---
id: lYOzpA5R219K
cluster_id: o4AGA8Y0KHOP
title: Ibadah Dibubarkan Paksa di Bantul! Kesbangpol Bantah Pelaku Oknum Intoleran
slug: ibadah-dibubarkan-paksa-di-bantul-kesbangpol-bantah-pelaku-oknum-intoleran
excerpt: Belum juga kering air mata korban kekerasan, ibadah Jemaat Gereja GMS di
  Bantul dibubarkan paksa oleh sekelompok orang. Kesbangpol angkat bicara, tapi justru
  bikin makin geram karena terkesan membela pihak yang menolak izin ibadah.
category: viral
tags:
- pembubaran ibadah
- gereja bantul
- kesbangpol bantul
- toleransi
- detikNews
source_urls:
- https://news.detik.com/berita/d-8504131/viral-pembubaran-ibadah-jemaat-gereja-di-bantul-ini-kata-kesbangpol
source_names:
- detikNews
image_url: https://awsimages.detik.net.id/api/wm/2026/05/25/penampakan-gereja-misi-sejahtera-gms-di-panggungharjo-sewon-bantul-senin-2552026-1779692215416_169.jpeg?wid=54&w=1200&v=1&t=jpeg
meta_title: Ibadah Gereja GMS Bantul Dibubarkan Paksa, Kesbangpol Klarifikasi
meta_description: Viral ibadah Gereja GMS di Bantul dibubarkan paksa. Kesbangpol Bantul
  beri klarifikasi terkait izin dan kronologi kejadian. Nasib jemaat jadi perhatian.
canonical_url: https://berita.media/ibadah-dibubarkan-paksa-di-bantul-kesbangpol-bantah-pelaku-oknum-intoleran
schema_type: NewsArticle
status: published
created_at: '2026-05-25T11:02:19Z'
published_at: '2026-05-25T11:02:19Z'
---

Ceritanya begini. Di Bantul, tanah kelahiran budaya yang katanya agung, kemarin Minggu (24/5), sebuah gereja dibubarkan paksa. Namanya Gereja Misi Sejahtera (GMS), bertempat di Sewon. Gila bro, belum juga tenang umatnya menikmati tempat ibadah baru yang disyukuri, eh sudah ada yang datang ngamuk-ngamuk. Parahnya, yang membubarkan ini pakai kekerasan, bikin jemaat ketakutan. Akun Instagram @davidherson_official sampai mencak-mencak, meminta perhatian aparat. "Lagi dan lagi... tolong diatensi broku @yudhawk157," tulisnya, saking geramnya. detikNews

Nah ini dia, yang bikin ngelus dada. Plt Kepala Kesbangpol Bantul, Yulius Suharta, mengakui kejadian itu. Tapi apa katanya? "Kesbangpol tidak hanya pada posisi menunggu laporan, tapi dari informasi kemarin ketika berkembang akan ada penolakan terkait kegiatan GMS, kami sudah mengkoordinasikannya," katanya ke wartawan. Dibilangnya lagi, mereka sudah mencoba mengantisipasi pergerakan penolakan itu. "Tapi memang faktanya kemarin terjadi pergerakan di tempat kegiatan GMS seperti itu." Alhasil, yang tadinya mau tenang beribadah, jadi ricuh gara-gara ulah "oknum-oknum Intolerans" seperti yang dituding akun tadi. detikNews

Yang bikin makin lucu sekaligus nyesek, Yulius Suharta malah lempar isu soal izin. Katanya, penolakan itu "masih berkaitan dengan apakah memang izinnya sudah dimiliki atau belum." Padahal, GMS ini sudah punya Surat Keterangan Tanda Lapor (SKTL). Tapi si pejabat ini masih "mencermati" SKTL itu. "Apakah memang benar sudah bisa dipakai sebagai tempat ibadah ataukah memang masih ada pengurusan administrasi yang lain." Lah, kalau begitu, kenapa tidak dicegah dari awal sebelum terjadi pembubaran paksa dan potensi kekerasan? Ini namanya main tarik ulur, rakyat kecil yang jadi korban. detikNews

Kronologinya begini, kata Yulius. GMS ini sebelumnya sering pakai hotel, tapi biayanya mahal. Akhirnya mereka sewa gedung baru. Hari Kamis (21/5) ada kegiatan sosial, lalu Minggu kemarin itu acara syukur untuk tempat ibadah yang baru. Nah, entah siapa yang memprovokasi, muncul penolakan sampai berujung pembubaran. Kesbangpol ngakunya mau menyelesaikan ini di Panggungharjo, Sewon, agar kondusif. Tapi yang penting bagi mereka adalah "kondusivitas Kabupaten Bantul itu tetap terjaga." Rakyat yang kena mental dan mungkin fisik, itu urusan nomor dua? Gilanya, mereka bilang masih mencermati izin, padahal sudah ada SKTL. Mana ada cerita begini berakhir baik untuk si jemaat gereja.

Jadi, kesimpulannya? Di Bantul, yang katanya kota budaya, umat beribadah pun ternyata masih bisa dibubarkan paksa. Aparatnya terkesan lambat bertindak, malah cenderung menyalahkan korban soal administrasi izin. Entah sampai kapan intoleransi seperti ini merajalela di negeri sendiri. Yang jelas, ibadah yang seharusnya sakral, malah berakhir jadi tontonan ricuh. Celakanya, pihak berwenang malah terkesan berpihak pada penolak, bukan pada yang ingin beribadah dengan tenang. detikNews

---
**Sumber:** [detikNews](https://news.detik.com/berita/d-8504131/viral-pembubaran-ibadah-jemaat-gereja-di-bantul-ini-kata-kesbangpol)
