---
id: yYPTsvpT3Bga
cluster_id: fYSXtZYKeDSS
title: Gigit Jari! 10 Profesi Ini Paling Kena Sikat PHK Gara-Gara AI
slug: gigit-jari-10-profesi-ini-paling-kena-sikat-phk-gara-gara-ai
excerpt: Gilanya, zaman sekarang karyawan tetap full time yang paling banyak diganyang
  PHK! Administrasi dan SDM tercatat jadi korban terbanyak di tahun 2024, digilas
  efisiensi biaya dan datangnya AI, lapor CNBC Indonesia.
category: phk
tags:
- PHK
- AI
- Gen Z
- Lapangan Kerja
- Ekonomi
source_urls:
- https://www.cnbcindonesia.com/lifestyle/20260813160301-33-759031/10-profesi-yang-paling-banyak-kena-phk-dan-alasannya
source_names:
- CNBC Indonesia
image_url: https://awsimages.detik.net.id/visual/2025/12/17/ilustrasi-phk-1765959447185_169.webp?w=650&q=90
meta_title: '10 Profesi Kena PHK Massal 2024: AI & Efisiensi Jadi Momok'
meta_description: Tak hanya buruh pabrik, profesi administrasi, SDM, manajemen, dan
  IT pun terancam di PHK massal. Cari tahu daftar lengkapnya dan alasan di baliknya
  di sini!
canonical_url: https://berita.media/gigit-jari-10-profesi-ini-paling-kena-sikat-phk-gara-gara-ai
schema_type: NewsArticle
status: published
created_at: '2026-08-15T05:01:51Z'
published_at: '2026-08-15T05:01:51Z'
---

Habis sudah cerita manis karyawan tetap! Di tahun 2024 ini, gelombang PHK makin ganas menerjang, terutama buat generasi Gen Z yang baru mau merintis karier, tapi malah dicekik sama perkembangan teknologi kecerdasan buatan (AI) dan badai ketidakpastian ekonomi. Survei terbaru dari Forum Ekonomi Dunia (WEF) aja udah nandain nih, bro, bahwa 41% perusahaan di seluruh dunia siap-siap 'mengerjai' karyawannya sampai 2030. Gila, kan? Bukan tanpa sebab, banyak banget pekerjaan yang sekarang udah bisa digeser sama robot canggih!,

Udah gitu, di negara kita sendiri, Kementerian Tenaga Kerja merilis data yang bikin geleng-geleng kepala. Periode Januari-Mei 2026 aja, ada 23.470 orang yang kena PHK. Belum selesai di situ, sebulan berikutnya ada tambahan 8.919 orang lagi yang ikut nyusul nasibnya, amblas dari pekerjaannya. Kalau lirik laporan JobStreet yang bikin deg-degan, bertajuk 'Hiring, Compensation, and Benefits 2025', angkanya lebih ngeri lagi. Dikatakan, 42% perusahaan di Indonesia terpaksa melakukan pengurangan tenaga kerja di tahun 2024 ini. Caranya pun macem-macem, ada yang langsung digebuk PHK, ada juga yang sekadar nggak mau ngisi posisi kosong ditinggal pensiun biar hemat ongkos. Nah ini dia, yang paling tragis, karyawan tetap penuh waktu itu jadi yang paling banyak jadi korban sasaran, jumlahnya mencapai 27%, diikuti karyawan paruh waktu, kontrak, dan yang sifatnya temporer. Semua karena pergeseran ke model tenaga kerja fleksibel yang lebih murah!, 

Jadi, profesi apa saja yang paling parah kena sikat? Laporan lengkap dari CNBC Indonesia bikin daftar yang bikin merinding sejagat raya. Di posisi puncak, ada bidang Administrasi dan SDM yang digilas habis sebesar 29%. Menyusul kemudian adalah posisi Manajemen dengan 22% karyawan yang harus angkat koper. Akuntansi juga nggak luput dari hantaman, ada 16% yang terpaksa out. Marketing dan Branding pun kena imbasnya, 15% harus rela lepas jabatan. Nggak ketinggalan, sektor Manufaktur juga jadi sasaran empuk dengan 14% karyawan yang di-PHK, dan Sales/Business Development serta Corporate Sales/Business Development masing-masing tercatat 12% dan 11%. Bahkan, bidang Information Technology (IT) yang katanya nge-tren pun ikut keok, 10% karyawannya digulung. Sama juga dengan Engineering, 10% harus gigit jari. Terakhir, ada Legal/Compliance yang jadi penutup daftar dengan 8% karyawannya yang dirumahkan. Semuanya terimbas efisiensi biaya operasional dan proyeksi ekonomi yang memburuk,

Kenapa sih semua ini bisa terjadi? Ada enam alasan utama yang bikin para bos makin getol buat potong anggaran karyawan. Pertama, demi efisiensi biaya operasional, jelas aja, siapa sih yang nggak mau untung gede? Kedua, proyeksi ekonomi yang lagi merosot tajam bikin perusahaan serba salah. Ketiga, pergeseran ke model tenaga kerja fleksibel yang lebih murah ketimbang karyawan tetap. Keempat, restrukturisasi internal yang bikin banyak posisi jadi nggak relevan lagi. Kelima, ini nih biang keroknya, otomatisasi pekerjaan dengan teknologi AI yang makin canggih! Dan keenam, penggunaan tenaga outsourcing yang lebih mudah diputus kontraknya. Semua demi bertahan hidup di tengah badai ekonomi, tapi rakyat kecil yang jadi korban. Sungguh miris nasib para pekerja! CNBC Indonesia.

---
**Sumber:** [CNBC Indonesia](https://www.cnbcindonesia.com/lifestyle/20260813160301-33-759031/10-profesi-yang-paling-banyak-kena-phk-dan-alasannya)
