---
id: aEVMt6vsbFZ_
cluster_id: PCQoRmfrVNKm
title: Gila! Manajer KDKMP Ribuan Mundur Massal Gara-gara Denda Rp 100 Juta
slug: gila-manajer-kdkmp-ribuan-mundur-massal-gara-gara-denda-rp-100-juta
excerpt: Program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) kembali jadi sorotan
  panas! Ribuan calon manajer yang sudah lolos seleksi mendadak angkat koper, diduga
  kuat terbentur klausul denda selangit Rp 100 juta jika mengundurkan diri. Ini bikin
  polemik makin meruncing, bro!
category: KDKMP
tags:
- KDKMP
- Rekrutmen
- Denda
- Polemik
- Tata Kelola
source_urls:
- https://www.kompas.id/artikel/tata-kelola-rekrutmen-manajer-kdkmp-terus-menuai-polemik
source_names:
- Kompas.id
image_url: https://assetd.kompas.id/kaMGQY8ppJRc2Iua4KP9vwiyDl4=/1024x683/smart/filters:format(webp):quality(80)/https://cdn-dam.kompas.id/images/2026/05/20/128cb8285d331294de73aa4a9af75435-1000912710.jpg
meta_title: 'Polemik KDKMP: Ribuan Manajer Mundur Gegara Denda Rp 100 Juta'
meta_description: Ribuan calon manajer KDKMP mengundurkan diri diduga kuat karena
  denda Rp 100 juta. Program yang terus menuai kritik tata kelola dan transparansi
  ini bikin gaduh publik.
canonical_url: https://berita.media/gila-manajer-kdkmp-ribuan-mundur-massal-gara-gara-denda-rp-100-juta
schema_type: NewsArticle
status: published
created_at: '2026-06-15T17:01:27Z'
published_at: '2026-06-15T17:01:27Z'
---

Gila bro, dengerin nih! Program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih atau KDKMP ini kok kayak makin aneh bin ajaib. Udah kemarin DPR ribut soal kualitas seleksi 30.000 manajernya yang ngebut kayak dikejar setan, eh sekarang malah viral kabar miring yang bikin geleng-geleng kepala. Konon, banyak kandidat yang udah dinyatakan lolos mendadak cabut sebelum mulai kerja. Yang bikin bikin tambah panas, kabar ini diduga kuat nyambung sama urusan gaji yang nggak jelas juntrungannya, plus harus siap ditempatkan di mana aja, nun jauh di sana! "Celakanya lagi," ujar sumber di lapangan, "mereka diminta tanda tangan surat pernyataan yang isinya super ketat: wajib ikatan dinas dua tahun, ikut pelatihan ala tentara, dan parahnya lagi, siap-siap kena denda Rp 100 juta kalau nekat ngundurin diri sebelum kontrak habis." Kompas.id

Nah ini dia, polemik KDKMP ini kayak bola salju, makin lama makin gede. Kasus para calon manajer yang keok duluan ini cuma nambah deretan panjang protes soal transparansi tata kelola program yang dari awal udah bikin alis terangkat. Pengamat kebijakan publik kawakan, Agus Pambagio, langsung nyeletuk dari Jakarta, Senin kemarin, bahwa kebijakan publik itu harusnya punya dasar regulasi yang kokoh SEBELUM dijalankan. Tapi, lihat saja KDKMP ini, terkesan jalan dulu baru mikirin aturan. "Parahnya," kata Agus, "ini mirip jurus-jurus program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang nyusun aturannya belakangan, padahal implementasinya udah jalan. Akibatnya? Ya begini, tata kelola amburadul dan akuntabilitas jadi kabur." Kompas.id

Bukan cuma soal rekrutmen yang bikin pusing, model bisnis KDKMP ini juga masih jadi misteri ilahi. Pemerintah katanya mau perkuat ekonomi desa dan jadi saingan toko modern. Tapi, coba tanya detailnya, gimana pasokan barangnya? Gimana bangun rantai distribusinya? Gimana biar usahanya bertahan lama? Dijamin, jawaban yang didapat pasti ngalor-ngidul nggak jelas. Ujung-ujungnya, ketidakjelasan model bisnis ini makin diperparah sama kaburnya transparansi rekrutmen dan urusan kerja para manajernya. Gilanya, ini melibatkan banyak kementerian/lembaga, jadi makin susah nyari siapa yang bertanggung jawab kalau ada hak pekerja yang nggak dipenuhin. "Ini berisiko banget merugikan para manajer yang direkrut nanti," tegas Agus. Kompas.id

Tauhid Ahmad, ekonom senior dari Indef, ikut nimbrung. "Kalau memang benar banyak yang mundur," katanya, "itu pasti hasil kalkulasi rasional antara untung sama rugi yang harus ditanggung." Beda sama pegawai BUMN atau instansi pemerintah yang kariernya jelas dan stabil, posisi manajer KDKMP ini dianggap cuma kayak angin lalu, tergantung banget sama rezim yang berkuasa. Ditambah lagi urusan surat pernyataan denda Rp 100 juta itu, wah bikin calon pelamar mikir seribu kali sebelum gabung. Ini udah jelas namanya ngasih beban, bukan ngasih kesempatan kerja yang layak. "Intinya, urusan denda sebesar itu jelas memberatkan langkah mereka," simpul Tauhid. Kompas.id

Jadi, begitulah cerita rakyat, bro. Proyek ambisius KDKMP ini kayaknya malah jadi ajang uji nyali para pencari kerja. Dihajar badai ketidakpastian regulasi, digoyang isu gaji siluman, eh ujung-ujungnya digebuk lagi sama denda raksasa Rp 100 juta. Habis sudah, calon manajer berkualitas pada ngibrit terbirit-birit! Kompas.id

---
**Sumber:** [Kompas.id](https://www.kompas.id/artikel/tata-kelola-rekrutmen-manajer-kdkmp-terus-menuai-polemik)
