---
id: pcuQ05nJ7_iY
cluster_id: FEqj5P1r942d
title: Gerakan Sosial Dikeroyok Cara Senyap, Demokrasi Diambang Kepunahan
slug: gerakan-sosial-dikeroyok-cara-senyap-demokrasi-diambang-kepunahan
excerpt: Celakanya, ancaman terhadap gerakan sosial kini bukan lagi sekadar kekerasan
  atau kriminalisasi terbuka. Cara-cara halus nan licik mulai dilancarkan, merusak
  ruh demokrasi dari dalam, bikin para aktivis pontang-panting. Kompas.id melaporkan,
  ruang gerak masyarakat sipil semakin menyempit tak karuan.
category: politik
tags:
- gerakan sosial
- demokrasi
- kooptasi
- masyarakat sipil
- politik
source_urls:
- https://www.kompas.id/artikel/gerakan-sosial-dan-napas-demokrasi
source_names:
- Kompas.id
image_url: https://assetd.kompas.id/uwLvCodYg8oUscPHm4wTTedMFxk=/1024x575/smart/filters:format(webp):quality(80)/https://cdn-dam.kompas.id/images/2026/01/14/0a35b2c647d51eaf1b45a909f232eade-Nurul_Hasfi.jpg
meta_title: Gerakan Sosial Terancam Kooptasi, Demokrasi Menyempit
meta_description: Tekanan terhadap gerakan sosial kini kian berlapis, bukan lagi sekadar
  kekerasan. Kooptasi dan manipulasi informasi membayangi, menyempitkan ruang demokrasi.
  Benarkah? Baca selengkapnya!
canonical_url: https://berita.media/gerakan-sosial-dikeroyok-cara-senyap-demokrasi-diambang-kepunahan
schema_type: NewsArticle
status: published
created_at: '2026-07-16T05:02:15Z'
published_at: '2026-07-16T05:02:15Z'
---

Gila, bro! Dengerin nih cerita yang bikin ngeri! Gerakan sosial di banyak negara lagi pada dihajar habis-habisan, tapi bukan pakai tinju di jalanan. Ini ceritanya lebih parah, pakai cara-cara licik nan sunyi yang bikin hati dongkol! Ancaman terbesarnya bukan lagi razia atau demonstrasi dibubarin paksa. Gilanya, mereka malah mau kooptasi tokoh gerakan, membangun stigma jahat, sampai manipulasi informasi di dunia maya biar rakyat bingung. Habis sudah cerita soal kebebasan berpendapat kalo begini terus! Kompas.id

Nah ini dia yang bikin miris, laporan dari CIVICUS, sebuah badan dunia isinya ribuan organisasi masyarakat sipil dan aktivis dari berbagai penjuru bumi, bilang kalau demokrasi lagi ambruk dan ruang gerak sipil makin sempit kayak gang sempit. Masyarakat sipil ini kayak kena dilema, di satu sisi mereka paling dibutuhkan banget buat ngadepin krisis politik, konflik, sama ketimpangan ekonomi yang makin menjadi-jadi. Tapi sialnya, di sisi lain, ruang buat mereka ngumpul dan bergerak malah terus menerus dipersulit. Kompas.id

Di Indonesia juga sama aja, bro! Pelemahan masyarakat sipil sekarang nggak selamanya pakai kekerasan yang kelihatan. Tapi malah pakai jurus halus: nyerep tokoh-tokoh gerakan masuk ke struktur kekuasaan, ngemodifikasi tuntutan mereka biar nggak 'keras' lagi, terus misahin kelompok yang masih kritis dari dukungan publik. Yang tadinya berani ngomong, eh malah dibikin nggak berdaya pelan-pelan. Parahnya, kayak dibius biar nggak teriak lagi.

Ada studi nih dari Patrick G Coy dan Timothy Hedeen yang ngasih nama buat kelakuan ini: 'kooptasi'. Jadi, gerakan nggak dibubarin, tapi pelan-pelan diserap habis. Bahasa, cara, tujuan, sampai tokoh-tokohnya dicaplok sama institusi yang berkuasa. Gerakan jadi makin bergantung sama 'belas kasihan' mereka, padahal tadinya mereka itu tulang punggung perlawanan! Ini bukan sekadar soal dapat bantuan, tapi soal kehilangan jati diri. Kompas.id

Patrick G Coy jelasin lagi, di Amerika Serikat, kooptasi itu kayak ngasih duit sama jabatan strategis ke tokoh kunci gerakan biar diem. Di Indonesia? Ada pro kontra nih soal tokoh buruh masuk pemerintahan. Ada yang bilang bisa buka akses buat rakyat kecil biar didengerin. Tapi, yang bikin gemes, ada juga risiko besar kalo kemandirian dan daya kritis gerakan malah jadi tumbal. Jangan sampai malah jadi 'boneka' kekuasaan, bro! Kompas.id

Memang sih, kata Coy, kedekatan buruh sama pusat kekuasaan bisa jadi sinyal bagus buat representasi. Tapi, pertanyaan besarnya muncul: apakah gerakan buruh bakal makin kuat ngaruhin kebijakan dari dalam, atau justru kehilangan taring kritisnya yang jadi senjata pamungkas selama ini? Sejarah demokrasi Indonesia mencatat, gerakan buruh itu pernah jadi kekuatan dahsyat. Tapi kalo caranya begini terus, jangan-jangan kekuatan itu malah amblas tak berbekas. Kompas.id

---
**Sumber:** [Kompas.id](https://www.kompas.id/artikel/gerakan-sosial-dan-napas-demokrasi)
