---
id: L25NROudRM9C
cluster_id: 32FfkGM1bj10
title: Gilas Habis Pekerja Setia, Adobe Kini Malah Dihajar Karyawannya Sendiri
slug: gilas-habis-pekerja-setia-adobe-kini-malah-dihajar-karyawannya-sendiri
excerpt: Bela diri dipecat! James Strawn, 25 tahun abdi di raksasa teknologi Adobe,
  kini jadi sopir bus sekolah usai dikhianati perusahaan yang dulu memberinya 'kartu
  merah'. Gilanya, ia malah bersyukur!
category: phk
tags:
- phk
- adobe
- James Strawn
- sopir bus
- teknologi
source_urls:
- https://www.cnbcindonesia.com/tech/20260826134509-37-762364/25-tahun-kerja-di-raksasa-teknologi-sekarang-kena-phk-dan-jadi-sopir
source_names:
- CNBC Indonesia
image_url: https://awsimages.detik.net.id/visual/2021/02/03/infografis-besaran-total-pesangon-korban-phk_169.jpeg?w=650&q=90
meta_title: 25 Tahun di Adobe Dibuang, Kini Karyawan Jadi Sopir Bus
meta_description: James Strawn, veteran 25 tahun di Adobe, dipecat lalu jadi sopir
  bus sekolah. Ia justru bersyukur dan sindir keras mantan bosnya yang angkuh.
canonical_url: https://berita.media/gilas-habis-pekerja-setia-adobe-kini-malah-dihajar-karyawannya-sendiri
schema_type: NewsArticle
status: published
created_at: '2026-08-26T17:01:13Z'
published_at: '2026-08-26T17:01:13Z'
---

Gila bro, ini cerita soal pengkhianatan macam apa lagi! James Strawn, nama yang seharusnya terukir di sejarah Adobe setelah 25 tahun mengabdi, malah dicampakkan begitu saja. Lebih dari seperempat abad dia habiskan di raksasa teknologi itu, merangkak dari bawah sampai jadi Senior Software Quality Engineer, mengawasi jaminan kualitas proyek-proyek penting, termasuk integrasi AI gila yang katanya revolusioner. Eh, tapi ujung-ujungnya? Dipecat! Habis sudah baktinya, dibuang macam sampah tak berguna.,

Yang bikin geram, setelah setahun lebih dibiarkan pontang-panting mencari pekerjaan lagi, James justru mengalami demoralisasi dan diskriminasi parah di industri teknologi yang katanya 'maju'. Celakanya, perlakuan buruk ini justru memaksanya mencari pelarian di pekerjaan yang 180 derajat berbeda: jadi sopir bus sekolah! Ia harus rela gajinya anjlok drastis, tapi demi ketenangan hati katanya, ia memilih mengemudikan kendaraan besar berisi anak-anak ketimbang mengendalikan komputer berisiko. Setidaknya, di sana ia merasa dihargai. Parahnya, James tak sungkan melontarkan sindiran pedas kepada Adobe.,

"Kepada mereka di perusahaan tempat saya bekerja sebelumnya yang mengabaikan, menjatuhkan, dan akhirnya memecat saya: terima kasih, namun hanya karena telah menunjukkan kepada saya jalan menuju masa depan yang lebih baik," tulisnya penuh sarkasme di LinkedIn. "Orang-orang seperti Anda yang membuat saya senang karena akan mengemudikan bus sepanjang 40 kaki, bukan mengendalikan komputer." Kalimat ini tajamnya bukan main, menusuk langsung ke jantung perusahaan yang tega mengkhianati kesetiaannya. Belum cukup sampai di situ, ia juga berkirim pesan kepada para perekrut dan calon pemberi kerja yang pernah mengabaikan lamarannya, agar industri ini bisa belajar memperlakukan pencari kerja dengan lebih baik lagi. Nah ini dia, pelajaran berharga dari seorang mantan teknisi yang kini jadi sopir.,

James Strawn telah memberikan separuh hidupnya untuk Adobe, dari mulai departemen awal hingga posisi senior yang strategis. Ia mengawasi penjaminan kualitas untuk aplikasi-aplikasi vital, bahkan untuk hal secanggih integrasi AI dalam software pengeditan video. Namun, pengorbanan itu ternyata tidak berarti apa-apa di mata raksasa teknologi tersebut. Ia menjadi korban PHK massal yang seringkali menimpa para pekerja senior, dianggap 'mahal' dan 'kurang relevan' di era baru. Tapi James membuktikan, nasib buruk ini justru jadi batu loncatan baginya. Ia kini menemukan kebahagiaan tulus dalam rutinitas sederhana sebagai sopir bus sekolah, dikelilingi anak-anak yang riang dan rekan kerja yang baik. Adobe, siap-siap dengar kabar ini sampai ke telinga para investor! Sumber: CNBC Indonesia, Mashable.

---
**Sumber:** [CNBC Indonesia](https://www.cnbcindonesia.com/tech/20260826134509-37-762364/25-tahun-kerja-di-raksasa-teknologi-sekarang-kena-phk-dan-jadi-sopir)
