---
id: QM1Dbrmk3KU-
cluster_id: TjZRlJNdCA00
title: GILA! Rupiah Ambles, Prabowo Bongkar Keran Bocor Kekayaan Nasional
slug: gila-rupiah-ambles-prabowo-bongkar-keran-bocor-kekayaan-nasional
excerpt: Presiden Prabowo Subianto akhirnya buka suara soal rupiah yang terkapar di
  level Rp18 ribuan per dolar AS. Ternyata, biang keroknya adalah kekayaan nasional
  yang terus-menerus mengalir deras ke luar negeri selama puluhan tahun!,"
category: rupiah
tags:
- Prabowo Subianto
- Rupiah Melemah
- Ekonomi Indonesia
- Arus Modal
source_urls:
- https://www.cnnindonesia.com/ekonomi/20260623163350-532-1372354/prabowo-beber-biang-kerok-rupiah-terus-melemah
source_names:
- CNN Indonesia
image_url: https://akcdn.detik.net.id/visual/2026/06/10/prabowo-buka-munas-hipmi-1781083104557_169.jpeg?w=1200
meta_title: Rupiah Melemah Rp18 Ribu, Prabowo Ungkap Biang Keroknya
meta_description: Presiden Prabowo Subianto akhirnya buka suara soal rupiah yang anjlok.
  Ternyata, kekayaan nasional yang terus mengalir ke luar negeri jadi biang keroknya!
canonical_url: https://berita.media/gila-rupiah-ambles-prabowo-bongkar-keran-bocor-kekayaan-nasional
schema_type: NewsArticle
status: published
created_at: '2026-06-23T17:02:56Z'
published_at: '2026-06-23T17:02:56Z'
---

Astaga Nendang! Rupiah kita terkapar, loyo tak berdaya sampai tembus Rp18 ribuan per dolar AS, dan baru sekarang Presiden Prabowo Subianto akhirnya membeberkan dalang di balik tragedi finansial ini. Gilanya, sang Kepala Negara blak-blakan bilang kalau akar masalahnya adalah kekayaan nasional kita yang dibiarkan merembes keluar negeri bagai air bocor puluhan tahun lamanya. Alhasil, Indonesia memang untung besar dari perdagangan internasional, tapi ujung-ujungnya harta karun itu malah ngeloyor pergi, amblas tak bersisa untuk pembangunan negeri sendiri. Mana ada cerita begini berakhir baik.

Dan bukan main, Prabowo membeberkan data mengejutkan yang didapat dari analisis Dewan Ekonomi Nasional (DEN) berdasarkan United Nations Comtrade. Ternyata, selama 22 tahun terakhir, Indonesia mencatat surplus perdagangan yang fantastis, keuntungan bersihnya saja mencapai US$436 miliar atau setara Rp7.790,01 triliun! Tapi celakanya, dalam periode yang sama, dana yang nyelonong keluar dari negeri ini juga tak kalah gila, mencapai US$343 miliar atau Rp6.134,14 triliun. Parahnya, ini bukan sekadar angka statistik, tapi gambaran nyata bagaimana kekayaan bangsa ini dikuras habis oleh 'arus modal' yang tak terkendali. Kapan mau maju kalau begini terus?

Prabowo menyebut fenomena ini sebagai 'net outflow of national wealth', alias keran kekayaan nasional yang bocor tak tertahankan. Ibarat tubuh, kalau darah terus mengalir keluar, ujung-ujungnya badan akan kolaps dan mati. Begitu pula dengan negara, kalau keuntungan melimpah ruah dari sumber daya alam dan perdagangan terus mengalir ke luar negeri, bagaimana mungkin Indonesia bisa menjadi bangsa yang kuat dan makmur? Ujung-ujungnya cuma bisa berdiri di atas tumpukan 'jual barang' tapi uangnya ludes tak tahu ke mana rimbanya. Memprihatinkan betul nasib rupiah kita!

Pernyataan keras ini tentu muncul di tengah kondisi rupiah yang memang sedang babak belur. Di penutupan perdagangan Selasa (23/6) sore, rupiah terkapar di level Rp17.859 per dolar AS, tergerus 16 poin dari hari sebelumnya. Ditambah lagi, pasar global juga masih deg-degan mencermati faktor eksternal yang terus menghantam mata uang negara berkembang, termasuk Indonesia. Analis mata uang bahkan memprediksi rupiah masih akan terus tertekan akibat dominasi dolar AS di panggung dunia. Entah sampai kapan kita harus menahan sakitnya mata uang nasional yang terus menerus dihantam prahara ekonomi.

Dan yang paling bikin geram adalah, di tengah surplus besar, kita justru melihat rupiah melemah tajam. Ini jelas jadi tamparan keras bagi semua pihak yang katanya berjuang untuk kemajuan ekonomi. Alih-alih menahan arus dana keluar, malah dibiarkan ngalir deras bagai air bah. Benar-benar sebuah ironi pahit yang harus segera dituntaskan. Kompas.

---
**Sumber:** [CNN Indonesia](https://www.cnnindonesia.com/ekonomi/20260623163350-532-1372354/prabowo-beber-biang-kerok-rupiah-terus-melemah)
