---
id: T8gqvghrYBle
cluster_id: 808V2KXVsWgk
title: IKN Disulap Jadi Kota Politik, Ambisi Kota Global Ambyar Digilas APBN
slug: ikn-disulap-jadi-kota-politik-ambisi-kota-global-ambyar-digilas-apbn
excerpt: Waduh gila, bro! Ambisi IKN jadi kota global kini ambyar setelah APBN dirapel
  habis-habisan, beralih fungsi jadi 'Ibu Kota Politik' yang berpotensi sepi. Nasib
  triliunan rupiah kini jadi tanda tanya besar, cuma buat urusan DPR dan MA doang!
  Kompas.com.
category: politik
tags:
- IKN
- Ibu Kota Nusantara
- Politik
- Pembangunan
- APBN
- Kota Global
source_urls:
- https://nasional.kompas.com/read/2026/07/07/11350041/nasib-masa-depan-ikn--dari-kota-global-ke-ibu-kota-politik-
source_names:
- Kompas.com
image_url: https://asset.kompas.com/crops/HuM_vKzdsMHgCc1BnHGXTgtl5us=/0x0:1024x683/1200x675/filters:watermark(data/photo/2026/01/30/697c815a5f0b9.png,0,-0,1)/data/photo/2025/11/01/69057370b72ca.jpeg
meta_title: IKN Berubah Jadi Kota Politik, Ambisi Global Kandas Dibangun APBN
meta_description: Terungkap! Ambisi IKN jadi kota global ambyar, diganti jadi 'Ibu
  Kota Politik'. Simak nasib triliunan rupiah dan potensi sepinya kota ini di luar
  jam kerja. Apa kata Kompas.com?
canonical_url: https://berita.media/ikn-disulap-jadi-kota-politik-ambisi-kota-global-ambyar-digilas-apbn
schema_type: NewsArticle
status: published
created_at: '2026-07-07T05:01:53Z'
published_at: '2026-07-07T05:01:53Z'
---

Gila, bro! Dengerin nih cerita soal Ibu Kota Nusantara (IKN) yang nasibnya kini makin kelam dan menyedihkan. Pembangunan yang katanya bakal jadi 'Kota Dunia untuk Semua' itu kini melambat drastis, kayak siput kejepit pintu! Untuk tahun anggaran 2027 aja, pemerintah dan DPR cuma ngasih jatah Rp 6,7 triliun buat Otorita IKN. Nah, ini yang bikin gregetan, angka segitu tuh jauh banget dari kebutuhan riil yang mencapai Rp 22,2 triliun, jadi masih ada utang Rp 15,5 triliun! Kompas.id. Kepala Otorita IKN, Basuki Hadimuljono, sendiri mengakui alokasi yang ada cuma Rp 6 triliun dari usulan Rp 15 triliun. Lah gimana tidak ambyar, bro? Angka ini kerdil banget dibanding realisasi awal 2022-2024 yang sudah Rp 89 triliun, apalagi kalau dibanding total kebutuhan sampai tuntas yang konon Rp 466 triliun! RPJMN 2020-2024.

Ujung-ujungnya, jelas banget negara lagi ngerem habis-habisan, tapi nggak brenti sama sekali. Ini bukan cuma soal duit, tapi soal perubahan status yang fundamental banget, bro. Sejak pemerintahan Prabowo Subianto berkuasa, lewat Peraturan Presiden Nomor 79 Tahun 2025, IKN nggak lagi dipromosikan sebagai calon kota global. Malah, sekarang statusnya diganti jadi "Ibu Kota Politik", yang katanya bakal mulai berfungsi tahun 2028. Ganti nama doang sih gampang, tapi ini penyempitan ambisi yang disengaja dan sarat makna banget, bikin kita geleng-geleng kepala. Antara.

Ketika zaman Pak Jokowi digagas, IKN itu dijual sebagai "Kota Dunia untuk Semua", kota hutan cerdas, magnet talenta global, pusat ekonomi baru, dan etalase peradaban Indonesia 2045. Tapi sekarang? "Ibu Kota Politik" itu konsepnya jauh lebih sederhana: cuma tempat tiga cabang kekuasaan (eksekutif, legislatif, yudikatif) ngantor dan ambil keputusan negara. Makanya, semua energi anggaran 2025-2028 difokuskan buat nuntasin kompleks MPR, DPR, DPD, Mahkamah Agung, Mahkamah Konstitusi, dan Komisi Yudisial sama rumahnya doang. Antara. Fungsi ekonomi, riset, dan gaya hidup yang tadinya jadi primadona investasi, malah ditunda entah sampai kapan nasibnya. Ini namanya *downgrade* yang masuk akal secara duit, tapi dampaknya serius, bro. 

Parahnya, kota politik tanpa denyut ekonomi bisa jadi kota administratif yang sepi di luar jam kerja, hidupnya cuma dari APBN. Padahal, desain awal pendanaan IKN itu ngandelin banget swasta, cuma 20 persen dari APBN, sisanya dari Kerjasama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU) dan swasta. DPR RI. Realitasnya malah kebalik. Sampai sekarang APBN jadi tulang punggungnya, sementara investasi swasta yang benar-benar terikat kontrak cuma sekitar Rp 73 triliun. Top Konstruksi. Jauh banget dari yang dibutuhkan ratusan triliun. Gilanya, IKN sekarang ini udah terlalu besar untuk gagal, *too big to fail*, bro. Istilah ini lahir dari krisis perbankan 2008, yang artinya penyelamatannya lebih murah daripada dibiarin gagal. Nah, sekarang IKN jadi kayak gitu, siapa yang mau nyelametin kalau beneran gagal?

---
**Sumber:** [Kompas.com](https://nasional.kompas.com/read/2026/07/07/11350041/nasib-masa-depan-ikn--dari-kota-global-ke-ibu-kota-politik-)
