---
id: N2XJgVzmTu-Q
cluster_id: 3mdFthwp0j-3
title: Gempuran AI Belum PHK Massal, Tapi Bikin Ribuan Pekerjaan Berubah Total!
slug: gempuran-ai-belum-phk-massal-tapi-bikin-ribuan-pekerjaan-berubah-total
excerpt: Gila bro, Akal Imitasi (AI) belum sampai bikin jutaan orang nganggur di Asia
  Tenggara, tapi siap-siap saja, puluhan juta pekerjaan udah mulai kena getahnya.
  Tugas rutin diam-bam serahkan ke robot, yang manusia disuruh mikir keras, mana ada
  cerita begini berakhir baik!
category: phk
tags:
- AI
- Asia Tenggara
- ILO
- Pekerjaan
- PHK
- Teknologi
source_urls:
- https://www.kompas.id/artikel/ilo-ai-generatif-belum-mengancam-phk-massal-di-asean-tetapi-pekerjaan-mulai-berubah
source_names:
- Kompas.id
image_url: https://assetd.kompas.id/w7wAd2ubvnjP7p0tuM7LlE6HVyk=/1024x683/smart/filters:format(webp):quality(80)/https://cdn-dam.kompas.id/images/2026/03/17/4a88223d2430bf3f62287043d2f191de-ChatGPT_Image_Mar_17_2026_07_41_15_PM.png
meta_title: AI Belum Picu PHK Massal, Pekerjaan di Asia Tenggara Berubah
meta_description: AI generatif belum picu PHK massal di Asia Tenggara, namun 80 juta
  pekerja terancam perubahan karakter pekerjaan. Simak dampaknya di sini!
canonical_url: https://berita.media/gempuran-ai-belum-phk-massal-tapi-bikin-ribuan-pekerjaan-berubah-total
schema_type: NewsArticle
status: published
created_at: '2026-07-18T05:02:05Z'
published_at: '2026-07-18T05:02:05Z'
---

Alhasil, kabar burung soal Akal Imitasi (AI) bakal mengganyang jutaan pekerja di Asia Tenggara ternyata belum terbukti, setidaknya untuk saat ini. Laporan terbaru dari Organisasi Buruh Internasional (ILO) membantah mentah-mentah ramalan kiamat pasar kerja itu, alias belum ada disrupsi masif akibat AI generatif, wahai saudaraku! Tapi jangan senang dulu, perubahan mulai terjadi pada isi pekerjaan itu sendiri, para pekerja manusia diminta siap-siap angkat koper dari tugas-tugas rutin yang kini diserahkan pada sang mesin pintar, Kompas.id.

Dalam laporan bertajuk ‘Generative AI and Labour Markets in ASEAN: Significant Exposure, Limited Disruption, Uneven Preparedness’ yang dirilis Rabu (8/7/2026) dan dibahas mendalam dalam webinar ILO seminggu kemudian, Rabu (15/7/2026), terungkap fakta mencengangkan. Labour Economist Kantor ILO Regional Asia Pasifik, Christian Viegelahn, memperkirakan pada 2025, sekitar 22,9 persen pekerja di Asia Tenggara, atau nyaris 80 juta orang, bakal berhadapan langsung dengan AI generatif. Gilanya, dari jumlah itu, hanya 3,3 persen, setara 11,7 juta pekerja, yang pekerjaannya paling rentan tergerus habis. Sementara itu, mayoritas alias 67 persen pekerja lainnya masih aman, belum terdeteksi terpapar langsung, Kompas.id.

Nah ini dia, negara tetangga kita, Singapura, rupanya yang paling terdepan dalam urusan ‘dipapar’ AI generatif ini. Nyaris separuh lebih, tepatnya 42,2 persen lapangan kerja di sana sudah bersentuhan langsung dengan AI. Wajar saja, mengingat Singapura memang pusatnya para profesional, manajer, dan teknisi, terutama di sektor keuangan, asuransi, informasi, komunikasi, dan jasa profesional. Parahnya lagi, setelah Singapura, ada Filipina dengan 28,1 persen pekerjaannya terpapar AI, disusul Indonesia yang ‘cuma’ 21,7 persen, Vietnam 20,8 persen, dan Thailand 20,6 persen. Ini jelas menunjukkan betapa ekonomi Asia Tenggara kini makin didominasi sektor jasa dan teknologi, Kompas.id.

Yang bikin geram, paparan AI generatif ini ternyata cenderung terkonsentrasi pada aktivitas sektor jasa digital yang memang mengandalkan informasi dan administrasi. Bayangkan saja, keuangan, asuransi, informasi, komunikasi, layanan profesional, administrasi publik, hingga pendidikan pun tak luput dari sentuhan AI. Celakanya, meski belum ada bukti gangguan pasar kerja besar-besaran, lowongan pekerjaan level awal justru sudah jadi korban pertama. Di Filipina dan Thailand misalnya, posisi admin yang notabene banyak diisi pekerja baru, justru jadi sasaran empuk AI generatif, dan jumlah lowongannya menurun tajam! Habis sudah nasib pekerja entry-level kalau begini ceritanya, Kompas.id.

Ujung-ujungnya, meskipun belum sampai PHK massal yang menakutkan, perubahan mendasar pada karakter pekerjaan sudah tak terhindarkan. Para pekerja kini dituntut punya kemampuan lebih, beradaptasi dengan tugas-tugas kompleks yang tak bisa digantikan mesin. Siapa yang tak mau berubah, siap-siap saja tergilas oleh gempuran Akal Imitasi ini. Masa depan pekerjaan di Asia Tenggara kini di ujung tanduk, siapkah kita menghadapinya, Kompas.id?

---
**Sumber:** [Kompas.id](https://www.kompas.id/artikel/ilo-ai-generatif-belum-mengancam-phk-massal-di-asean-tetapi-pekerjaan-mulai-berubah)
