---
id: 0VwwZikdYndB
cluster_id: TrIU6FLb7-kK
title: Gigit Jari 50 Ribu Pekerja Tambang! Kuota Dipangkas, PHK Mulai Mengganyang
slug: gigit-jari-50-ribu-pekerja-tambang-kuota-dipangkas-phk-mulai-mengganyang
excerpt: Badai PHK mulai menerjang sektor tambang! Kuota produksi batu bara dan nikel
  dipangkas habis-habisan oleh pemerintah, mengancam nasib 50 ribu pekerja. Gilanya,
  para bos malah selamat sentosa.
category: phk
tags:
- PHK
- Tambang
- Batu Bara
- Nikel
- Pekerja
source_urls:
- https://www.cnnindonesia.com/ekonomi/20260603180331-85-1365046/badai-phk-mulai-terjang-sektor-tambang-buntut-kuota-produksi-dipangkas
source_names:
- CNN Indonesia
image_url: https://akcdn.detik.net.id/visual/2021/11/11/krisis-energi-china-bikin-tambang-tua-batu-bara-bergeliat-4_169.jpeg?w=1200
meta_title: 'PHK Massal Tambang: 50 Ribu Pekerja Terancam Nganggur Akibat Kuota Produksi
  Dipangkas'
meta_description: Pemerintah pangkas kuota produksi minerba, badai PHK mulai terjang
  tambang nikel dan batu bara. 50 ribu pekerja terancam kehilangan pekerjaan. Nasibnya
  kini terkatung-katung.
canonical_url: https://berita.media/gigit-jari-50-ribu-pekerja-tambang-kuota-dipangkas-phk-mulai-mengganyang
schema_type: NewsArticle
status: published
created_at: '2026-06-04T02:01:30Z'
published_at: '2026-06-04T02:01:30Z'
---

Ceritanya begini. Industri pertambangan kita lagi apes banget, bro! Pemerintah seenaknya saja memangkas kuota produksi mineral dan batu bara untuk tahun 2026. Alhasil, badai PHK mulai menerjang perusahaan-perusahaan tambang, terutama yang bergerak di sektor nikel dan batu bara. Gilanya, para pekerja ini terancam nganggur massal, sementara para pejabatnya aman-aman saja. Perhimpunan Ahli Pertambangan Indonesia (Perhapi) sudah mengendus ini. Ketua Dewan Penasehat Perhapi, Rizal Kasli, blak-blakan bilang kalau beberapa perusahaan anggotanya sudah mulai melakukan pemecatan karyawannya. "Di lapangan sudah terjadi PHK di beberapa perusahaan. Kami mencatat ada beberapa perusahaan yang sudah melakukan PHK baik di batu bara, maupun nikel," ujarnya dengan nada prihatin kepada CNNIndonesia.com, Rabu (3/6).

Yang bikin geram, Rizal belum bisa memastikan jumlah pasti pekerja yang kena sikat. Masih dalam pendataan katanya! Tapi yang jelas, PHK ini sudah jadi kenyataan pahit. "Perlu dilakukan penelitian langsung terhadap beberapa perusahaan yang telah melakukan PHK akibat masalah RKAB dan pengurangan quota produksi ini," tegasnya. Lah gimana tidak geram, Ketua Bidang Hubungan Industri Perhapi, Ardhi Ishak Koesen, sudah pernah ngasih peringatan keras. Dia memperkirakan pemangkasan produksi dalam RKAB 2026 itu bakal bikin 50 ribu tenaga kerja di industri jasa pertambangan terancam kehilangan pekerjaan. Bukan cuma itu, sekitar 20 ribu alat berat pun terpaksa nganggur. Selesai sudah nasib para pekerja!

Bayangkan ini. Ardhi kasih contoh nyata. PT Pamapersada Nusantara (PAMA), perusahaan jasa pertambangan raksasa, bisa memproduksi 100 juta-110 juta ton batu bara dengan 24 ribu karyawan dan 5.000 unit alat berat. Nah, kalau pemerintah seenaknya memangkas target produksi batu bara jadi 600 juta ton tahun ini (turun dari 790 juta ton di 2025), terus diasumsikan semua perusahaan jasa tambang ukurannya sama kayak PAMA, hitungannya bikin geleng-geleng. Ardhi kalkulasi, minimal 50 ribu karyawan bakal kehilangan pekerjaan. "Kalau 190 dipotong, berarti kalau saya asumsikan dengan size PAMA tadi itu, berarti akan ada sekitar 50 ribu minimal, 50 ribu karyawan yang akan terdampak, dan ada sekitar 10.000 alat berat yang akan berhenti operasi," kata Ardhi dalam rilis Perhapi, Rabu (11/2) lalu. Parahnya, ini bukan ngarang, ini fakta. Sumbernya jelas: Perhapi.

Bahkan Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia, sendiri yang memastikan bakal memangkas target produksi bijih nikel, batu bara, dan mineral lainnya tahun ini. Produksi batu bara dipangkas jadi 600 juta ton, separuh dari target 2025 yang 1,2 miliar ton. Bijih nikel juga kena imbasnya, dipangkas jadi 250 juta ton dari target 379 juta ton. Yang jelas, bukan rakyat yang diuntungkan dari kebijakan ini. Para pekerja tambang yang harus gigit jari, kehilangan mata pencaharian. Belum juga mereka menikmati hasil kerja kerasnya, eh sudah harus kehilangan pekerjaan. Ini sungguh ironi di negeri kaya sumber daya alam ini. CNN Indonesia, Perhapi.

---
**Sumber:** [CNN Indonesia](https://www.cnnindonesia.com/ekonomi/20260603180331-85-1365046/badai-phk-mulai-terjang-sektor-tambang-buntut-kuota-produksi-dipangkas)
