---
id: BCHk-ycK9ac_
cluster_id: 5q82cL3sDt93
title: GILA! Bos Konter Dibunuh, Pelaku Lilit Utang Mochi Ratusan Juta
slug: gila-bos-konter-dibunuh-pelaku-lilit-utang-mochi-ratusan-juta
excerpt: Kisah tragis bos konter Royal Phone Ambarawa, Candra Waskita, terkuak! Pembunuhnya,
  Didit Panggih Pamulihan, ternyata dihajar badai utang Rp 145 juta demi bisnis mochi.
  Uang haram hasil pembunuhan jadi jurus terakhir melunasi kewajibannya.
category: kriminal
tags:
- pembunuhan
- bos konter
- utang
- bisnis mochi
- polisi
- Kabupaten Semarang
- Grobogan
- kriminalitas
source_urls:
- https://www.detik.com/jateng/hukum-dan-kriminal/d-8617094/terungkap-pembunuh-bos-konter-terlilit-utang-ratusan-juta-buat-bisnis-mochi
source_names:
- detikcom
image_url: https://awsimages.detik.net.id/api/wm/2026/08/08/pembunuhan-di-semarang-1786184854913_169.jpeg?wid=54&w=1200&v=1&t=jpeg
meta_title: Pembunuh Bos Konter Terlilit Utang Rp 145 Juta Demi Bisnis Mochi
meta_description: Terungkap fakta baru kasus pembunuhan bos konter HP Ambarawa! Pelaku
  terlilit utang Rp 145 juta untuk bisnis mochi, uang hasil curian rencananya untuk
  bayar utang.
canonical_url: https://berita.media/gila-bos-konter-dibunuh-pelaku-lilit-utang-mochi-ratusan-juta
schema_type: NewsArticle
status: published
created_at: '2026-08-13T17:01:21Z'
published_at: '2026-08-13T17:01:21Z'
---

Gila, bro! Dengerin nih cerita yang bikin geleng-geleng kepala! Bos konter ponsel Royal Phone di Ambarawa, Candra Waskita (25), yang tewas mengenaskan itu ternyata dibunuh gara-gara utang. Parahnya lagi, pelaku utamanya, Didit Panggih Pamulihan (20), punya cicilan segunung sampai Rp 145 juta! Angka fantastis ini dia pinjam dari tiga bank beda, pemerintah dan swasta, demi mengembangkan bisnis mochi miliknya yang njomplang nggak ketulungan. Ujung-ujungnya, uang hasil membunuh dan merampok jadi jalan pintas buat nutupin lubang utangnya yang sudah bocor parah. detikcom

Kasat Reskrim Polres Semarang, AKP Bodia Teja Lelana, membongkar tuntas borok si Didit. Ia merinci kalau Didit ngutang Rp 100 juta dari bank pemerintah di Ambarawa, tambah lagi Rp 25 juta dari bank swasta di Salatiga, plus Rp 20 juta lagi dari bank swasta di Bawen. Totalnya Rp 145 juta, bung! Utang segede gaban itu udah jatuh tempo, tapi Didi malah nggak bisa bayar sepeser pun, celakanya. Gilanya, rencana Didit dan temannya, Taufik Ilham (25), setelah menghabisi nyawa Candra adalah pakai hasil curian buat ngelunasin semua utang yang sudah bikin dia tercekik. Rencana busuk yang akhirnya berujung bui ini benar-benar bikin merinding. detikcom

Nah ini dia yang bikin ngeri, kedua pelaku pembunuhan sadis ini, Didit Panggih Pamulihan (20) dan Taufik Ilham (25), sudah ditetapkan sebagai tersangka. Peristiwa kelam itu terjadi di konter ponsel korban sendiri, Royal Phone, pada Kamis (6/8) dini hari. Setelah korban tak berdaya, jenazah Candra nggak cuma dibuang gitu aja, tapi dimasukkan ke dalam mobilnya sendiri. Mobil berisi mayat bos konter itu akhirnya ditemukan di depan gudang kosong di wilayah Gubug, Kabupaten Grobogan, bikin warga setempat gempar. Hancur lebur sudah nyawa Candra demi setumpuk utang. detikcom

Tim buser nggak pake lama! Didit dan Taufik berhasil diringkus terpisah pada Jumat (7/8) keesokan harinya. Didit dicokok di Kota Semarang, sementara Taufik digulung di daerah Ambarawa. Penangkapan ini mengakhiri pelarian kedua pelaku yang sudah bikin gaduh se-Kabupaten Semarang. Tapi apa daya, penyesalan selalu datang terlambat. Nyawa Candra sudah melayang, dan kedua pelaku kini harus menghadapi jeruji besi paling dingin. Betapa mengerikannya jika utang sampai merenggut nyawa. detikcom

---
**Sumber:** [detikcom](https://www.detik.com/jateng/hukum-dan-kriminal/d-8617094/terungkap-pembunuh-bos-konter-terlilit-utang-ratusan-juta-buat-bisnis-mochi)
