---
id: cj2yM4EXusvB
cluster_id: LUA4Ai0dJ_L_
title: GILAAA! KPK JALAN TERUS, SUAP BEA CUKAI MAKIN MENGURAS DOMPET RAKYAT!
slug: gilaaa-kpk-jalan-terus-suap-bea-cukai-makin-menguras-dompet-rakyat
excerpt: Duh, makin ke sini makin menggila! KPK nggak mau tinggal diam, kasus suap
  di Bea Cukai ini bakal dikembangin terus, bro! Gilanya, ada aliran dana Rp 21 Miliar
  yang disikat buat Dirjen Djaka Budhi Utama. Kudu gimana nih nasib rakyat?
category: korupsi
tags:
- KPK
- Bea Cukai
- Korupsi
- Suap
- Djaka Budhi Utama
source_urls:
- https://nasional.kompas.com/read/2026/07/18/13270921/kpk-buka-peluang-kembangkan-penyidikan-suap-pejabat-bea-cukai
source_names:
- Kompas.com
image_url: https://asset.kompas.com/crops/QyT9JVDNRlAyZ2RKhwN9RHVarzk=/0x0:780x390/1200x675/filters:watermark(data/photo/2026/01/30/697c815a5f0b9.png,0,-0,1)/data/photo/2016/02/23/094719420160222HER261780x390.jpg
meta_title: KPK Ungkap Suap Rp 21 Miliar Bea Cukai, Dirjen Djaka Budhi Utama Disebut
meta_description: KPK buka peluang kembangkan penyidikan kasus suap Bea Cukai. Bos
  Blueray Cargo sebut aliran dana Rp 21 Miliar untuk Dirjen Djaka Budhi Utama. Menteri
  Keuangan kaget.
canonical_url: https://berita.media/gilaaa-kpk-jalan-terus-suap-bea-cukai-makin-menguras-dompet-rakyat
schema_type: NewsArticle
status: published
created_at: '2026-07-19T17:02:03Z'
published_at: '2026-07-19T17:02:03Z'
---

Gila bener, bro! Dengerin nih gosip panas dari Kompas.com yang bikin kuping panas! Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) ternyata nggak main-main. Mereka buka pintu lebar-lebar buat nyelidikin lebih dalam lagi soal dugaan korupsi yang merajalela di Direktorat Bea dan Cukai Kementerian Keuangan itu. Habis udah, kelakuan pejabat kayak gini emang bikin geram netizen sejagad raya!

"Mencermati fakta-fakta dalam persidangan maupun dari keterangan para saksi yang dipanggil dalam penyidikan perkara pokok, KPK buka peluang melakukan pengembangan penyidikan," ujar Juru Bicara KPK Budi Prasetyo dengan nada serius, Sabtu kemarin. Nah ini dia, ternyata banyak nama-nama yang mencuat waktu sidang kasus suap dan gratifikasi yang nyeret tiga pejabat Bea Cukai. Bukti nyatanya, bos Blueray Cargo Group, John Field, diganjar 2 tahun penjara dan denda Rp 300 juta sama hakim di Pengadilan Tipikor Jakarta. Gila kan? Ini cuma recehan dibanding potensi kerugian negara!

Parahnya lagi, bos gede John Field ini nggak sendirian. Dia kompak sama petinggi Blueray Cargo lainnya, si Andri dan Dedy Kurniawan Sukolo, buat nyuap pejabat. Nah, si John Field ini doyan banget ngasih duit haram ke oknum-oknum DJBC. Hakim aja sampai ngomongin soal alokasi dana buat kode 'BC 1', yang ternyata merujuk ke Direktur Jenderal Bea dan Cukai, Djaka Budhi Utama! Coba bayangin, ada duit Rp 21 miliar yang disikat mentah-mentah. Ini namanya bukan cuma nyuap, tapi udah kayak malak terang-terangan! Uang rakyat dibagikan kayak warisan!

Yang bikin geram, kok bisa kayak gini terus? Bos gede Blueray Cargo John Field sendiri udah nerima vonis, tapi buat para oknum pejabatnya gimana? Majelis hakim cuma bilang masa tahanan John Field dikurangi dari pidana yang dijatuhkan. Dan dia nerima aja tuh hukuman, nggak banding! Cuma jaksa aja yang masih mikir-mikir. Sementara Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa yang seharusnya jadi tameng rakyat, malah ngakunya nggak tahu apa-apa! "Wah saya enggak tahu, nanti saya cek ya?" katanya sambil nyengir. Lah gimana tidak, kalau menterinya aja nggak ngeh sama kelakuan anak buahnya yang korup, negara mau dibawa ke mana, coba? Kompas.com

Alhasil, KPK sekarang makin sigap buat ngembangin penyidikan ini. Siapa aja yang kecipratan duit haram harus siap-siap aja digebuk habis! Jangan sampai kasus kayak gini cuma jadi tontonan doang, tanpa ada keadilan buat rakyat kecil. Celakanya, pejabat kayak gini makin banyak bermunculan, bikin negara makin babak belur. Semoga aja kali ini KPK beneran gregetan dan ngungkap semuanya sampai ke akar-akarnya, jangan cuma jadi omong kosong doang!

---
**Sumber:** [Kompas.com](https://nasional.kompas.com/read/2026/07/18/13270921/kpk-buka-peluang-kembangkan-penyidikan-suap-pejabat-bea-cukai)
