---
id: nJLp2zqNpuKM
cluster_id: c0KW6bMyfcZ8
title: Gempur Bullying, Guru Ajari Siswa, Orang Tua Diajari Parenting!
slug: gempur-bullying-guru-ajari-siswa-orang-tua-diajari-parenting
excerpt: Gila bro, ternyata ngadepin bocah tukang bully itu PR besar! SDN Pucang 1
  Sidoarjo bikin gebrakan, guru fokus ngajar, orang tua dididik pola asuh jitu biar
  anak nggak jadi korban atau pelaku. Lho kok gitu? Radar Jatim & Republika.co.id
  bahas tuntas!
category: bullying
tags:
- bullying
- pendidikan
- orang tua
- sekolah
- anak
source_urls:
- https://radarjatim.id/cegah-bullying-di-sekolah-sdn-pucang-1-gelar-edukasi-bersama-prof-dr-umi-dayati/
- https://rejabar.republika.co.id/berita/tipi5e368/hari-anak-nasional-iwan-koswara-dorong-penguatan-upaya-cegah-bullying-di-sekolah
source_names:
- Radar Jatim
- republika.co.id
image_url: https://radarjatim.id/wp-content/uploads/2026/07/IMG-20260726-WA0005.jpg
meta_title: 'SDN Pucang 1 & DPRD Jabar: Lawan Bullying dengan Edukasi!'
meta_description: Heboh! SDN Pucang 1 Sidoarjo gelar edukasi pencegahan bullying,
  guru fokus mengajar, orang tua dididik pola asuh. DPRD Jabar siap dorong kebijakan
  anti-bullying. Baca detailnya!
canonical_url: https://berita.media/gempur-bullying-guru-ajari-siswa-orang-tua-diajari-parenting
schema_type: NewsArticle
status: published
created_at: '2026-07-26T17:02:23Z'
published_at: '2026-07-26T17:02:23Z'
---

Gawat darurat, bro! Bullying di sekolah masih jadi hantu yang ngeri banget buat masa depan anak bangsa. Nah, kemarin (25/7/2026) ini, SDN Pucang 1 Sidoarjo nggak mau tinggal diam. Alhasil, mereka grebek aula SMP Negeri 1 Sidoarjo buat acara edukasi parenting yang ciamik abis, biar para ortu pada melek soal pencegahan bullying. Acara yang menggaungkan "Bersama Gandeng Tangan, Ciptakan Senyuman, Sekolah Nyaman, Anak Aman" ini dipadati wali murid dari kelas 1 sampai kelas 6, plus para guru yang pada serius dengerin. Kabid Mutu Pendidikan dari Dinas Dikbud Sidoarjo, Dr. Lilik Sulistyowati, M.Pd, yang buka acara, sampai ngundang Prof. Dr. Umi Dayati, pakar jempolan, buat ngasih wejangan. Kepala Sekolah, Bu Sri Hariyani, S.Pd M.Pd, langsung pasang kuda-kuda, bilang kalau bullying itu ancaman nyata yang bisa ngerusak mental, karakter, sampai masa depan anak-anak. "Mencegah bullying itu bukan cuma urusan sekolah. Harus bareng-bareng antara guru di sekolah dan orang tua di rumah," tegasnya. Radar Jatim.

Parahnya, Bu Sri ngingetin soal empat pilar utama yang kudu diperkuat: sekolah, keluarga, masyarakat, dan dunia digital. Gara-garanya, anak-anak sekarang kan keseringan main gadget, jadi ruang digital pun bisa jadi arena perundungan. "Itulah komitmen kami untuk mewujudkan sekolah zero bullying," pekiknya semangat. Dan bener aja, Bu Sri berharap banget para peserta bisa nanya-nanya terus sama Prof. Dr. Umi Dayati soal cara deteksi dini, cegah, dan lindungin anak dari ancaman bullying yang makin canggih ini. Nah, ini yang bikin greget, bro! Prof. Dr. Umi Dayati malah bilang begini: guru itu tugasnya fokus ngajar materi pelajaran kayak Matematika, PPKN, Bahasa Indonesia, dan Bahasa Inggris. "Guru diminta untuk fokus mengajar dan tidak perlu terbebani secara berlebihan," katanya. Wah, jadi beban guru berkurang dong?,

Terus siapa dong yang ngurusin karakter dan etika anak? Ujung-ujungnya, Prof. Umi Dayati menegaskan, "Peran pendidikan karakter dan etika merupakan tanggung jawab utama orang tua di rumah." Nah loh! Jadi ortu mesti gimana dong? "Orang tua diimbau untuk lebih aktif membangun komunikasi emosional dengan anak daripada memicu ketegangan di rumah," sarannya. Pesannya sih simpel tapi dalem: "Lebih baik anak tidak terlalu pintar tetapi memiliki unggah-ungguh dan sopan santun, daripada pintar secara akademik namun tidak memiliki etika." Makjleb! Komentar Republika.co.id pun senada, Iwan Koswara, anggota Komisi V DPRD Jawa Barat, juga ngajak semua pihak buat seriusin pencegahan bullying. "Setiap anak memiliki hak untuk memperoleh pendidikan dalam lingkungan yang aman, nyaman, dan bebas dari segala bentuk kekerasan," tegasnya. Bullying itu bukan kenakalan biasa, efeknya bisa sampai tua lho!.

Dan bukan main, Iwan Koswara bilang sekolah itu nggak cukup cuma ngasih hukuman ke pelaku. Harus ada budaya saling menghargai, penguatan karakter, literasi digital, dan pembiasaan sikap toleransi serta empati. "Sekolah perlu punya mekanisme pengaduan yang mudah diakses serta menjamin perlindungan terhadap korban," kata Iwan. Guru juga harus pinter deteksi gejala bullying biar penanganannya cepet. Tapi ya itu tadi, keluarga itu benteng pertahanan pertama! Ortu mesti nyiptain komunikasi terbuka biar anak nyaman cerita kalau ada masalah. "Jangan sampai anak merasa sendirian menghadapi persoalannya," pesannya. Jangan sampai mereka merasa terasing, bro. Apalagi sekarang bullying udah merambah ke dunia maya, bikin ortu kudu makin waspada dampingi anak di dunia digital. Komisi V DPRD Jawa Barat udah komitmen dorong kebijakan perlindungan anak dan sekolah ramah anak di Jawa Barat. Hari Anak Nasional jangan cuma jadi seremonial doang, tapi jadi pengingat pentingnya anak tumbuh tanpa rasa takut, bebas kekerasan, dan diskriminasi. "Melindungi anak adalah investasi terbaik bagi masa depan bangsa," pungkas Iwan Koswara. Republika.co.id.

---
**Sumber:** [Radar Jatim](https://radarjatim.id/cegah-bullying-di-sekolah-sdn-pucang-1-gelar-edukasi-bersama-prof-dr-umi-dayati/) · [republika.co.id](https://rejabar.republika.co.id/berita/tipi5e368/hari-anak-nasional-iwan-koswara-dorong-penguatan-upaya-cegah-bullying-di-sekolah)
