---
id: SSMFNHUsCZa2
cluster_id: MV3ysI8c-XFk
title: GILA! 24 Koperasi Desa Dibangun, Baru 60 Persen Jadi!
slug: gila-24-koperasi-desa-dibangun-baru-60-persen-jadi
excerpt: Warga Pasaman Barat gigit jari melihat pembangunan 24 Koperasi Desa Merah
  Putih (KDMP) baru mencapai 60 persen. Anggaran negara diduga amblas begitu saja,
  padahal lahan sudah siap untuk puluhan unit lain. Sampai kapan rakyat harus menunggu?
category: KDKMP
tags:
- Koperasi
- Pembangunan
- Pasaman Barat
- Dana Desa
- Mangkrak
source_urls:
- https://sumbar.antaranews.com/berita/775856/pemkab-pembangunan-24-unit-kdkmp-di-pasaman-barat-capai-60-persen
source_names:
- ANTARA News Sumbar
image_url: https://cdn.antaranews.com/cache/1200x800/2026/08/25/1001186515.jpg
meta_title: Koperasi Desa Mangkrak, Pembangunan Baru 60 Persen
meta_description: 24 Koperasi Desa Merah Putih di Pasaman Barat baru selesai 60%.
  Dana negara diduga amblas, puluhan lahan lain siap dibangun tapi terbengkalai.
canonical_url: https://berita.media/gila-24-koperasi-desa-dibangun-baru-60-persen-jadi
schema_type: NewsArticle
status: published
created_at: '2026-08-27T05:02:04Z'
published_at: '2026-08-27T05:02:04Z'
---

Alasannya klise, progres pembangunan 24 unit Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) di Pasaman Barat, Sumatera Barat, baru menyentuh angka 60 persen. Kepala Dinas Perdagangan Koperasi dan UKM setempat, Agusli, berkelit kalau semuanya masih dalam pantauan ketat. Parahnya, sudah ada 90 nagari yang ditargetkan, tapi baru puluhan yang dikerjakan. Ini namanya kerja lambat, duit negara dikuras habis!

Yang bikin geram, ternyata bukan hanya 24 unit yang jadi masalah. Ada 36 unit KDKMP lain yang lahannya sudah tersedia, tapi pembangunannya belum juga dimulai. Eh, tapi malah Agusli sesumbar kalau terus memonitor pekerjaan di lapangan. Kata dia sih, supaya sesuai dokumen dan tepat waktu. Tapi faktanya, sampai kapan pembangunan ini rampung? Sumber: ANTARA News Sumbar.

Bayangkan saja, bangunan koperasi ini memakan lahan luas 20x50 meter, dengan bangunan utama 20x30 meter. Tanah disiapkan oleh pihak nagari, pelaksana tinggal bangun. Tapi hasilnya begini, pembangunan sporadis dan terkesan asal jadi. Ada 26 unit yang sudah mengajukan lahan dan terverifikasi, bahkan ada satu yang sudah beroperasi di Ampek Koto, Kecamatan Kinali, dengan usaha sembako, apotek, dan Brilink. Nah ini dia, ada yang jalan, tapi yang lain kapan menyusul? Sumber: ANTARA News Sumbar.

Agusli berharap bangunan segera selesai agar bisa dimanfaatkan untuk meningkatkan ekonomi warga. Pelatihan pengurus koperasi pun sudah dilakukan untuk meningkatkan sumber daya mereka. Koperasi ini nantinya akan menjadi sentra usaha masyarakat, baik di sektor pertanian, perikanan, maupun peternakan, sesuai potensi daerah. Harapan sih boleh saja, tapi kalau pembangunan mangkrak begini, bagaimana ekonomi warga bisa terangkat? Pendapatan warga mana mungkin meningkat kalau sarana usahanya saja belum jadi. Habis sudah harapan rakyat kecil untuk maju. Sumber: ANTARA News Sumbar.

Ujung-ujungnya, proyek yang seharusnya mensejahterakan malah jadi ajang penyerapan anggaran yang tidak jelas. Pembangunan 24 unit KDKMP ini baru separuh jalan, sementara lahan untuk puluhan lainnya sudah tersedia. Apa kabar uang rakyat yang sudah digelontorkan? Alhasil, proyek mangkrak, rakyat gigit jari. Rakyat Pasaman Barat pantas menggerutu melihat kenyataan ini. Sumber: ANTARA News Sumbar.

---
**Sumber:** [ANTARA News Sumbar](https://sumbar.antaranews.com/berita/775856/pemkab-pembangunan-24-unit-kdkmp-di-pasaman-barat-capai-60-persen)
