---
id: Urj0XcVeXoYe
cluster_id: p7XKKB5261tA
title: Gila! Program Makan Bergizi Gratis Kini Malah Fokus Kualitas, Bukan Kuantitas!
slug: gila-program-makan-bergizi-gratis-kini-malah-fokus-kualitas-bukan-kuantitas
excerpt: Pemerintah bikin gebrakan dadakan! Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang
  digembar-gemborkan soal kuantitas kini mendadak diubah fokusnya ke kualitas, bikin
  tanda tanya besar. Kepala Bakom RI M Qodari sendiri yang bilang, "Fokusnya bukan
  lagi kuantitas, tapi kualitas!" katanya. Kompas.com
category: MBG
tags:
- MBG
- Makan Bergizi Gratis
- Kualitas Makanan
- Pemerintah
- Bakom RI
- Qodari
source_urls:
- https://nasional.kompas.com/read/2026/06/17/10554181/istana-ubah-fokus-mbg-kini-prioritaskan-kualitas-bukan-kuantitas-lagi
source_names:
- Kompas.com
image_url: https://asset.kompas.com/crops/akl5GGGq98gTR7zhVwYLzvqFSxA=/0x0:0x0/1200x675/filters:watermark(data/photo/2026/01/30/697c815a5f0b9.png,0,-0,1)/data/photo/2026/06/05/6a2261345bac7.jpg
meta_title: 'MBG Ubah Fokus: Dari Kuantitas ke Kualitas Makanan'
meta_description: Pemerintah mendadak ubah fokus program Makan Bergizi Gratis (MBG)
  dari kuantitas menjadi kualitas. Kepala Bakom RI ungkap evaluasi ketat dan sistem
  grading baru.
canonical_url: https://berita.media/gila-program-makan-bergizi-gratis-kini-malah-fokus-kualitas-bukan-kuantitas
schema_type: NewsArticle
status: published
created_at: '2026-06-17T05:01:16Z'
published_at: '2026-06-17T05:01:16Z'
---

Gila bro, dengerin nih kabar terbarunya! Pemerintah kayaknya lagi pusing tujuh keliling, makanya program andalannya, Makan Bergizi Gratis (MBG), mendadak diubah haluan. Yang tadinya sanjung-sanjung soal "berapa banyak porsi yang dibagi", sekarang malah ngomongin soal "kualitas gizinya sekeren apa". Lah, kok bisa begitu? Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI, M Qodari, yang mulutnya kayak ember bocor ini, blak-blakan bilang kalau fokusnya udah ganti. "Jadi fokusnya bukan lagi kepada kuantitas, tetapi kepada kualitas," cetusnya. Wah, jadi selama ini cuma pencitraan doang dong soal program populis ini? Kompas.com

Dan bukan main! Kata si Qodari ini, peningkatan kualitas makanan itu jadi prioritas utama, terutama setelah jaringan layanan MBG yang katanya sudah berkembang pesat dalam beberapa bulan terakhir. Dia bilang, selain kualitas SPPG—alias dapur tempat masaknya—ke depan juga diharapkan ada perbaikan dari segi efisiensi. "Efisiensi itu penting, bro!" katanya lagi. Nah, ini yang bikin kuping panas. Dia juga menekankan bakal memperketat evaluasi terhadap aspek operasional yang selama ini berjalan. Mulai dari kondisi dapur, pemenuhan persyaratan, proses pengolahan makanan, sampai standar kesehatan dan kebersihannya bakal diawasin ketat. Tujuannya apa? Biar mutu pangan yang diterima siswa dan kelompok penerima manfaat lainnya meningkat. Alhasil, jadi lebih bergizi atau cuma ganti bungkus doang? Kita lihat saja nanti. Kompas.com

Parahnya lagi nih, si Qodari ini juga membocorkan kalau pemerintah mulai melakukan serangkaian pembenahan tata kelola Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur MBG. Pembenahan ini mencakup penghentian sementara pembangunan SPPG baru, yang katanya sudah "mencukupi" dan mau "ditata ulang". Alamak! Terus, ada juga penataan ulang sistem insentif, sampai penerapan sistem penilaian atau grading terhadap kualitas layanan setiap SPPG. "Moratorium terhadap pembangunan SPPG baru karena SPPG yang sudah ada dirasakan mungkin sudah mencukupi dan akan ditata ulang. Jadi fokus kepada SPPG yang sudah operasional," jelasnya. Jadi, SPPG yang sudah terbangun bertahun-tahun ini ternyata kualitasnya nggak memuaskan, ya? Kompas.com

Nah ini dia yang paling bikin gregetan! Badan Gizi Nasional (BGN) katanya lagi nyiapin pembaruan mekanisme pemberian insentif buat SPPG. Skema baru ini bakal mengaitkan besaran insentif dengan jumlah penerima manfaat yang dilayani, plus penerapan sistem grading atau kelas sesuai kinerja. Jadi, SPPG yang bagus bakal dapat kelas A, yang sedang B, yang kurang bagus C. "Kelas-kelas grading dari SPPG itu akan memengaruhi insentifnya, jadi angka insentifnya tidak akan sama," beber Qodari. Ya elah, baru sekarang kepikiran ngasih nilai dan insentif beda-beda? Selama ini bagi rata aja gitu? Rasanya kayak cerita lama yang diulang lagi, tapi dengan bumbu baru biar kelihatan beda. Kompas.com

---
**Sumber:** [Kompas.com](https://nasional.kompas.com/read/2026/06/17/10554181/istana-ubah-fokus-mbg-kini-prioritaskan-kualitas-bukan-kuantitas-lagi)
