---
id: gi8CNPHQKyb4
cluster_id: bDEClnwGqimv
title: IHSG ANJLOK PARAH, RUPIAH MIRIP KERTAS DIHANTAM BADAI
slug: ihsg-anjlok-parah-rupiah-mirip-kertas-dihantam-badai
excerpt: Gila, bro! Bursa saham kita ambruk lagi di sesi pertama! IHSG nyungsep parah,
  sementara rupiah kita tergerus nyaris Rp 18.000 per dolar AS. Makin parah aja nasib
  duit kita, dikutip dari Kumparan.
category: rupiah
tags:
- IHSG
- Rupiah
- Bursa Saham
- Ekonomi
source_urls:
- https://kumparan.com/kumparanbisnis/ihsg-sesi-1-turun-0-18-ke-5-864-rupiah-nyaris-rp-18-000-per-dolar-as-27jb2Bq2Qq6
source_names:
- Kumparan.com
image_url: https://blue.kumparan.com/image/upload/fl_progressive,fl_lossy,f_jpg,q_auto,w_600,h_315,c_fill/g_south,l_og_kumparan_zscykb/co_rgb:ffffff,g_south_west,l_text:Heebo_20_bold:Konten%20Redaksi%20kumparan%0DkumparanBISNIS,x_140,y_26/01kt6kdt6febcw2gxqwd2c9776.jpg
meta_title: IHSG Anjlok, Rupiah Terdegradasi Nyaris Rp 18.000/USD
meta_description: Jangan kaget! IHSG kembali merosot di sesi 1 perdagangan, rupiah
  nyaris jebol Rp 18.000 per dolar AS. Ekonomi kita lagi kenapa?
canonical_url: https://berita.media/ihsg-anjlok-parah-rupiah-mirip-kertas-dihantam-badai
schema_type: NewsArticle
status: published
created_at: '2026-07-07T05:01:26Z'
published_at: '2026-07-07T05:01:26Z'
---

Gila, bro! Dengerin dulu nih kabar paling bikin kepala puyeng seputar pasar modal kita. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada penutupan sesi I perdagangan Senin (6/7) kemarin terpaksa berakhir di zona merah, alias rugi bandar! Angka pastinya, IHSG terkoreksi telak 10,81 poin atau 0,18% menghunjam ke level 5.864,968. Belum lagi urusan transaksi yang cuma Rp 4,76 triliun dengan volume 10,72 miliar lembar saham yang beredar melalui 912.073 frekuensi. Sungguh kabar yang bikin dompet menjerit, seperti kata Kumparan.

Nah ini dia yang bikin geram sejagat pasar keuangan! Di arena pasar valuta asing, rupiah kita yang kesayangan malah terdepresiasi abis-abisan. Lemahnya 30 poin, alias 0,17%, rupiah kita sekarang dibanderol di angka Rp 17.993 untuk satu dolar Amerika Serikat. Bisa dibayangkan, nilai tukar kita sudah nyaris menyentuh level keramat Rp 18.000! Pantas saja banyak yang mulai panik dan bertanya-tanya, kapan ekonomi kita bisa bangkit dari keterpurukan ini, menurut analisis dari Kumparan.

Walaupun sentimennya lagi buruk banget, ada juga sih beberapa emiten yang kinclong bak permata di tengah kegelapan. Si Leyand International (LAPD) ini berjaya naik 16 poin (27,59%) sampai menyentuh 74. Disusul Sekar Bumi (SKBM) yang berhasil nangkring di angka 535 setelah loncat 105 poin (24,42%). Ada juga Nusatama Berkah (NTBK) yang menguat 22,00%, Andalan Sakti Primaindo (ASPI) dengan kenaikan 18,36%, dan Haloni Jane (HALO) yang nambah 17,54%. Lumayanlah buat nutupin kerugian sedikit, di tengah lautan merah yang membentang, laporan dari Kumparan mencatat.

Tapi tunggu dulu, jangan senang dulu! Justru para raksasa malah pada keok nih. Delta Djakarta (DLTA) tumbang parah sampai 7,61%, Electronic City Indonesia (ECII) anjlok 7,19%, dan Indonesia Prima Property (OMRE) harus rela turun 6,94%. Yang lebih bikin miris, Widiant Jaya Krenindo (WIDI) juga ikutan nyungsep dengan penurunan 7,41%, disusul Puri Sentul Permai (KDTN) yang amblas 6,72%. Mereka-mereka ini jadi contoh betapa ganasnya pasar hari ini, semua dibabat habis tanpa ampun, sebagaimana tertulis di Kumparan.

Parahnya lagi, emiten-emiten dengan nilai transaksi dan volume tertinggi justru didominasi oleh nama-nama yang sepertinya nggak bisa diandalkan saat krisis. Bank Central Asia (BBCA) memang memimpin nilai transaksi Rp 543,49 miliar, diikuti Bank Rakyat Indonesia (BBRI) Rp 322,38 miliar. Tapi gilanya, volume terbesar malah dipegang Bumi Resources (BUMI) yang berjumlah 11,59 juta lembar, disusul Megalestari Epack Sentosaraya (EPAC) dan Bakrie & Brothers (BNBR). Ini menunjukkan kalau banyak investor yang masih bermain aman di bank besar, tapi yang lain malah nekat spekulasi di emiten berisiko tinggi, kata sumber terpercaya Kumparan.

---
**Sumber:** [Kumparan.com](https://kumparan.com/kumparanbisnis/ihsg-sesi-1-turun-0-18-ke-5-864-rupiah-nyaris-rp-18-000-per-dolar-as-27jb2Bq2Qq6)
