---
id: u8KarPt2EiQo
cluster_id: b5-1s6gg-csF
title: Gubernur Papua Janji Bangun Koperasi, Rakyat Malah Diminta Produksi Sendiri!
slug: gubernur-papua-janji-bangun-koperasi-rakyat-malah-diminta-produksi-sendiri
excerpt: Gubernur Papua Mathius D Fakhiri 'gembar-gembor' bangun Koperasi Merah Putih
  di Biak Numfor. Gilanya, rakyat yang katanya mau dibantu, malah disuruh produksi
  sendiri. Ujung-ujungnya, yang kerja rakyat, yang untung siapa?
category: KDKMP
tags:
- Gubernur Papua
- KDKMP
- Biak Numfor
- Ekonomi Nasional
- Prabowo Subianto
source_urls:
- https://papua.antaranews.com/berita/763697/gubernur-papua-sebut-kdkmp-biak-numfor-bagian-strategi-ekonomi-nasional
source_names:
- ANTARA News Papua
image_url: https://cdn.antaranews.com/cache/1200x800/2026/05/24/1001824388.jpg
meta_title: Gubernur Papua Janji Bangun Koperasi, Rakyat Malah Diminta Produksi Sendiri!
meta_description: Gubernur Papua MATHIUS D FAKHIRI bangun Koperasi Merah Putih di
  Biak Numfor tapi rakyat malah disuruh produksi sendiri. Ada apa di balik strategi
  ekonomi nasional ini?
canonical_url: https://berita.media/gubernur-papua-janji-bangun-koperasi-rakyat-malah-diminta-produksi-sendiri
schema_type: NewsArticle
status: published
created_at: '2026-05-26T17:02:13Z'
published_at: '2026-05-26T17:02:13Z'
---

Ceritanya begini. Gubernur Papua, Mathius D Fakhiri, datang ke Kampung Warsansan, Biak Utara, dengan bangga. Katanya, peletakan batu pertama pembangunan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) ini adalah bagian penting dari strategi ekonomi nasional Presiden Prabowo Subianto. "Semua program strategis nasional itu syaratnya cuma tanah," katanya pongah. Tanah tetap milik masyarakat, katanya lagi. Basa-basi macam apa ini? Antara

Gerai koperasi yang bakal dibangun di lahan 1.000 meter persegi itu katanya bakal 'wah' banget. Ada klinik, kantor koperasi, gerai penjualan, sampai gudang penampungan hasil produksi masyarakat. "Gudang ini harus bisa berkaitan dengan apa yang ada di Biak Utara," ujar Fakhiri. Koperasi nantinya jadi pusat distribusi hasil pertanian dan perkebunan warga menuju Kota Biak. "Silakan jual di koperasi. Nanti ditampung oleh koperasi. Itu mata rantainya, rantai bisnis yang dibangun pemerintah," jelasnya. Pemerintah katanya membangun rantai bisnis. Benarkah? Antara

Nah ini dia yang bikin geram! Di tengah janji manis soal koperasi dan rantai bisnis pemerintah, Fakhiri malah 'lepas tangan'. "Kami juga menyinggung pentingnya pembangunan yang tepat sasaran dan tidak sekadar didasarkan pada kepentingan pejabat atau daerah asal tertentu," katanya. Lucunya, di akhir pidatonya, dia justru minta masyarakat jangan cuma bergantung pada pembangunan koperasi, tapi "mulai memperkuat sektor produksi di kampung, seperti kelapa, mangga, pisang hingga jambu." Lah, kalau begitu, buat apa repot-repot bangun koperasi kalau ujung-ujungnya rakyat suruh berdikari sendiri? Antara

Parahnya, semua program strategis nasional yang dielu-elukan itu syaratnya cuma tanah? Benarkah semudah itu? Atau ini cuma jurus pejabat biar rakyat tidak protes soal lahan? Entahlah. Tapi yang jelas, di saat harga kebutuhan pokok melambung, bantuan dari pemerintah semestinya benar-benar meringankan, bukan malah jadi angin lalu. Masyarakat Biak Numfor harusnya diajak produktif, bukan cuma disuruh memproduksi tanpa ada kepastian harga atau pasar yang jelas. Antara

Jadi, mau sampai kapan rakyat kecil terus-terusan jadi kambing hitam? Terus disuruh berjuang sendiri sementara pejabat sibuk meletakkan batu pertama dan berpidato soal strategi nasional? Sebaiknya, sebelum bicara program triliunan, urus dulu rakyat di bawah sana. Jangan sampai koperasi hanya jadi pajangan, sementara rakyat tetap pontang-panting mencari sesuap nasi.

---
**Sumber:** [ANTARA News Papua](https://papua.antaranews.com/berita/763697/gubernur-papua-sebut-kdkmp-biak-numfor-bagian-strategi-ekonomi-nasional)
