---
id: DOuF7gZxxSmx
cluster_id: ve_sQcfZLBR_
title: GUNDUL-GUNDUL DI SEKOLAH! Walikota Semarang Sikat Habis Bullying, Tak Ada Ampun!
slug: gundul-gundul-di-sekolah-walikota-semarang-sikat-habis-bullying-tak-ada-ampun
excerpt: Gila! Sekolah bukan tempat main hakim sendiri! Wali Kota Semarang, Agustina
  Wilujeng, tak tinggal diam melihat ada siswa yang dibully. Langsung turun tangan,
  beliau memerintahkan Dinas Pendidikan buat beres-beres. Korban dilindungi, pelaku
  siap-siap dicokok!
category: bullying
tags:
- bullying
- pendidikan
- walikota semarang
- kekerasan anak
- sekolah
source_urls:
- https://jateng.idntimes.com/news/jawa-tengah/wali-kota-semarang-turun-tangan-bullying-di-sekolah-tak-ditoleransi-00-1kqqx-1gmzv5
source_names:
- IDN Times Jateng
image_url: https://image.idntimes.com/post/20250227/pexels-keira-burton-6147145-5c4ec660248908e4a47ec88518a7b4c9-31e48a8de6602bae8db1910d96713fed.jpg
meta_title: 'Walikota Semarang Berantas Bullying: Siap Sikat Pelaku!'
meta_description: Tak ada ampun! Wali Kota Semarang perintahkan tindakan tegas basmi
  bullying di sekolah. Korban dilindungi, pelaku dicokok. Baca kronologinya!
canonical_url: https://berita.media/gundul-gundul-di-sekolah-walikota-semarang-sikat-habis-bullying-tak-ada-ampun
schema_type: NewsArticle
status: published
created_at: '2026-07-01T05:01:04Z'
published_at: '2026-07-01T05:01:04Z'
---

PARAH BANGET BRO! Gak nyangka di Semarang tercinta ini masih ada aja kelakuan biadab bocah sok jagoan yang main hakim sendiri di sekolahan. Kali ini giliran wali kotanya, Ibu Agustina Wilujeng, yang geram bukan main! Beliau langsung pasang badan, bilang tak ada lagi toleransi buat yang namanya *bullying* atau tindak kekerasan sesama siswa. Siapa pun yang ketahuan melakukan itu, siap-siap aja dicokok, digebuk, atau bahkan diamankan petugas! Gak ada ampun pokoknya, ini sudah keterlaluan.

Nah, instruksi dari orang nomor satu di Semarang ini langsung ditindak cepat sama jajaran Dinas Pendidikan. Mereka gak pake lama, langsung sat set sat set menurunkan tim khusus. Tujuannya apa? Tentu saja buat memastikan korban yang malang itu kondisinya aman, baik fisik maupun mentalnya. Pendampingan ekstra diberikan, hak-hak si anak buat tetap sekolah juga dijamin sepenuhnya. Soalnya, yang namanya trauma akibat *bullying* itu bisa menghancurkan masa depan, bro. Ujung-ujungnya, bisa jadi anak itu jadi apatis, gak mau sekolah lagi, atau malah jadi pendendam. Sialnya, yang kayak gini nih sering dibiarkan aja sama guru-guru yang cuek.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Semarang, Muhammad Ahsan, sampai turun langsung ke lapangan pas diwawancara, Senin (29/6/2026). Beliau ngegas, "Kami memberikan perhatian penuh terhadap kasus ini. Keselamatan, pemulihan, dan masa depan anak menjadi prioritas utama." Alhasil, pemerintah kota berkomitmen banget buat kasih perlindungan dan pendampingan maksimal. Mereka gak mau lagi ada cerita anak nangis-nangis di pojokan kelas gara-gara diintimidasi sama temannya yang lebih badung. Pokoknya, siapapun korban *bullying*, harus dibela sampai titik darah penghabisan!

Yang bikin geram tuh ya, kadang ada sekolah yang sok bersih. Bilangnya anti-*bullying*, tapi di belakang layar malah ngeles sana-sini kalau ada kejadian. Ditambah lagi, sistem pengawasan yang kedodoran. Guru piket asyik main HP, kepala sekolah sibuk meeting gak penting, sementara para bocah 'penguasa' sekolah mulai beraksi. Nah, walikota kita ini gercep banget, beliau tahu ini bukan cuma urusan dinas pendidikan aja, tapi urusan seluruh kota. Karena apa? Karena anak-anak ini adalah masa depan kota Semarang. Kalau generasi mudanya rusak gara-gara *bullying*, ya habis sudah harapan buat Semarang jadi kota yang lebih baik. Mantap, Bu Walikota! Ini baru pemimpin sejati!

---
**Sumber:** [IDN Times Jateng](https://jateng.idntimes.com/news/jawa-tengah/wali-kota-semarang-turun-tangan-bullying-di-sekolah-tak-ditoleransi-00-1kqqx-1gmzv5)
