---
id: 5H-mXn10sKnm
cluster_id: uUFYtkWrGJjR
title: Haji Isam Ngaku Aman, BUMN Ekspor Prabowo Tak Goyah Bisnisnya!
slug: haji-isam-ngaku-aman-bumn-ekspor-prabowo-tak-goyah-bisnisnya
excerpt: Pemerintah Prabowo bikin BUMN baru buat atur ekspor SDA, katanya biar duit
  negara gak amblas gara-gara under-invoicing. Eh, emitennya Haji Isam, PGUN, malah
  bilang 'Bodo Amat!', gak bakal ngaruh katanya. Lumayan bikin geleng-geleng.
category: BUMN
tags:
- Haji Isam
- PGUN
- BUMN Ekspor
- Prabowo
- SDA
source_urls:
- https://www.cnbcindonesia.com/market/20260528182120-17-738505/emiten-haji-isam--pgun--buka-suara-usai-prabowo-bentuk-bumn-ekspor
source_names:
- CNBC Indonesia
image_url: https://awsimages.detik.net.id/visual/2026/04/16/ilustrasi-lahan-sawit-1776312558501_169.jpeg?w=650&q=90
meta_title: Emitten Haji Isam Santai Hadapi BUMN Ekspor Prabowo
meta_description: PT Padiksi Gunatama Tbk (PGUN) milik Haji Isam buka suara soal BUMN
  Ekspor Prabowo. Klaim tak terpengaruh kebijakan baru yang bikin negara rugi triliunan.
canonical_url: https://berita.media/haji-isam-ngaku-aman-bumn-ekspor-prabowo-tak-goyah-bisnisnya
schema_type: NewsArticle
status: published
created_at: '2026-05-28T17:02:39Z'
published_at: '2026-05-28T17:02:39Z'
---

Ceritanya begini. Presiden terpilih Prabowo Subianto lagi serius nih mau nutup keran duit negara yang bocor triliunan gara-gara ekspor komoditas gak becus. Dibentuklah PT Danantara Sumber Daya Indonesia (DSI), semacam satpam baru buat batu bara, sawit, sama ferro alloy. Katanya sih, dari 1991 sampai 2024, negara kita kebobolan Rp 15.400 Triliun gara-gara under-invoicing dan transfer pricing. Gila nggak tuh! CNBC Indonesia.

Nah, di tengah gegap gempita pembentukan BUMN super ketat ini, muncul suara dari emiten milik crazy rich Kalimantan, Haji Isam, yaitu PT Padiksi Gunatama Tbk (PGUN). Manajemen PGUN dengan santainya bilang, 'Kami hormati kok kebijakan pemerintah.' Tapi, ada tapinya nih. Mereka klaim, pembentukan BUMN ekspor ini nggak bakal ngaruh sama bisnis mereka. Soalnya, PGUN katanya nggak pernah ekspor langsung. CNBC Indonesia.

Produk utama mereka, CPO dan palm kernel, dijual ke pihak terafiliasi macam PT Jhonlin Agro Raya Tbk (JARR) buat bikin biodiesel, atau ke PT Kodeco Agrojaya Mandiri (KAM) buat diolah lagi. Jadi, mereka merasa aman sentosa. "Kebijakan tersebut tidak berdampak material terhadap kelangsungan usaha Perseroan karena Perseroan tidak melakukan penjualan ekspor secara langsung," begitu bunyi keterbukaan informasi mereka di BEI. Udah kayak bilang, 'Silakan saja atur yang lain, kami di sini baik-baik saja.' CNBC Indonesia.

Parahnya lagi, mereka juga sesumbar kalau kebijakan ini nggak ngaruh ke operasional, pendapatan, laba, sampai arus kas. Perjanjian sama pelanggan? Aman. Kewajiban ke bank? Lancar jaya. Bahkan, risiko hukum juga katanya nggak ada. Benar-benar meyakinkan. Atau malah bikin makin curiga? Entahlah. CNBC Indonesia.

PGUN cuma bilang bakal pantau terus perkembangannya. Nggak ada rencana khusus buat ngadepin kebijakan baru ini. Ibaratnya, mereka udah duduk manis di atas kapal sambil bilang 'Nanti kalau ada ombak gede baru saya pegangan'. Padahal, Rp 15.400 Triliun itu bukan jumlah yang sedikit, lho. Lumayan bikin deg-degan kalau dipikir-pikir. CNBC Indonesia.

Yang bikin garuk-garuk kepala adalah, di satu sisi pemerintah mau mati-matian ngejar penerimaan negara dari ekspor SDA, di sisi lain perusahaan yang terlibat langsung malah santai luar biasa. Seolah mereka punya jalan tikus sendiri yang nggak tersentuh aturan baru. Entah ini strategi cerdas PGUN, atau memang ada sesuatu yang belum terungkap. Yang jelas, cerita ini masih panjang.

---
**Sumber:** [CNBC Indonesia](https://www.cnbcindonesia.com/market/20260528182120-17-738505/emiten-haji-isam--pgun--buka-suara-usai-prabowo-bentuk-bumn-ekspor)
