---
id: sB8QCTThSlVg
cluster_id: jO5tfgRiv4ZZ
title: 'Ibu Korban Keracunan Ngamuk ke Kepala BGN: Maaf Anda Tak Mengubah Apapun!'
slug: ibu-korban-keracunan-ngamuk-ke-kepala-bgn-maaf-anda-tak-mengubah-apapun
excerpt: Parah! Ratusan siswa di Berastagi lemas tak berdaya akibat keracunan Makanan
  Bergizi Gratis (MBG). Seorang ibu korban tangis pilu mencecar Kepala BGN, "Apa racunnya?"
  tapi tak mendapat jawaban memuaskan. Ini bukan soal maaf, ini soal nyawa!
category: MBG
tags:
- Keracunan Makanan
- MBG
- Badan Gizi Nasional
- Berastagi
- Pendidikan
source_urls:
- https://medan.kompas.com/read/2026/08/16/193907378/marah-ke-kepala-bgn-ibu-korban-keracunan-mbg-berastagi-maaf-bapak-tak-mengubah
- https://nasional.kompas.com/read/2026/08/17/09040061/kepala-bgn-ancam-pecat-tidak-dengan-hormat-kepala-sppg-yang-sebabkan
source_names:
- Kompas.com
- Kompas.com
image_url: https://asset.kompas.com/crops/C1GKeTCo5OOuXPzSk3sYMYjeDdg=/111x0:1122x674/1200x675/filters:watermark(data/photo/2026/01/30/697c815a5f0b9.png,0,-0,1)/data/photo/2026/08/16/6a81849815a98.jpg
meta_title: 'Ibu Korban MBG Ngamuk ke Kepala BGN: Maaf Anda Tak Mengubah Apapun!'
meta_description: Ratusan siswa keracunan Makanan Bergizi Gratis di Berastagi. Seorang
  ibu korban berani hadapi Kepala BGN, "Apa racunnya?" Sanksi pemecatan mengancam
  pejabat lalai.
canonical_url: https://berita.media/ibu-korban-keracunan-ngamuk-ke-kepala-bgn-maaf-anda-tak-mengubah-apapun
schema_type: NewsArticle
status: published
created_at: '2026-08-17T05:01:21Z'
published_at: '2026-08-17T05:01:21Z'
---

Gila bro, dengerin nih! Di Berastagi, Sumatera Utara, kisah tragis terjadi lagi. Ratusan siswa yang seharusnya ceria malah terkapar lemas di rumah sakit gara-gara Makanan Bergizi Gratis (MBG) yang katanya sehat. Parahnya, seorang ibu korban tak tahan melihat anaknya menderita hingga nekad menghajar Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono dengan pertanyaan tajam. Tangisannya pecah, suaranya bergetar meminta kejelasan, "Tolong Bapak, permintaan maaf Bapak tidak mengubah keadaan, apa sebenarnya racun yang dimakan anak saya, agar kami tahu mengobatinya," ucapnya pilu, dikutip dari Kompas.com.

Yang bikin geram, ketika Kepala BGN Sudaryono datang meninjau kondisi para pelajar yang terkapar di Rumah Sakit Efarina, sang ibu tak tinggal diam. Ia berteriak menggunakan bahasa daerah, menuntut pertanggungjawaban atas kondisi anaknya yang mengalami sesak napas hingga harus dirawat intensif. Sempat pulang ke rumah, kondisi bocah malang itu malah memburuk, mual, gatal-gatal, sampai akhirnya harus kembali dilarikan ke rumah sakit. "Pertanggungjawaban yang mana yang kalian bilang, anak saya ini segeranya kenapa, tolong jangan cuma datang dan melihat kasih kami keterangan yang jelas," serunya miris, Kompas.com.

Eh, tapi Sudaryono mengaku ada kelalaian fatal dari petugas Program SPPG yang menyebabkan keracunan massal ini. "Hasil uji sudah ada di dinas kesehatan, itu ada kelalaian yang fatal dan kita sudah lakukan penutupan dapur, dan kepala SPPG sudah kita copot," dalihnya. Ia menjanjikan bakal membuka semua hasil investigasi secara gamblang, bahkan jika penyebabnya karena ikan yang tidak disimpan di pendingin lebih dari 12 jam. Alhasil, dapur ditutup permanen dan kepala SPPG dicopot dari jabatannya. Tapi apakah itu cukup untuk menebus nyawa dan penderitaan anak-anak yang menjadi korban? Mana ada cerita begini berakhir baik. Kompas.com.

Dan bukan main, Sudaryono tak cuma bicara omong kosong. Ia ancam akan memecat dengan tidak hormat kepala SPPG yang berstatus ASN jika terbukti lalai. "Sanksi bagi pihak yang terbukti lalai tidak hanya berupa pencopotan dari jabatan. Khusus Kepala SPPG yang berstatus ASN pemecatan tidak dengan hormat melalui Badan Kepegawaian Negara (BKN)," tegasnya dalam keterangan resmi, Senin (17/8/2026). Ia bahkan membuka kemungkinan menyerahkan kasus ini ke aparat penegak hukum demi mengusut tuntas dugaan kelalaian dalam insiden ini. Ini jadi peringatan keras buat semua pihak untuk ekstra hati-hati, jangan sampai nyawa orang jadi taruhan. Kompas.com.

Dan kini, 353 siswa dari SMA Negeri 1 Berastagi, SMA Bersama, dan SMK Negeri 1 Berastagi terpaksa harus menahan rasa sakit akibat makanan yang katanya bergizi gratis. Gejala mual, muntah, pusing, hingga kondisi tubuh melemah dialami para siswa setelah menyantap makanan program MBG pada Kamis (13/8/2026). Hingga kini, 64 anak masih menjalani perawatan di berbagai rumah sakit, seperti Efarina Berastagi, RSU Amanda Berastagi, RSUD Kabanjahe, dan Puskesmas Berastagi. Celakanya, apa yang bisa kita harapkan dari program yang gagal menjaga nyawa para penerus bangsa ini? Selesai sudah, mimpi buruk baru saja dimulai. Kompas.com.

---
**Sumber:** [Kompas.com](https://medan.kompas.com/read/2026/08/16/193907378/marah-ke-kepala-bgn-ibu-korban-keracunan-mbg-berastagi-maaf-bapak-tak-mengubah) · [Kompas.com](https://nasional.kompas.com/read/2026/08/17/09040061/kepala-bgn-ancam-pecat-tidak-dengan-hormat-kepala-sppg-yang-sebabkan)
