---
id: AsPIIOI5hCzU
cluster_id: Nn-uWQ1uEvLo
title: Gila! PHK Massal Sikat Global, Nasib Buruh RI 'Sangat Kuat' Kata Kemnaker
slug: gila-phk-massal-sikat-global-nasib-buruh-ri-sangat-kuat-kata-kemnaker
excerpt: Pabrik-pabrik raksasa dunia seperti Microsoft dan Meta lagi-lagi nekat lakukan
  PHK massal. Gilanya, di tengah badai global ini, Kemnaker sesumbar struktur ekonomi
  Indonesia 'sangat kuat' dan PHK jadi pilihan terakhir. Total 43 ribu buruh RI sudah
  terlempar dari pekerjaan di paruh pertama 2026. CNN Indonesia.
category: phk
tags:
- phk
- ketenagakerjaan
- ekonomi
- buruh
- microsoft
- meta
source_urls:
- https://www.cnnindonesia.com/ekonomi/20260716110709-92-1381373/phk-massal-landa-dunia-bagaimana-nasib-indonesia
source_names:
- CNN Indonesia
image_url: https://akcdn.detik.net.id/visual/2025/05/05/phk-terus-berlanjut-1746451837149_169.jpeg?w=1200
meta_title: PHK Massal Landa Dunia, Indonesia Aman? Kata Kemnaker
meta_description: Microsoft dan Meta PHK ribuan karyawan. Bagaimana nasib buruh Indonesia
  di tengah badai PHK global? Simak penjelasan Kemenaker.
canonical_url: https://berita.media/gila-phk-massal-sikat-global-nasib-buruh-ri-sangat-kuat-kata-kemnaker
schema_type: NewsArticle
status: published
created_at: '2026-07-18T17:01:48Z'
published_at: '2026-07-18T17:01:48Z'
---

ASTAGA BANGET, bro! Gila-gilaan emang kondisi dunia sekarang. Perusahaan teknologi raksasa kayak Microsoft dan Meta ketahuan lagi sibuk potong-potong puluhan ribu karyawannya. Microsoft tega tebas 4.800 jiwa pekerjanya, sekitar 2,1 persen dari total pasukannya, sementara Meta, si empunya Facebook, malah lebih parah lagi, rumornya bakal "menggunting" sampai 8 ribu orang di berbagai negara. Parahnya lagi, pabrikan mobil keren macam Volkswagen Grup (VW) juga lagi ancang-ancang nutup pabrik, yang artinya bisa-bisa 100 ribu pekerjanya melongo nggak punya kerjaan. Ini berita bikin geram, perusahaan gede kayak gitu tega banget nyusahin rakyat kecil.

Eh, tapi nih ya, dengerin dulu cerita dari dalam negeri. Kemenaker kita, lewat Wakil Menteri Afriansyah Noor, malah pasang badan ngaku kalau ekonomi Indonesia itu "sangat kuat"! Katanya, kita beda dari negara lain karena pasar domestik kita itu buset dah kenceng banget! Jadi, meskipun geopolitik lagi panas-panasnya, rantai pasok ngadat, sama industri pada berubah gara-gara digitalisasi, Indonesia katanya nggak bakal kena "hantaman mentah-mentah". Tapi jujur aja, Pak Wamen, jangan sampai kena "hantaman" kayak di luar sana, kan serem juga kalau lihat berita kayak gitu. Ada aja cerita pilu di balik kata "daya tahan" ini. CNN Indonesia.

Meski begitu, Pak Afriansyah ngaku nggak mau kecolongan. Kemenaker bakal terus jalin komunikasi erat sama kementerian lain, pengusaha, sama serikat buruh biar nggak ada cerita miris terjadi di lapangan. "Prinsip kami tetap jelas sejak awal: PHK adalah jalan paling terakhir. Semua opsi penyelamatan hubungan kerja harus dicoba dulu sampai maksimal," begitu katanya tegas. Nah ini dia, semangat menyelamatkan pekerja itu patut diacungi jempol. Tapi di sisi lain, data lapangan juga nggak bisa dibohongi, bro. Kemenaker sendiri mencatat, sepanjang Januari sampai Juni 2026, sudah ada sekitar 43 ribu pekerja yang "amblas" nasibnya karena PHK. Angka segini bukan main-main, bikin ngeri dengarnya.

Yang bikin miris lagi, ada beberapa sektor industri yang lagi "lampu merah" banget nih. Sektor-sektor ini paling cepet "terbakar" kalau ada gejolak pasar internasional, kayak industri tekstil, garmen, sama alas kaki yang padat karya. Kalau order dari luar negeri anjlok, wah tamat riwayat mereka. Terus, ada juga industri elektronik tertentu yang bahan baku dan pasarnya masih "nempel" banget sama rantai pasok global. Terakhir tapi bukan akhir, beberapa sub-sektor pertambangan juga ikutan was-was, soalnya operasional mereka langsung "terpengaruh" sama naik-turunnya harga komoditas dunia. Alhasil, banyak buruh yang "pontang-panting" cari kerja baru. CNN Indonesia.

Makanya, Kemenaker ini siap-siap pasang "tameng" biar PHK massal yang lagi "mengganas" di dunia itu nggak nyampe ke Indonesia. Salah satu caranya, mereka mau "perkuat" sistem deteksi dini. Caranya gimana? Lewat sinergi antara petugas mediator dan pengawas ketenagakerjaan di daerah. Tujuannya biar cepet ketahuan kalau ada perusahaan yang "bau-bau" mau ngajak pekerjanya "perpisahan". Gimana nggak bikin geleng-geleng kepala kalau berita begini terus muncul, semoga saja upaya Kemenaker beneran "tokcer" dan nggak ada lagi buruh yang "tersingkirkan" gara-gara kondisi global.

---
**Sumber:** [CNN Indonesia](https://www.cnnindonesia.com/ekonomi/20260716110709-92-1381373/phk-massal-landa-dunia-bagaimana-nasib-indonesia)
