---
id: 6Yn4XCadhRqp
cluster_id: K04dNXHjY1vj
title: Gila! Utang Mochi Ratusan Juta, Bos Konter HP Dihajar Palu Hingga Remuk Redam
slug: gila-utang-mochi-ratusan-juta-bos-konter-hp-dihajar-palu-hingga-remuk-redam
excerpt: Dendam kesumat gara-gara utang bisnis mochi ratusan juta rupiah, Didit Panggih
  Pamulihan (20) nekat menghabisi nyawa bos konter ponsel Royal Phone Ambarawa, Candra
  Waskito (25). Gilanya, pelaku sempat menghantamkan palu enam kali ke kepala korban
  sebelum jasadnya dibuang ke gudang kosong. Detikcom
category: kriminal
tags:
- pembunuhan
- kriminal
- utang piutang
- mochi
- konter hp
source_urls:
- https://www.detik.com/jateng/hukum-dan-kriminal/d-8617593/terlilit-utang-bisnis-mochi-di-balik-aksi-sadis-didit-bunuh-candra-bos-konter
source_names:
- detikcom
image_url: https://awsimages.detik.net.id/api/wm/2026/08/08/pembunuhan-di-semarang-1786186368779_169.jpeg?wid=54&w=1200&v=1&t=jpeg
meta_title: Kronologi Sadis Pembunuhan Bos Konter HP Ambarawa oleh Didit
meta_description: Terlilit utang bisnis mochi Rp 145 juta, Didit Panggih Pamulihan
  hajar bos konter Candra Waskito pakai palu hingga tewas. Jasad dibuang ke gudang
  kosong.
canonical_url: https://berita.media/gila-utang-mochi-ratusan-juta-bos-konter-hp-dihajar-palu-hingga-remuk-redam
schema_type: NewsArticle
status: published
created_at: '2026-08-15T17:02:04Z'
published_at: '2026-08-15T17:02:04Z'
---

Gila bro, dengerin dulu nih! Candra Waskito (25), bos konter ponsel Royal Phone Ambarawa, Semarang, ditemukan tewas mengenaskan. Pelakunya? Ternyata Didit Panggih Pamulihan (20) dan Taufik Ilham (25)! Dan yang bikin geram, motifnya sungguh bikin geleng-geleng kepala. Didit ternyata punya utang segunung, Rp 145 juta, demi mengembangkan bisnis anehnya: jualan mochi! Detikcom

Alhasil, Didit berhutang ke mana-mana, bank pemerintah sampai swasta. Totalnya Rp 100 juta di Ambarawa, Rp 25 juta di Salatiga, dan Rp 20 juta di Bawen. Celakanya, semua utang itu sudah jatuh tempo dan dia nggak bisa bayar sepeser pun! Parahnya, uang hasil curian itu rencananya mau dipakai buat nutup lubang utang bisnis mochi miliknya yang malah bikin sengsara. Kasat Reskrim Polres Semarang, AKP Bodia Teja Lelana, miris menjelaskan utang-utang tersebut. Detikcom

Nah ini dia, alasan Didit kok ya nyasar ke konter Candra. Katanya, konter korban itu terkenal ramai, jadi dianggapnya Candra pasti orang kaya raya! Dasar pelaku, otaknya cuma mikir gampang. Modus awalnya sih mau pura-pura beli, terus langsung disikat dan ngibrit. Eh, tapi apes banget buat Didit dan kawanannya, aksinya hampir ketahuan. Gilanya, daripada ketangkep, Didit spontan menghajar kepala Candra pakai palu. Bukan sekali, tapi enam kali! Hantaman palu itu membuat Candra tewas seketika. Detikcom

Yang bikin miris lagi, Didit ini ternyata ngajak Taufik karena tahu kondisi ekonomi Taufik yang juga lagi susah. Bapaknya Taufik usaha tepung, Didit usaha mochi dan sering beli di situ, makanya dia tahu. Keduanya sama-sama lagi bokek, sama-sama desperado. Awalnya cuma niat ngrampok ponsel, tapi malah jadi kasus pembunuhan sadis. Jasad korban kemudian mereka angkut pakai mobil Honda Jazz curian dan dibuang di depan gudang kosong wilayah Gubug, Grobogan. Keduanya ngaku panik karena pertama kali melakukan aksi kriminal sebesar itu. Detikcom

Parahnya lagi, setelah membuang jasad korban, Didit dan Taufik ini jalan kaki sampai perempatan Gubug. Mereka malah nebeng orang lain buat kabur! Nggak tanggung-tanggung, mereka ngupah pengojek sampai bertiga di satu motor! Sungguh aksi yang brutal dan nekat. Korban Candra tewas secara mengenaskan, sementara para pelaku kini harus berhadapan dengan jeruji besi. Selesai sudah rencana jahatnya. Detikcom

---
**Sumber:** [detikcom](https://www.detik.com/jateng/hukum-dan-kriminal/d-8617593/terlilit-utang-bisnis-mochi-di-balik-aksi-sadis-didit-bunuh-candra-bos-konter)
