhammad Qadhafi, M.Pd. Kata dia sih, sekolah ramah anak itu harus aman, nyaman, dan melindungi murid dari kekerasan atau diskriminasi. Nah loh, di sekolah yang katanya aman ini kok malah banyak yang bingung? Ditambah lagi Wakil Kepala Sekolah Bidang Akademik, Suwarni, S.Pd., yang ikutan ngomong kalau sekolah harus dukung akademik dan karakter. Gilanya, meski sudah dikasih wejangan panjang lebar, pas sesi diskusi malah ada murid yang blak-blakan ngaku kalau susah banget bedain mana candaan mana yang namanya bullying! Kompasiana.com

Yang bikin gemrem, murid kelas 7 bernama Putu Ayu ini jujur banget, katanya dia belum pernah nindas, tapi kok kadang teman-temannya suka nyebut ini becanda tapi rasanya nggak enak. Nah, ini dia nih celaka namanya! Harusnya kan sudah pada ngerti ya, kalau sesuatu bikin orang lain nggak nyaman, apalagi sampai menyakiti atau merendahkan, ya jelas itu namanya nindas, bukan becandaan receh! Narasumber pun bingung kayaknya, cuma bisa ngomong kalau tindakan itu bullying kalau berulang dan bikin sakit. Parahnya, di era digital ini, kebingungan soal batas perundungan ini malah jadi pembenaran buat pelaku. Kompasiana.com

Ujung-ujungnya, Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan dan Humas, Siti Sulaiha, S.Pd., cuma bisa ngelus dada sambil ngingetin murid-murid biar nggak tawuran dan nggak bullying. Haduh, Pak, Bu, ini anak-anak butuh ketegasan, bukan cuma imbauan! Gimana mau jadi sekolah ramah anak kalau dasar-dasarnya aja masih pada planga-plongo gini soal etika interaksi? Bukannya malah jadi ajang pamer kalau sekolahnya peduli sama isu bullying, padahal akar masalahnya masih beranak pinak. Kompasiana.com

Sungguh sebuah ironi yang memilukan, ketika sebuah kegiatan yang bertujuan mulia justru membongkar kebingungan mendasar para murid. Ini bukan cuma salah murid, tapi juga cerminan bagaimana edukasi karakter di sekolah kita masih jadi PR besar. Alhasil, bukan tidak mungkin candaan maut bakal terus bertebaran, memakan korban diam-diam tanpa disadari. Kompasiana.com

---
**Sumber:** [Kompasiana.com](https://www.kompasiana.com/dewitopanhalilintar0396/6a2f92e5c925c456bd50f7a2/bercanda-atau-bullying-smp-negeri-230-jakarta-ajak-murid-memahami-batasannya)
