---
id: LlDFX83H7Pvw
cluster_id: ziSjbcHSHYz9
title: Gelombang PHK Baru Mengancam Pekerja di Tengah Krisis Global yang Makin Panas!
slug: gelombang-phk-baru-mengancam-pekerja-di-tengah-krisis-global-yang-makin-panas
excerpt: Para buruh was-was, gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK) kian mengintai.
  Tekanan ekonomi global akibat konflik Timur Tengah dan melemahnya pasar domestik
  membuat utilisasi industri terpuruk, alhasil pabrik banyak yang cuma jalan 30-40
  persen, ujar Ristadi dari KSPN.
category: phk
tags:
- PHK
- Tenaga Kerja
- Ekonomi Global
- Serikat Pekerja
- Tekanan Ekonomi
source_urls:
- https://www.cnnindonesia.com/ekonomi/20260617173820-92-1370117/buruh-wanti-wanti-gelombang-phk-baru-di-tengah-tekanan-global
source_names:
- CNN Indonesia
image_url: https://akcdn.detik.net.id/visual/2025/05/05/phk-terus-berlanjut-1746451837149_169.jpeg?w=1200
meta_title: PHK Massal Mengintai Buruh Indonesia Akibat Tekanan Ekonomi Global
meta_description: Gelombang PHK baru ancam pekerja di tengah krisis ekonomi global
  dan konflik Timur Tengah. Utilisasi industri anjlok, buruh makin was-was akan nasibnya.
canonical_url: https://berita.media/gelombang-phk-baru-mengancam-pekerja-di-tengah-krisis-global-yang-makin-panas
schema_type: NewsArticle
status: published
created_at: '2026-06-18T17:03:42Z'
published_at: '2026-06-18T17:03:42Z'
---

Gila bro, dengerin dulu nih! Ternyata nasib buruh tanah air makin terancam aja. Kalangan serikat pekerja udah pasang kuping nih, mereka mewanti-wanti bakal ada gelombang PHK baru yang siap menghajar para pekerja. Ini semua gara-gara tekanan ekonomi global yang makin gila akibat konflik Timur Tengah yang gak kelar-kelar, ditambah lagi kondisi ekonomi domestik kita yang loyo parah, ujar Ristadi, Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Nasional (KSPN) kepada CNN Indonesia.

Menurut Ristadi, mayoritas pabrik di dalam negeri sekarang lagi tertekan hebat, terutama yang bahan bakunya impor. Gilanya, biaya produksi membengkak gila-gilaan gara-gara gejolak global, tapi permintaan pasar malah stagnan, bahkan banyak yang anjlok! Parahnya lagi, pesanan dari luar negeri juga ikut tergerus. "Perusahaan-perusahaan industri dalam negeri yang bahan bakunya tergantung impor saat ini dalam kondisi tertekan. Ongkos produksi naik, sementara pesanan cenderung stagnan bahkan ada yang menurun," jelas Ristadi, KSPN.

Nah ini dia yang bikin miris, tekanan ini bikin utilisasi pabrik jadi ampas! Di sektor padat karya, mesin-mesin pabrik cuma sanggup jalan 40 persen, bahkan di industri tekstil lebih parah lagi, cuma 30 persen! Celakanya, banyak perusahaan memilih bertahan sambil nunggu gejolak global mereda, kayak perang di Timur Tengah yang bikin harga komoditas melambung tinggi. "Mayoritas industri dalam negeri saat ini produksinya tidak berada pada tingkat normal. Utilisasinya dalam posisi minimum," imbuhnya, KSPN.

Dan bukan main, meski belum ada PHK besar-besaran yang bikin gempar, Ristadi mengungkapkan banyak perusahaan sekarang main halus. Mereka mengurangi tenaga kerja secara bertahap dan tertutup, biar gak bikin kepanikan. Alhasil, PHK sekarang banyak dilakukan lewat kontrak yang gak diperpanjang, potong sana-sini sedikit-sedikit, atau malah ngasih "hadiah" buat pekerja tetap biar mau resign sukarela. "Sekarang banyak terjadi PHK yang terselubung. Jumlahnya sedikit-sedikit, tetapi kalau diinventarisasi cukup besar. Banyak perusahaan juga memilih tidak mengekspos PHK karena ingin menjaga kepercayaan pembeli dan perbankan," ungkap Ristadi, KSPN.

Fenomena ini nyaris merata di berbagai sektor industri, terutama yang nomplok banget sama impor bahan baku atau yang pasar domestiknya melempem. Di sisi lain, Presiden Asosiasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (ASPEK Indonesia), Mirah Sumirat, juga angkat bicara. Ia sepakat kalau konflik Timur Tengah nambah beban dunia usaha, tapi bukan satu-satunya biang kerok potensi PHK ini. Menurutnya, efek perang global kerasa banget lewat mahalnya energi, rantai pasok yang berantakan, sampai daya beli masyarakat yang makin kesurupan. "Saat ini kami melihat potensi PHK masih cukup tinggi dan bahkan cenderung meningkat di sejumlah sektor yang sangat bergantung pada pasar ekspor maupun konsumsi domestik," katanya, ASPEK Indonesia.

---
**Sumber:** [CNN Indonesia](https://www.cnnindonesia.com/ekonomi/20260617173820-92-1370117/buruh-wanti-wanti-gelombang-phk-baru-di-tengah-tekanan-global)
