---
id: P95HqoR0WRUY
cluster_id: -uFUupT5118P
title: GEGER! SMP Swasta di Semarang Diseret ke Meja Hijau Kasus Bullying Brutal!
slug: geger-smp-swasta-di-semarang-diseret-ke-meja-hijau-kasus-bullying-brutal
excerpt: Bocah ingusan ini babak belur dihajar teman sendiri di sekolah, tapi pihak
  sekolah diam saja. Polrestabes Semarang akhirnya turun tangan, kasus bullying ini
  naik ke tahap penyidikan!
category: bullying
tags:
- bullying
- SMP Swasta Semarang
- Polrestabes Semarang
- kekerasan anak
- penyidikan
source_urls:
- https://radioidola.com/2026/polrestabes-semarang-selidiki-tuntas-kasus-bullying-di-smp-swasta/
source_names:
- Radio Idola Semarang
image_url: https://radioidola.com/wp-content/uploads/2026/06/IMG_20260626_101430.jpg
meta_title: 'Kasus Bullying SMP Semarang Naik Sidik: Polisi Kejar Pelaku'
meta_description: Polrestabes Semarang geledah kasus bullying brutal di SMP swasta.
  Korban babak belur, sekolah diseret ke meja hijau. Pelaku anak di bawah umur siap
  'dijebloskan'!
canonical_url: https://berita.media/geger-smp-swasta-di-semarang-diseret-ke-meja-hijau-kasus-bullying-brutal
schema_type: NewsArticle
status: published
created_at: '2026-06-27T05:02:55Z'
published_at: '2026-06-27T05:02:55Z'
---

Gila, Bro! Sekolah yang katanya 'bermutu' ini ternyata jadi sarang predator bocah!  Perundungan brutal di salah satu SMP swasta di Kota Semarang akhirnya terbongkar, bikin gempar satu kota.  Polrestabes Semarang nggak tinggal diam, langsung 'disikat bersih' kasus ini sampai ke akar-akarnya!  Hebatnya lagi, kasus ini udah naik status ke tahap penyidikan, artinya pelaku siap-siap aja 'dijebloskan' ke meja hijau, walau masih belia.  Alhasil, citra sekolah jadi ambyar lebur!

Kasat Reskrim PPA dan PPO Polrestabes Semarang, Kompol Ni Made Srinitri, yang ganteng tapi galak ini blak-blakan soal kasus ini.  "Dari hasil penyelidikan kami telah melakukan gelar perkara, dan dari gelar perkara tersebut ditemukan fakta bahwa telah terjadi dugaan tindak pidana," katanya dengan nada geram.  Nah ini dia!  Bukan sekadar salah paham, tapi kekerasan fisik yang nggak main-main.  Celakanya, dari sekian banyak mata yang melihat, sepertinya tidak ada yang berani pasang badan untuk si korban.  Dan yang bikin geram, pihak sekolah sempat bungkam seribu bahasa, seolah menutup mata atas penderitaan anak didiknya.  Selesai sudah sandiwara ini!

Ujung-ujungnya, polisi langsung bergerak cepat.  Peningkatan status perkara ke penyidikan ini demi menjerat pelaku kekerasan fisik terhadap anak, sebagaimana diatur dalam Pasal 76C juncto Pasal 80 Undang-Undang Perlindungan Anak.  Parahnya, polisi nggak mau setengah-setengah.  Mereka bakal 'dicokok' semua yang terkait: para saksi yang mungkin cuma bisa melongo, pihak sekolah yang diduga kecolongan atau malah menutupi, sampai si pelaku anak yang tega melakukan aksi biadab itu.  Semua harus bicara, jangan ada yang 'ngibrit' dari tanggung jawab!  Ini bukan ajang main-main, ini soal nyawa dan masa depan anak bangsa,

Yang bikin miris, penanganan kasus ini pun harus mengikuti aturan ketat Undang-Undang Sistem Peradilan Pidana Anak (SPPA).  Karena terduga pelaku masih berstatus anak di bawah umur, segala tindakan polisi harus sesuai koridor hukum agar tidak malah jadi masalah baru.  Namun, bukan berarti pelaku bisa santai.  Penyidik terus 'menggasak' semua alat bukti dan keterangan dari semua pihak yang terlibat.  Tujuannya jelas: menuntaskan kasus ini sampai tuntas dan memberikan keadilan bagi korban yang sudah 'babak belur' secara fisik dan mental.  Mana ada cerita begini berakhir baik kalau pelakunya tidak 'dihajar' seadil-adilnya.

Jadi jangan heran kalau nanti ada kepala sekolah yang mendadak 'angkat koper' atau guru BK yang mendadak menghilang dari peredaran.  Polrestabes Semarang benar-benar membuktikan diri sebagai pengayom masyarakat yang tidak pandang bulu.  Sekolah yang jadi tempat belajar seharusnya aman, bukan jadi arena perundungan yang bikin trauma seumur hidup.  Kita tunggu saja kelanjutan kasus ini dan sanksi tegas yang bakal dijatuhkan, biar jadi efek jera! (Radio Idola Semarang)

---
**Sumber:** [Radio Idola Semarang](https://radioidola.com/2026/polrestabes-semarang-selidiki-tuntas-kasus-bullying-di-smp-swasta/)
