---
id: zC72RzNL9XuY
cluster_id: Mcqv9zHx7XhK
title: Gila! Uang Suap Bea Cukai Mengalir ke Pejabat BPOM dan Kemendag
slug: gila-uang-suap-bea-cukai-mengalir-ke-pejabat-bpom-dan-kemendag
excerpt: Dugaan suap importasi barang di Direktorat Jenderal Bea Cukai ternyata tak
  hanya sampai di internal Bea Cukai. Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kini siap
  mendalami aliran dana haram yang diduga mengalir deras ke pejabat di Badan Pengawas
  Obat dan Makanan (BPOM) serta Kementerian Perdagangan (Kemendag). Fakta ini terungkap
  di persidangan, bikin kuping panas!
category: korupsi
tags:
- KPK
- Bea Cukai
- BPOM
- Kemendag
- Korupsi
- Suap
source_urls:
- https://nasional.kompas.com/read/2026/06/24/09294611/kpk-akan-dalami-aliran-dana-suap-bea-cukai-ke-pejabat-bpom-dan-kemendag?page=all
source_names:
- Kompas.com
image_url: https://asset.kompas.com/crops/DmJ482tymtDphvGuwut-BKbc6Cg=/647x1110:5216x4157/1200x675/filters:watermark(data/photo/2026/01/30/697c815a5f0b9.png,0,-0,1)/data/photo/2026/04/27/69ef57dfea8a1.jpeg
meta_title: KPK Dalami Aliran Dana Suap Bea Cukai ke Pejabat BPOM & Kemendag
meta_description: Terungkap di sidang, dugaan suap importasi Bea Cukai mengalir ke
  pejabat BPOM dan Kemendag. KPK siap dalami bukti baru yang mengejutkan ini!
canonical_url: https://berita.media/gila-uang-suap-bea-cukai-mengalir-ke-pejabat-bpom-dan-kemendag
schema_type: NewsArticle
status: published
created_at: '2026-06-26T17:10:22Z'
published_at: '2026-06-26T17:10:22Z'
---

Astaga naga, borok korupsi memang susah ditutup rapat! Kali ini giliran Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang siap membongkar habis aliran dana suap importasi barang yang melibatkan Direktorat Jenderal Bea Cukai. Bukan main, dugaan dana haram ini ternyata tidak hanya singgah di kantong para pejabat Bea Cukai, melainkan juga tercium sampai ke Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) dan Kementerian Perdagangan (Kemendag). Gila, bro! Sumbernya jelas, ini terungkap di sidang terdakwa Ketua Tim Dokumen Importasi PT Blueray Cargo, Andri, di Pengadilan Tipikor Jakarta, Jumat (12/6/2026). Nah ini dia, Juru Bicara KPK Budi Prasetyo pun angkat suara, "Terkait dengan fakta dugaan pemberian dari PT BR kepada pihak-pihak di BPOM dan juga Kementerian Perdagangan ini juga nanti butuh dikonfirmasi," katanya beberapa waktu lalu. "Kita harus pastikan, jangan sampai ada tikus-tikus negara yang main mata di balik layar!" imbuhnya, Kompas.com.

Parahnya, Budi menegaskan bahwa konfirmasi ini bukan main-main, melainkan akan dilakukan dengan memanggil sejumlah saksi agar fakta persidangan semakin kokoh. "Baik dari saksi ataupun dari alat bukti lainnya, sehingga ini terbuka kemungkinan untuk nanti penyidikannya masih terus berkembang," jelasnya. Ia tak menampik kalau kasus ini masih bisa melebar kemana-mana, menambah daftar panjang pejabat yang diduga bermain api dengan uang rakyat. Meski demikian, ia belum bisa memastikan kapan jadwal pemanggilan saksi akan dilakukan, karena masih menunggu tim penyidik merampungkan pemeriksaan. "Ya tentunya demikian. Butuh pendalaman lagi bukti-bukti lain keterangan yang bisa memperkuat keterangan yang muncul dalam persidangan tersebut," ucap Budi, Kompas.com.

Alhasil, cerita tentang suap Bea Cukai ini memang bikin geram! Sebelumnya, saat jaksa membacakan berita acara pemeriksaan (BAP) milik terdakwa Andri, terungkap bahwa dana suap importasi ini diberikan kepada para pejabat BPOM dan Kemendag atas perintah langsung dari pemilik PT Blueray Cargo, John Field, yang kini juga berstatus terdakwa. "Bahwa atas perintah John Field ada memberikan sejumlah uang kepada pihak lain selain pihak-pihak yang ada di Bea Cukai untuk pihak yang ada di BPOM Badan Pengawas Obat dan Makanan Republik Indonesia dan Kementerian Perdagangan Republik Indonesia," ujar jaksa KPK Takdir Suhan, Kompas.com.

Dan yang paling bikin geleng-geleng kepala, menurut BAP, pemberian uang tersebut bahkan diserahkan langsung kepada Deputi Tubagus dan Direktur Partomo di BPOM, atas arahan John Field. "Uang tersebut saya serahkan langsung kepada yang bersangkutan," kata Takdir dalam persidangan, Kompas.com. Celakanya, Andri sendiri mengaku tidak tahu persis berapa jumlah uang yang diberikan, karena semuanya sudah terkemas rapi dalam amplop saat diserahkan. Ia hanya ingat, penyerahan itu terjadi lebih dari satu kali di tahun 2025. "Saya tidak ingat berapa kali saya serahkan uang tersebut, namun seingat saya ada lebih dari satu kali di tahun 2025. Saya tidak tahu jumlahnya karena sudah dikemas dan diambil dari Saudara Andreas Budi Santoso?' ya?" tanya jaksa kepada Andri, yang dijawab "Betul," oleh terdakwa, Kompas.com. Wah, sungguh parah, uang suap bisa jalan-jalan sampai ke lembaga lain! Benar-benar bikin malu bangsa!

---
**Sumber:** [Kompas.com](https://nasional.kompas.com/read/2026/06/24/09294611/kpk-akan-dalami-aliran-dana-suap-bea-cukai-ke-pejabat-bpom-dan-kemendag?page=all)
