---
id: oebXL_j-QxNx
cluster_id: ePY2OarWj0C7
title: Gubernur The Fed Pidato, Rupiah Dihantam Bisikan Sideways
slug: gubernur-the-fed-pidato-rupiah-dihantam-bisikan-sideways
excerpt: Investor cemas menanti pidato Gubernur The Fed yang berpotensi menggerakkan
  rupiah. Josua Pardede dari Permata Bank memprediksi pergerakan mendatar, namun tensi
  geopolitik bisa memicu gejolak tak terduga.
category: rupiah
tags:
- rupiah
- the fed
- jerome powell
- ekonomi global
- pasar keuangan
source_urls:
- https://jambi.antaranews.com/berita/665392/pergerakan-rupiah-diprediksi-sideways-jelang-pidato-gubernur-the-fed
source_names:
- ANTARA News Jambi
image_url: https://cdn.antaranews.com/cache/1200x800/2026/08/19/Nilai-tukar-rupiah-melemah-270726-RIV-6.jpg
meta_title: Rupiah Diprediksi Sideways Jelang Pidato The Fed
meta_description: Investor cemas menanti pidato Gubernur The Fed. Analis Permata Bank
  prediksi rupiah bergerak sideways, namun tensi geopolitik dan arah kebijakan moneter
  masih jadi momok.
canonical_url: https://berita.media/gubernur-the-fed-pidato-rupiah-dihantam-bisikan-sideways
schema_type: NewsArticle
status: published
created_at: '2026-08-28T05:01:55Z'
published_at: '2026-08-28T05:01:55Z'
---

Gila bro, pasar keuangan global lagi tegang kayak kawat jemuran! Investor seluruh dunia udah siap-siap pasang kuping buat dengerin pidato Gubernur Federal Reserve, Kevin Warsh, di Jackson Hole Economic Policy Symposium. Chief Economist Permata Bank, Josua Pardede, udah ngasih ancang-ancang nih, katanya sih rupiah kita bakal "sideways" alias geraknya mendatar hari ini. Tapi jangan tenang dulu, bro, namanya juga pasar, bisa berubah kapan aja! Rupiah kita yang tadinya sempet ngamuk naik 26 poin atau 0,15 persen ke level Rp17.718 per dolar AS di pembukaan Jumat pagi, eh, malah diprediksi bakal main aman di rentang Rp17.675-Rp17.775 per dolar AS. Entah kenapa ini nasib rupiah kita selalu di ujung tanduk kalau para pejabat bank sentral udah mulai bicara, Antara News Jambi.

Nah, acara Jackson Hole ini bukan acara sembarangan. Ini forum prestisius yang ngumpulin para petinggi bank sentral, ekonom top, pemain pasar keuangan, akademisi, sampai wakil-wakil pemerintah buat ngobrolin isu ekonomi paling panas dan tantangan kebijakan jangka panjang. Kevin Warsh sendiri bakal hadir di sana, dan semua mata tertuju padanya. Kenapa? Karena siapapun yang ngomong di forum ini berpotensi ngasih kode soal arah kebijakan moneter The Fed selanjutnya. Apalagi, pertemuan Federal Open Market Committee (FOMC) berikutnya udah di depan mata, tanggal 15-16 September. Gilanya, Warsh ini pernah jadi peserta aktif, tapi ini kali pertama dia hadir sebagai pejabat tinggi The Fed. Jadi, omongan sekecil apa pun bisa jadi bumbu penyedap buat pasar, Antara News Jambi.

Eh, tapi ada juga sentimen positif buat rupiah kita. Rupanya, ada data indeks pengeluaran konsumsi pribadi (PCE) AS yang naik 0,2 persen bulanan, lebih bagus dari perkiraan. PCE inti AS juga ikutan naik 0,2 persen bulanan dan 3,3 persen tahunan. Lumayan lah buat nambah-nambah semangat. Tapi yang bikin geram, harga energi yang dipicu harga minyak global ini masih aja ngamuk. Penyebabnya? Tensi geopolitik yang kayaknya makin panas aja tiap hari. Sialnya, fluktuasi harga minyak ini ngefeknya ke mana-mana, termasuk bikin rupiah kita galau, ungkap Josua. Jadi, mau naik, mau turun, mau datar, semuanya serba nggak pasti, Antara News Jambi.

Parahnya lagi, investor kayak lagi nunggu kepastian arah kebijakan moneter dari pidato Warsh ini. Udah kayak nonton sinetron stripping aja, nunggu episode baru yang bikin penasaran. Di satu sisi, rupiah dapat angin segar dari data ekonomi AS yang lumayan. Tapi di sisi lain, ancaman geopolitik dan pidato The Fed bikin semua orang deg-degan. Alhasil, rupiah bergerak di zona abu-abu, nggak berani maju, nggak berani mundur. Kita tunggu saja apa yang akan terjadi setelah pidato Warsh. Yang pasti, dompet investor bakal terombang-ambing, Antara News Jambi.

Jadi, jangan heran kalau Jumat ini pergerakan rupiah bakal kayak orang bingung mau ke mana. Antara ngikutin kata pejabat The Fed, antara merespons data ekonomi AS, atau malah terpengaruh drama geopolitik global. Ujung-ujungnya, semua berharap ada kejelasan arah supaya pasar nggak makin semrawut. Kita pantau aja terus beritanya, siapa tahu ada kejutan mendadak yang bikin rupiah kita ngegas atau malah ngos-ngosan, Antara News Jambi.

---
**Sumber:** [ANTARA News Jambi](https://jambi.antaranews.com/berita/665392/pergerakan-rupiah-diprediksi-sideways-jelang-pidato-gubernur-the-fed)
