---
id: lCh2G5yOUmoA
cluster_id: UVjzRjH_lZk4
title: GILA! Koperasi Desa Bandung Sikat Jatah Makanan Program Makan Gratis
slug: gila-koperasi-desa-bandung-sikat-jatah-makanan-program-makan-gratis
excerpt: Heboh! 27 Koperasi Desa di Kabupaten Bandung kini jadi pemasok utama kebutuhan
  dapur program Makan Bergizi Gratis (MBG). Gilanya, program ini malah jadi ajang
  para koperasi desa jadi 'tengkulak' produk lokal, tapi semua harus lewat mereka
  dulu! Kompas.com
category: KDKMP
tags:
- Koperasi Desa
- Makan Bergizi Gratis
- Kabupaten Bandung
- UMKM
source_urls:
- https://bandung.kompas.com/read/2026/06/18/164447678/dukung-mbg-27-kdkmp-di-kabupaten-bandung-pasok-kebutuhan-dapur-sppg
source_names:
- Kompas.com
image_url: https://asset.kompas.com/crops/7Mfa3OCzELUZYa29VMO5vGHoy_o=/0x0:0x0/1200x675/filters:watermark(data/photo/2026/01/30/697c815a5f0b9.png,0,-0,1)/data/photo/2026/06/18/6a33b6ba05083.jpg
meta_title: Koperasi Desa Bandung Jadi Bos 'Tengkulak' Makanan Program MBG
meta_description: Duh gila! 27 Koperasi Desa di Bandung jadi pemasok tunggal program
  Makan Bergizi Gratis. Anehnya, program ini malah jadi ajang KDKMP monopoli produk
  UMKM lokal. Ada apa ini?
canonical_url: https://berita.media/gila-koperasi-desa-bandung-sikat-jatah-makanan-program-makan-gratis
schema_type: NewsArticle
status: published
created_at: '2026-06-18T17:02:46Z'
published_at: '2026-06-18T17:02:46Z'
---

Duh, gila bro, dengerin nih ada cerita baru soal program pemerintah di Kabupaten Bandung yang bikin geleng-geleng kepala! Ternyata, program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang katanya buat rakyat, malah jadi lahan basah buat puluhan Koperasi Desa Kelurahan Merah Putih (KDKMP) yang jumlahnya 27 unit itu. Alhasil, mereka didapuk jadi pemasok tunggal segala kebutuhan dapur buat Satuan Pelayanan Program Gizi (SPPG). Ini bukan kaleng-kaleng, bro, mereka jadi kayak "tengkulak" dadakan yang siapin semua bahan pangan yang dibutuhkan program pemerintah ini, kayak yang diungkapin Kepala Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Bandung, Dindin Syahidin, di Soreang Kamis kemarin. Mantap kan?

Nah, ini yang bikin gereget, Dindin bilang kalau KDKMP itu dibentuk ya supaya jadi "agregator" atau pengumpul produk-produk desa, biar nanti kebutuhan masyarakat terpenuhi, terutama buat dapur SPPG tadi. Jadi, kalau ada produk dari pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di desa, ya wajib ditampung dulu sama KDKMP sebelum disalurkan ke SPPG. Lah gimana tidak, keberadaan KDKMP ini kan cuma ada di tiap desa, makanya mereka punya monopoli sendiri, seperti kata Dindin di Kompas.com. Ini jelas bikin para pelaku UMKM kecil jadi terikat, mau nggak mau harus lewat koperasi desa mereka, pedih banget rasanya pasti.

Cerita ini ternyata berpijak pada Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 9 Tahun 2025 yang ngomongin soal percepatan pembentukan KDKMP. Aturan mainnya itu ada tujuh jenis gerai usaha yang bisa dikelola, mulai dari kantor, simpan pinjam, sampai obat-obatan. Tapi gilanya, di Kabupaten Bandung ini, KDKMP yang udah dibentuk di 278 desa dan kelurahan itu, malah lebih fokus jadi "penampung" makanan buat program MBG ini. Parahnya, cuma 113 KDKMP yang kelihatan usaha sembakonya jalan, sisanya? Ada yang malah jadi agen travel umrah, padahal kan programnya buat ngasih makan gratis buat warga! Sialnya, ada juga pejabat yang keluyuran ke luar negeri pas peresmian KDKMP, tapi kabarnya sih ke luar kota, lah gimana coba? Kompas.com

Dan bukan main, Bupati Bandung juga ikut nimbrung ngasih dukungan penuh buat KDKMP ini, baik dari sisi anggaran sampai pendampingan. Tapi ya balik lagi, dukungan sebesar apapun kalau alur pelaksanaannya kayak gini ya tetep aja bikin miris. Para pelaku UMKM di desa harus rela produknya "diatur" oleh KDKMP demi program ini, sementara para bos KDKMP dan pihak dinas terkait mungkin malah senyum-senyum saja lihat "progres" yang digembar-gemborkan. Habis sudah cerita begini kalau nggak ada yang berani ngomong lebih keras, masyarakat cuma bisa gigit jari melihat program yang katanya untuk mereka, malah jadi ajang bisnis baru buat segelintir orang. Kompas.com

---
**Sumber:** [Kompas.com](https://bandung.kompas.com/read/2026/06/18/164447678/dukung-mbg-27-kdkmp-di-kabupaten-bandung-pasok-kebutuhan-dapur-sppg)
