---
id: 59lRZB-78A5C
cluster_id: QuBbgzolBDgN
title: Guru Sibuk Urus "Sapi Virtual", Siswa Sukabumi Dibiarkan Dibully?
slug: guru-sibuk-urus-sapi-virtual-siswa-sukabumi-dibiarkan-dibully
excerpt: Di tengah maraknya perundungan yang bikin geram, Pemkab Sukabumi malah sibuk
  bentuk Pokja 'Sekolah Aman'. Tapi tunggu dulu, jangan salah sangka! Niatnya sih
  bagus, tapi kok jangkanya sampai 2030? Sementara bullying terjadi sekarang!
category: bullying
tags:
- bullying
- pendidikan
- pemkab sukabumi
- sekolah aman
source_urls:
- https://www.detik.com/jabar/berita/d-8516241/cegah-bullying-di-sekolah-pemkab-sukabumi-gerak-cepat-bentuk-pokja-bsan
source_names:
- detikcom
image_url: https://awsimages.detik.net.id/api/wm/2026/06/03/pemkab-sukabumi-membentuk-kelompok-kerja-pokja-penyelenggaraan-budaya-sekolah-aman-dan-nyaman-bsan-periode-2026-2030-1780476969835_169.jpeg?wid=54&w=1200&v=1&t=jpeg
meta_title: Pemkab Sukabumi Bentuk Pokja "Sekolah Aman" Hingga 2030
meta_description: Di tengah maraknya bullying, Pemkab Sukabumi bentuk Pokja BSAN periode
  2026-2030. Apa langkah konkretnya? Apa ini cukup untuk lindungi siswa?
canonical_url: https://berita.media/guru-sibuk-urus-sapi-virtual-siswa-sukabumi-dibiarkan-dibully
schema_type: NewsArticle
status: published
created_at: '2026-06-03T17:01:50Z'
published_at: '2026-06-03T17:01:50Z'
---

Ceritanya begini. Gara-gara ada aturan baru soal sekolah aman, Pemkab Sukabumi buru-buru bikin kelompok kerja alias Pokja. Namanya keren: Kelompok Kerja Penyelenggaraan Budaya Sekolah Aman dan Nyaman (BSAN) periode 2026-2030. Saking gercepnya, mereka gelar rapat dipimpin langsung Sekda Ade Suryaman. Gilanya, mereka ngakunya mau bergerak lebih awal dari batas waktu 9 Juli 2026. "Kita ingin memastikan seluruh sekolah benar-benar mampu memenuhi kebutuhan spiritual, memberikan perlindungan fisik, serta menjamin kesejahteraan psikologis peserta didik," kata Ade Suryaman. Oh, gitu ya?

Nah ini dia yang bikin geleng-geleng. Sekda jadi ketua Pokja, Kepala Bapperida wakilnya, Kepala Dinas Pendidikan jadi koordinator. Tim perumus dari Sekdin. Lengkap kan? Katanya sih ini semangat gotong royong. "Pendidikan adalah tanggung jawab bersama," ujar Kadisdik Deden Sumpena. Makanya, katanya, Pokja ini nggak cuma diisi insan pendidikan, tapi juga merangkul polisi, Kemenag, dinas-dinas lain, tokoh masyarakat, orang tua, sampai wartawan. Mantap sekali, ya! Semuanya diajak ngobrol buat ngasih "senyum aman dan nyaman" ke anak-anak sekolah, yang katanya jadi "visi besar Kabupaten Sukabumi yang maju, unggul, berbudaya, dan berkah". Detikcom

Tapi gini loh, Bro. Kalau kita lihat lagi, kok fokusnya malah ke pembentukan tim dan target sampai lima tahun ke depan? Sementara di lapangan, kasus bullying itu terjadi HARI INI. Anak-anak trauma HARI INI. Ada korban HARI INI. Lah kok mereka malah sibuk ngurusin "budaya sekolah aman" yang baru mau dibentuk strukturnya sampai 2030? Parahnya, bukannya langsung sikat habis pelaku bullying yang sudah jelas ada, malah sibuk koordinasi lintas sektor yang entah kapan baru nyampe akar masalah.

Yang bikin geram, bukankah seharusnya pencegahan bullying itu nggak perlu nunggu Pokja yang fancy? Bukankah setiap guru, setiap sekolah, setiap orang tua punya tanggung jawab moral untuk melindungi anak-anak? Malah, ada anggota dewan yang katanya masih sibuk ngurusin "sapi virtual" di game di tengah rapat membahas stunting. Lah ini, kok bikin Pokja BSAN yang kepanjangannya keren tapi targetnya lima tahun lagi? Alhasil, bullying tetap jadi momok, sementara para pejabat sibuk membenahi birokrasi. Selesai. Detikcom

---
**Sumber:** [detikcom](https://www.detik.com/jabar/berita/d-8516241/cegah-bullying-di-sekolah-pemkab-sukabumi-gerak-cepat-bentuk-pokja-bsan)
