---
id: eQ1fnCnvKkT-
cluster_id: xPsFIbQb_u3l
title: 'Geger Lumajang: Siswa SMP Tewas, Polisi Bilang Bukan Bullying tapi Penganiayaan'
slug: geger-lumajang-siswa-smp-tewas-polisi-bilang-bukan-bullying-tapi-penganiayaan
excerpt: Perundungan sadis yang merenggut nyawa siswa SMP di Lumajang ternyata bukan
  bullying, kata polisi! Pelaku kesal langsung hajar korban sampai tewas, padahal
  sekolah malah bungkam tak lapor. Gila bener!
category: bullying
tags:
- bullying
- kekerasan anak
- Lumajang
- penganiayaan
- sekolah
source_urls:
- https://beritajatim.com/soal-kasus-bullying-berujung-tewasnya-siswa-smp-di-lumajang-dindikbud-sekolah-nggak-laporan
- https://surabaya.kompas.com/read/2026/07/02/192945878/polisi-sebut-siswa-smp-tewas-di-lumajang-bukan-bullying-tapi-kekerasan
source_names:
- beritajatim.com
- Kompas.com
image_url: https://cdnmedia.beritajatim.com/images/2026/07/ilham.webp
meta_title: 'Siswa SMP Tewas di Lumajang: Polisi Sebut Bukan Bullying'
meta_description: Kasus kematian siswa SMP di Lumajang bikin heboh. Polisi sebut ini
  kekerasan, bukan bullying. Dindikbud pun kecolongan, tak ada laporan dari sekolah.
canonical_url: https://berita.media/geger-lumajang-siswa-smp-tewas-polisi-bilang-bukan-bullying-tapi-penganiayaan
schema_type: NewsArticle
status: published
created_at: '2026-07-03T05:01:50Z'
published_at: '2026-07-03T05:01:50Z'
---

Gila, bro! Dengerin nih kejadian di Lumajang bikin geleng-geleng kepala. Seorang siswa SMP berinisial MI (16) harus kehilangan nyawanya akibat ulah temannya sendiri. Padahal, niatnya cuma mau sekolah, eh malah digebuk sampai tewas. Yang bikin gempar lagi, polisi ngaku ini bukan kasus *bullying*, melainkan kekerasan terhadap anak, alhasil kasusnya jadi makin runyam. Kompas.com

Menurut si abang polisi dari Unit PPA Satreskrim Polres Lumajang, Ipda Rahmat Budy Prasetyo, peristiwa ini bukan *bullying* karena tidak terjadi berulang-ulang. Jadi, katanya, ini murni karena pelaku kesal sama korban, langsung hajar aja tanpa basa-basi! Nah, si pelaku yang udah ditetapkan jadi tersangka ini berinisial S, teman sekelas korban sendiri. Tapi polisi masih nyelidikin lagi nih, takutnya ada gerombolan lain yang ikutan nggebuk. Kompas.com

Parahnya lagi, Dindikbud Lumajang baru tahu soal kejadian miris ini dari media sosial, gila kan? Seharusnya sekolah yang bertanggung jawab, eh malah kecolongan. Korban sendiri, Muhammad Ilham namanya, udah tewas duluan tanggal 24 Juni 2026. Tapi pihak SMP PGRI Sukodono, tempat Ilham belajar, sama sekali nggak lapor ke Dindikbud. Sialnya, pihak sekolah beralasan udah ada mediasi damai sama keluarga korban dan pelaku, jadi mereka anggap beres. Eh, tapi kok ujungnya nyawa melayang? beritajatim.com

Kepala SMP PGRI Sukodono, Yunita Wahyuningsih, sampai bilang nggak nyangka aksi perundungan sebulan lalu bisa jadi separah ini. Dia cuma bilang waktu mediasi itu semua sudah sepakat damai, jadi ya udah nggak dilaporin. Mana ada cerita begini berakhir baik, bener-bener bikin geram! Terus, keluarga korban juga nyebut ada dua pelaku, tapi polisi masih fokus sama S sebagai tersangka tunggal sementara ini. Polisi juga masih mendalami kemungkinan adanya pelaku lain, jadi cerita ini masih jauh dari kata selesai. Kompas.com, beritajatim.com

Ujung-ujungnya, alih-alih sekolah jadi tempat aman, malah jadi arena pembantaian gara-gara masalah sepele. Pelaku ngaku kesal, sekolah bungkam nggak lapor, korban tewas tanpa pertanggungjawaban yang jelas. Tragisnya, pelaku yang diamankan cuma satu, padahal keluarga korban ngaku ada dua orang. Alhasil, keadilan buat Ilham masih tanda tanya besar. Beritajatim.com, Kompas.com

---
**Sumber:** [beritajatim.com](https://beritajatim.com/soal-kasus-bullying-berujung-tewasnya-siswa-smp-di-lumajang-dindikbud-sekolah-nggak-laporan) · [Kompas.com](https://surabaya.kompas.com/read/2026/07/02/192945878/polisi-sebut-siswa-smp-tewas-di-lumajang-bukan-bullying-tapi-kekerasan)
